This Is My Confession

Yupz, sama dengan judul yang kupilih "This Is My Confession", itu adalah satu kalimat pembuka dari sederetan lirik lagu Beautiful-nya Beast. Ini adalah pengakuanku :D

Pengakuanku tentang idolaku. Aku suka berbagai jenis musik. Asal enak didengar, why not? Ini idolaku yang baru. Baru mulai beberapa hari yang lalu aku nge-fans ma mereka. Beast. Ya, salah satu boyband korea yang lagi naik daun, beranggotakan 6 orang cowok. Awalnya aku tertarik dengerin lagu Fiction-nya, walaupun nggak tau artinya, *kan sekarang udah banyak blog yang nyediain transate lirik lagunya, ha ha ha*, tapi saat itu cerita di liriknya pas banget ma keadaanku. Eh sumpah, galau banget.

Dan yang paling bikin aku suka, tentu suaranya, keren banget. Beda kayak boyband-boyband yang lain. Lagu-lagunya easy listening banget. Enak didengerin. Aku biasanya kalau baru dengerin lagu sekali, masih belum terlalu suka, apalagi lagu-lagu boyband korea yang kebanyakan alunannya ngebit dan dibumbuhi rap-rap gitu, aku kurang suka.Tapi ini beda. Beda banget. Bikin aku suka sama rap. Dan lagi suara mereka itu loh, bikin aku klepek-klepek. Jarang kali aku suka suara penyanyi cowok korea.

Akhirnya aku juga nyari suara cowok yang paling mendominasi, Yang Yo Seob. Dan mulai kutelusuri suaranya di youtube. Eh keren banget sumpah. Pop, rock, jazz, ballad, semua ada di dia. Aku suka.

Dan dalam semalam, aku sudah dapet semua lagunya. Mulai dari awal debut sampai lagu single terakhir mereka. Semuanya enak banget didenger, dijamin nggak bakal ngrusak telinga. Ha ha ha *lebayyy* Selain itu, wajah mereka nggak kalah keren donk dengan suaranya :D


So, bertambah lagi satu idolaku dari Korea. Ada BoA, IU, dan Beast. Mereka semua sangat memukau. Kata Beast, "Nothing better than you".

Read More..

Mau Kaya? Lakukan Yang Terbaik, Apapun Statusnya

Beberapa orang beranggapan bahwa "kalo mau cepet kaya jangan jadi karyawan, jadilah pengusaha". Buatku itu anggapan yang sangat tidak mendasar. Kenyataannya banyak pengusaha yang menggantungkan hidup dan kelancaran usahanya pada karyawan. Aneh sekali, setiap orang sudah diatur rejekinya oleh Tuhan (dan rejeki tak melulu tentang harta n kekayaan). Lalu, kenapa harus beranggapan begitu? *plis deh, heran gw*

Hidup adalah pilihan. Yang paling penting Tuhan Maha Kaya dan di mata-Nya, baik pengusaha ataupun karyawan derajatnya sama saja. So? bagiku, tak ada alasan untuk kalian berbangga hati, entah itu pengusaha ataupun karyawan. Karna apapun pilihannya, kita semua saling membutuhkan. Lebih baik, berterimakasihlah karna masih "dijatah" oleh Tuhan.

Whats wrong? Just do it, whatever. Kalau mau kaya, lakukan saja yang terbaik dari yang kamu punya, apapun itu statusnya. Intinya yang ingin kukatakan cuma satu, tak usah membanggakan diri sendiri atau suatu golongan. Silahkan memberi masukan/saran/kritik untuk lebih membangun satu sama lain. Tapi tidak untuk membanggakan diri sendiri.
Dan berhentilah beranggapan begitu kawan. Anggapan yang terlalu fanatik membuatku (sedikit) eneg :D Seperti apapun bentuk kalimatnya.
Read More..

Ceritaku di Awal Februari

Yap, ini cerita perjalananku mengiringi wisuda ayahku tercinta. Seperti yang semua orang tahu *gak semua kaleee*, oke, sebagian orang tahu, ayahku telah diwisuda 4 Februari lalu. Dan sekarang namanya pun menjadi, Bambang Subandriyo, M.Pd. Yap, apalagi kalo bukan Magister Managemen Pendidikan. Yeah, itu memang bidangnya.

Oke, perjalanan dimulai dari tanggal 3 Februari. Dimana aku hampir mabuk kendaraan, lagi, diperjalanan menuju Jogja. Sial. Itu berawal karna aku belum sarapan. Seperti biasa kepala jadi pusing karna lapar dan medan pertempuran *ciehh,,jalan bo'* yang berkelok-kelok tiada henti. Mungkin melihat wajahku yang pucat dari spion mobil, ayahku kemudian berhenti di sebuah rumah makan sebelum kami keluar dari wilayah "hutan".

Perjalanan pun dilanjutkan, kali ini udara kian memanas. Maklum hampir pukul 12.00 kami melewati kota yang beralaskan aspal itu, sebelum akhirnya ayahku menghentikan mobilnya di pinggir jalan dan bergegas menuju masjid untuk melaksanakan Sholat Jum'at. Yah, aku tak lupa bahwa hari itu adalah Jum'at. Mesin mobil dimatikan dan AC pun mati, kuturunkan kaca mobil sebelum mesin mati agar sekiranya ada udara yang masuk ke dalam mobil yang mulai terasa panas. Karna di dalam mobil ada 5 orang wanita yang menunggu para lelaki melaksanakan sholat. Kupikir akan ada udara sejuk meski hanya sedikit yang masuk ke dalam ruang mobil, ternyata yang ada adalah udara panas yang membuatku begitu tak nyaman. 30 menit kucoba memejamkan mata dan memaksa diriku agar tidur di tengah panasnya Muntilan, tapi tak bisa. Hingga akhirnya ayahku dan seorang kawannya kembali dan menyalakan mesin mobil. Dingin kembali kurasakan di sana.

Satu jam berlalu dan akhirnya kami sampai di tempat tujuan, yaitu Sheraton Mustika Hotel, yang terletak di Jalan Adisutjipto. Udara tak terlalu panas saat itu. Kuambil handphone-ku dan kucari nama adikku di sana agar dia menjemputku untuk pergi dari tempat itu. Yah,, mau apa aku di sana, ayahku akan gladi bersih untuk wisudanya esok pagi.

Tidak sampai setengah jam aku menunggu adikku yang akan membawaku pergi dari tempat itu. Begitu adikku sampai, aku mengajaknya ke Beringharjo untuk mengambil pesanan batik sarimbit yang sudah kupesan dua minggu lalu. Setelah kudapatkan, kami kembali ke Jalan Solo mencari penginapan untuk orang tuaku dan kawannya. Awalnya ayahku mengajak kami menginap di Sheraton, tapi ah... buatku itu hanya buang-buang uang. Dan kudapatkan penginapan yang layak untuk kami huni semalam. Wisma Prambanan 2 dengan harga yang terjangkau sekali.

Usai gladi bersih, ayahku dan kawan-kawannya bergegas menuju RS Panti Rapih untuk menjenguk salah satu kawannya yang berbujur lemah di sana karna kecelakaannya 2 minggu silam. Kecelakaan tunggal yang membuatnya mengalami patah tulang lengan kanan dan tergoresnya hati oleh tulangnya yang remuk. Yah, setidaknya itu sepenggal dari cerita ayah kepadaku. Kasian sekali, padahal esok adalah wisuda pascasarjananya (kawan ayahku), dia juga salah satu kawan ayahku yang sangat baik padaku.

Sekitar pukul 17.30 waktu Jogja, kami keluar dari Panti Rapih dan berkeliling mencari sesuap nasi. Akhirnya kubelokkan mereka ke tempat makan andalanku, Laris. Hahaha, porsi mahasiswa banget :D

Sekitar pukul 19.00 lebih, kami sampai di penginapan dan mulai bersih-bersih badan yang tampak lecek. Tadinya aku ingin jalan-jalan keluar bernostalgila dengan Jogja, tapi hujan membuatku terdiam di bawah selimut sambil menonton TV. Dan hujan akhirnya reda, tapi pukul 22.00, rasanya sudah malas sekali keluar jam segitu. Akhirnya kuputuskan untuk tidur dan beristirahat.

Pukul 04.30 aku bangun untuk mematikan alarmku, hingga ayahku mengetuk pintu kamar pukul 05.00, aku dan ibuku pun terbangun. Mandi dan segera kutunaikan sholat Subuh. Kemudian berdandan sesukaku :D Kukenakan longdress batikku yang berwarna merah dan high heels putih kesayanganku. Usai sarapan roti bakar, telur rebus, dan meneguk segelas teh panas, kami bergegas menuju Sheraton. Kami hampir kehabisan tempat parkir di jam yang tergolong masih pagi itu. Tapi baiklah,, akhirnya kami mendapatkan tempat parkir yang tak jauh dari gedung.

Sampai di gedung, kami berfoto menggunakan jasa fotografer yang sedang mencari nafkah di sana. Yup 4 kali jepret, kami tinggalkan si fotografer dengan selembar nota yang diberikan pada kami untuk mengambil printout foto usai wisuda. Ini hasil jepretannya.
Di dalam gedung, saat prosesi wisuda, mataku terasa sangat berat, dan tak pernah kubayangkan sebelumnya, aku tertidur di pundak ibuku :D Dan inilah ulah ibuku saat aku tertidur.

Singkat cerita, usai sudah prosesi wisuda dan kini giliran acara santai yang diiringi oleh paduan suara STIE Widya Wiwaha. Dan benar-benar tak kusangka, kalian tahu lagu "Alamat Palsu"? Ya, kalian pasti tahu, lagu itu sedang nge-hits akhir-akhir ini. Lagu itu juga turut mereka nyanyikan di acara wisuda ini. Ini dia gambar paduan suara yang sedang nyanyi Alamat Palsu.

Well, cacing di perut sudah mulai bermain musik. Aku dan ibuku keluar ruangan begitu acara usai dan melahap nasi kotak yang disediakan panitia. Sate ayam, udang goreng tepung, dan daging sapi giling, itulah menu yang kami dapat. Dan kebetulan, di luar gedung sana hujan turun dengan derasnya. Intinya, nunut ngiyup.

Ini foto gw dan bokap gw :D

Tak berapa lama, hujan reda dan kami menuju mobil bersiap melanjutkan perjalanan. Dan tujuan kami adalah Purworejo. Yap, hari ini Pakdheku pindahan rumah dinas, eh salah, maksudku dia dipindahkan ke PLN Purworejo, awalnya dia manager PLN Kutoarjo, sekarang dia menjadi manager di PLN Purworejo dan mendapatkan rumah dinas di sana pula.

Kata orang, kebanyakan rumah dinas itu angker, tapi dua kali aku berkunjung ke rumah dinas pakdheku biasa aja, tak ada yang spesial di sana. Yang ada di sana banyak kabel listrik menjalar dimana-mana. hahahaha...

Setelah Maghrib, diadakan pengajian dan syukuran di sana. Hanya sebagian karyawan yang sedang lembur dan keluarga saja yang datang. Yapz, kudapatkan sepiring makanan alias tumpeng di sana. Tak usah berlama-lama, begitu kami selesai melahap makanan, kami pergi me
ninggalkan tempat itu karena hari sudah larut dan kami tak ingin kemalaman ketika sampai di rumah nanti.

Kami harus memutar jalan karna jalan yang biasa kami lewati ambrol. Itu di Kepil. Dan kami memutar melewati jalan Kaliabu-Silento. Jalannya sudah cukup parah, aku
masih teringat ketika pertama kali aku kuliah di Jogja dan selalu melewati jalan itu, jalan itu sudah diperbaiki dan sangat mulus. Tapi tak bertahan cukup lama. Sekarang jalan di sana sudah mulai hancur lagi karna banyak pengendara truk bermuatan kayu atau pasir yang turut menggunakannya. Jalan masuk menuju Kaliabu pun kini sudah ambles separuh dan cukup panjang *mungkin tinggal menunggu kehancurannya saja*. Astaugfirrullah... doanku. Ya, mau gimana lagi? Kalo pemerintah nggak cepat-cepat tanggap darurat. Kurasa cukup sudah jalan di Kepil ambrol gitu. Oke, perjalanan masih berlanjut, jalan berlubang pun masih banyak menanti di depan sana. Oke, mari kita hiraukan masalah itu, yang penting saat itu adalah jalan menjadi sangat ramai malam itu. Terang benderang. Mungkin salah satunya karna jalan Kepil ambrol.

Overall, kami sampai di rumah dengan selamat, sehat wal afiat. Dan tanpa basi basi, kami pun membenamkan diri di kasur empuk seperti biasa. Itulah akhir perjalanan kami di awal Februari.

Terakhir, aku ucapin selamat buat ayahku dan inilah high heels gw :D

Read More..

Is It You?

I'm looking for a lover not a friend
Somebody who can be there when I need someone to talk to
I'm looking for someone who won't pretend
Somebody not afraid to say the way they feel about you

And I'm looking for someone who understands how I feel,
Someone who can keep me real and who knows (the way)
The way I like to have it my way
And I'm looking for someone who takes me there,
Wants to share, shows he cares
Thinking you're the one that I've been waiting for

Is it you? is it you?
Maybe you're the one I've been waiting for
Could you be the one for me?
Could you be the one I need?

Is it you? is it you?
Maybe you're the one I've been waiting for
Could you be the one for me? (Could you be?)
Could you be the one I need?

I'm looking for someone to share my pain (Uh)
Someone who I can run to, who would stay with me when it rains
Someone who I can cry with through the night
Someone who I can trust whose heart is right
And I'm looking for someone

And I'm looking for someone who understands how I feel,
Someone who can keep me real and who knows (the way)

The way I like to have it my way
And I'm looking for someone who takes me there,
Wants to share, shows he cares
Thinking on the one that I've been waiting for

Is it you? is it you?
Maybe you're the one I've been waiting for
Could you be the one for me?
Could you be the one I need?

Is it you? is it you?
Maybe you're the one I've been waiting for
Could you be the one for me?
Could you be this one I need?

Someone who won't take me for granted
How much I care (How much I care)
And appreciates that I'm there
Someone who listens
And someone I can call who isn't afraid of love to share

Is it you? is it you?
Maybe you're the one I've been waiting for
Could you be the one for me?
Could you be the one I need?

Is it you? is it you?
Maybe you're the one I've been waiting for
Could you be the one for me?
Could you be the one I need?

.: song by Cassie :.
Read More..

Tanda Baca "!"

Pernah nggak sih kalian ngerasa ilfil gara-gara percakapan di luar face to face (sms, chatting)? Kalian pasti juga sering menduga-duga bagaimana ekspresi wajah di penulis (lawan bicara) dari tulisannya. Seperti, "Apa?", "Apa??", atau "Apa????" Susunan hurufnya sama, tapi artinya bisa berbeda-beda. Yang pertama bisa jadi dia menjawab panggilan, yang kedua bisa jadi dia penasaran dengan kalimat sebelumnya dari lawan bicara, yang ketiga bisa jadi dia sedang terkejut membaca tulisan lawan bicara.

So, pengunaan huruf dan tanda baca dalam percakapan tanpa bertatap muka langsung dengan lawan bicara itu sangat berpengaruh. Karena setiap huruf dan tanda baca yang digunakan adalah ekspresi hati di penulis. Terutama penggunaan tanda baca "!", salah penggunaan bisa membuat lawan bicara malas menanggapinya (kabanyakan karena salah paham/salah pengertian). Jadi, apa masalahnya?

Masalahnya, jangan gunakan "!" jika tidak "terlalu penting", bikin ilfil >_< sumpah! males banget liat tanda baca itu nggak pada tempatnya. Misalnya, cuma mau nyapa aja nulisnya "Hay....!!", habis itu kalo nggak dibales nulis lagi "Vita...!!!!" atau "mbak!!!", duhh,, males banget nggak sih?? Rasanya kayak lawan bicara manggil kenceng banget padahal aku ada di sebelahnya.

Sejak SD sampai aku kuliah and masuk ke lembaga pers mahasiswa di kampus, tanda baca "!" itu selalu digunakan untuk menegaskan sesuatu atau lebih ke tanda perintah. Bahkan untuk menegaskan sesuatu pun masih banyak tanda baca yang lain, seperti "titik". Well, bisa nggak sih kurangi tanda baca "!" saat bercakap-cakap non face to face...?

Read More..

Mabuk Kendaraan

Desember 2011 dan Januari 2012 banyak sekali agenda bepergian yang dilakukan menggunakan mobil. Gila sumpah. Tahu sendiri kan kalo aku mabuk darat alias mabuk kendaraan *ndeso!!* Mana semua orang pada bilang, "Anak muda duduk di belakang", eh sumpah mampus sudah deh. Orang duduk di depan aja belum tentu selamat dari tu penyakit.

Menyambut tahun baru rute perjalanannya adalah Wonosobo-Magelang-Kutoarjo. Awal tahun mencoba menyusuri Purwokerto. Dan kemarin, kembali menyusuri Kota Wisata itu, tentu dengan berbagai alasan dan kepentingan.

Tahu kah kamu?? Sebelum naik mobil alias dengan hanya mencium bau mobil saja perutku sudah mual-mual tak karuan *nggak ada bakat jadi orang kaya*. Tapi kutahan alias diempet. Sumpah gak enak banget rasanya. Hanya Wonosobo-Purwokerto aja rasanya sangat jauuuuhhhhh banget.

Tapi sekarang, sudah tak jadi masalah *gak gitu juga sih*. Karna aku punya Fresh Care si aroma terapi yang baunya seger banget *ngiklan* Olesin ke leher, langsung deh glegek'en. Rekomendasi banget deh buat para pemabuk kendaraan. Joss banget. Baunya kalah sama semua parfum yang ada di dunia ini *lebaaayyy*. Tapi seger banget. Sumpah.

Image menyusul :D

Read More..

Sebuah Pengharapan

Hei kau, sampai sekarang pun aku masih mengharapmu. Salahkah aku melakukannya? Mungkin ini melebihi dari apa yang kau pinta dulu, tapi beginilah aku sekarang. Yang tak bisa melupakanmu walau sedetik pun waktu luangku.

Hei kau, sampai kapan kau akan bersembunyi di keramaian kota itu? Aku tak yakin bisa menyusulmu bergerumun di tengah padatnya belantara beton. Tak bisa kah kau kembali saja ke sampingku? Seperti dulu saat pertama kita berjumpa.

Hei kau, masihkah kau mengingatku? Aku yang hanya seorang gadis desa. Yang tak tahu apapun tentang keramaian kota. Bahkan aku harus mengecilkan suaraku untuk mengangkat telfonmu agar tak menganggu sekelilingku ketika malam tiba. Tak bisa kah kau menemuiku saja?

Hei kau, aku masih di sini. Dengan semua yang kau tahu tentang diriku dan semua yang ku tahu tentang dirimu. Aku masih menunggumu di sini. Di sini. Dan inilah pengharapanku padamu. Kembalilah. Walau hanya sekedar menyapaku.

-------------------------------------
'Cos I believe that destiny
Is out of our control
And you'll never live until you love
With all your heart and soul
Every day I love you
-- Boyzone - Everyday I Love You --
-------------------------------------

Read More..

Kawasan Gunung Banjir

Tadi pagi baca koran Harian Suara Merdeka dan di halaman depan Suara Kedu, terpampang sebuah tulisan "Wonosobo Memang Beda". Hahaha. . agaknya Wonosobo memang beda.

Tanah longsor di kawasan gunung, itu biasa. Hujan, juga sangat biasa. Tapi bagaimana jika gunung kebanjiran? Itu luar biasa. Percaya nggak? Bagi yang nggak percaya, mulai sekarang harus percaya. Karena awalnya aku juga tak percaya, sampai-sampai aku nyeletuk pada ibuku, "Loh, Tieng banjir? Kog Wonosobo nggak keleleb?"

Yap, itu terjadi di Desa Tieng, Wonosobo. "Sebanyak 627 warga Dusun Ngesong, Desa Tieng, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, terpaksa mengungsi setelah rumah mereka diterjang banjir bandang yang terjadi pada Minggu siang, 18 Desember 2011." (vivaNews.com)

Tercatat hingga Rabu (21/12), jumlah korban tewas banjir bandang dan tanah longsor yang melanda wilayah Desa Tieng, mencapai sembilan orang. Sedangkan dua lainnya dinyatakan hilang. Sebanyak 27 rumah warga juga hancur. (liputan6.com)Nah, masih belum percaya? *dah lahh,,percaya aja* itulah kekuasaan Allah.

Sekarang, mari kita pikirkan secara logis. Bagi yang pernah ke Dieng, adakah diantara kalian yang melihat pohon besar tumbuh dengan asri-nya di sepanjang *jalan kenangan :))* jalan menuju gunung Dieng? Pasti ada *wkwkwkw*, tapi tidak banyak. Yang banyak adalah pematang sawah yang ditumbuhi tanaman kentang dan aneka ragam sayuran. Yang setiap hari selalu diberi pupuk agar tanah menjadi gembur dan subur.

Lalu, apakah masyarakat menjadi kaya dengan lahan itu? Bagi korban mungkin iya, dulu, sebelum bencana terjadi. Sekarang? Justru mereka kehilangan hartanya yang telah dipupuk sekian lama. Menjadikan kawasan gunung sebagai tempat bercocok tanam, sangat bagus, tapi jika itu tak dibarengi dengan pelestarian alam dan menanam pohon-pohon besar, maka yang terjadi ketika intensitas hujan terus menerus bertambah adalah banjir dan longsor. Jadi sekarang, terasiring pun sudah tak berguna. Yang rugi, mereka juga kan?

Kiamat nampaknya memang sudah dekat *fiiuuuhhh*

Well, mari kita petik hikmah dari kejadiaan ini. Bencana alam memang selalu datang tanpa diduga. Tak ada yang tahu kapan bencana itu akan terjadi. Jadi, tidak ada salahnya jika kita selalu menjaga dan melestarikan alam kita. Sudah sepantasnya jika di kawasan gunung ditumbuhi pohon-pohon besar untuk menahan air resapan yang terjadi karena hujan dengan intensitas tinggi. Dan semuanya kembali kepada manusia yang menghuni alam ini. Jangan hanya beralasan untuk menambah harta, toh itu hanya di dunia, maka alam menjadi rusak dan gundul. *alamnya jadi marah kaaaannnnn* Mari lestarikan alam ini :D Save Dieng!!

Wonosobo memang beda kann....?? :D

Read More..

Kicauku Dini Hari

Malam ini begitu dingin kurasa. Masih berkutat dengan software grafis sejuta umat yang nampaknya hijau telah menjadi kesatuannya. Segores demi segores, penunjuk berbentuk panah itu kugerakan dengan bantuan mouse yang senantiasa berkelip memancarkan warna, menghasilkan vektor-vektor yang tersusun rapi menjadi sebuah bentuk yang kuinginkan. Lagu-lagu IU dan beberapa penyanyi lainnya masih terdengar begitu semangat dengan terpampangnya angka 12.22 AM di sudut kanan bawah LED-ku.

Merasa bosan dengan rutinitas ini, kuambil Smart yang tergeletak di sampingku dan mulai kutelusuri halaman Opera Mini, kemudian kubuka Facebook yang memang sudah menjadi sosmed langgananku selama ini. Tak perlu kumasukkan username dan password untuk masuk ke laman Facebook-ku karna memang setiap kali puas memakainya, tombol logout tak pernah tersentuh olehkku. Adalah status teman-teman Facebook-ku yang pertama kali kulihat di wall-ku. Salah satunya adalah status Wonosobo Asri, yang mengatakan bahwa saat ini Sindoro telah naik status menjadi waspada. Tentu saja dikatakannya dengan sumber yang sudah pasti.

.: Sindoro from Sumbing by My Brother :.

Gunung itu terlihat sangat jelas dari rumahku. Jaraknya sekitar 20 km. Pemandangannya sangat apik di pagi hari maupun malam. Tak kusangka, gunung yang selama ini tertidur dengan tenang, kini telah bangun dan mulai menampakkan garangnya. Ah, aku tak bisa membanyangkan dan tak mau membayangkan jika suatu saat nanti akan menjadi seperti Merapi. Gunung yang sudah jelas-jelas aktif dan bisa menyemburkan laharnya kapanpun ia mau. Jelas sekali, Sindoro yang selama ini diam dan menimbun laharnya begitu lama, jika ia melakukan seperti yang Merapi lakukan, duaaarrr!! pasti akan lebih dahsyat dari Merapi. Tapi, semoga itu tidak terjadi. Kalaupun terjadi, Tuhan pasti akan bertindak adil kepada seluruh umatnya. Kembalilah tidur sayang, you're so beautiful Sindoro.

Malam yang begitu dingin ini nampaknya memang menyuruhku tuk lekas berbaring. Dan inilah akhir dari malamku hari ini. Semoga esok kan menjadi hari yang penuh berkah dan semangat.

Read More..

Good Bye Jogja

Desember pun tiba dengan puluhan kegalauan yang ada. Namun, tetap berusaha untuk semangat dan menyemangati diri sendiri. Banyak hal terlewatkan di bulan November, tapi it's oke lah. Tak apa. Semuanya pasti kan tergantikan dilain waktu. Dan saat ini pun aku telah meninggalkan Kota Yogyakarta. Kota yang amat sangat memberiku banyak kenangan, entah itu kenangan manis atau pahit, senang sedih, suka dan duka. >> backsound : Yogyakarta by Kla Project <<

Masih jelas kuingat bagaimana aku bisa sampai ke Yogyakarta. Dan siapa saja yang kukenal pertama kali di sana. Teman-teman PSU yang sangat kompak. Teman-teman satu kelas yang pada awalnya tak begitu kuakrabi. Teman-teman seperjuangan di LPM Journal, kakak angkatan dan adik angkatan di sana. Teman-teman Mig33 yang dulu selalu menemani dalam sepiku, Mig33 Wonosobo, Jogja, dan Amikom. Teman-teman Ikamawon yang sempat mengisi hariku, meski hanya sekelebat. Teman-teman PPM yang selalu berusaha untuk melakukan yang terbaik demi suksesnya acara. Kerajaan Concept yang pernah memberiku pengalaman dalam berbisnis. Dan juga teman-teman nongkrongku yang tak akan pernah bisa terlupa. Sahabatku Kiki Riski, dan teman-temanku Lina Marmut, Roy, Dimas Separo, Verri, Pangeran Ucox. Kalian benar-benar telah hidup di hatiku *ceeeiilllee*. Ku do'akan selalu kesuksesan kita, tentu saja dalam hal apapun.

Dan saat ini, kegalauan yang paling kurasakan adalah menjadi pengangguran :D semoga cepat kudapatkan sesuatu yang bisa mengisi hari-hariku dengan sempurna *aseeekkk* Amin. Kegalauan kedua adalah pendamping hidup *wkwkwkwk*, hey myboy, where are you?? *jedut2in.kepala.ke.tembok* Dan masih banyak lagi kegalauan yang menyelimuti hidupku *yihhhaaaa*

Over all, kan kunikmati hidup ini dan kan kuberikan yang terbaik untukku selama masih diberikan hidup oleh Yang Kuasa. Tetap semangat karna AKU PASTI BISA!! *yeeaaaaa*

Read More..

    - kawandQuwh -

    - twitter updates -