Monday, December 01, 2014
|
By Rivki Novita Putri
Minggu dini hari, saat itu masih memasuki November. Udara pagi itu begitu dingin, entah, mungkin karna sebelumnya hujan sempat turun. Musim hujan ini membuat Jakarta cukup syahdu dan dingin. Kumatikan kipas angin yang tak pernah beristirahat dan kubalutkan selembar kain di atas tubuhku. Bukan selimut, hanya kain tipis yang kupunya saat itu. Setidaknya itu bisa menghangatkan badan dan kakiku yang kedinginan.
Mungkin ketika itu waktu menunjukkan pukul 03.24, tiba-tiba aku terbangun. Kudapati air mata mengalir di pipiku, mencoba mengingat kembali apa yang sudah kualami, di alam mimpiku. Seorang lelaki yang (pernah) kusuka, di dalam sebuah ruangan yang dipenuhi bangku dan meja, seperti ruang kelas. Aku memintanya untuk duduk di sampingku, dan kami mengobrol seperti biasa. Entah bagaimana ceritanya aku keluar kelas dan ketika aku kembali dia sudah tak duduk di samping bangkuku. Aku melihatnya duduk di bangkunya, bangkunya yang cukup berjarak dengan posisiku. Dan aku hanya bisa melihatnya dari kejauhan.
Di kelas itu, sang ketua mengadakan game, entah game apa. Dimana game tersebut mengharuskan pemainnya untuk berpasangan. Lelaki itulah yang ditunjuk oleh sang ketua dan menunjukku sebagai pasangannya atas rekomendasi dari penghuni kelas. Aku terdiam, dan aku menolak. Saat itu banyak sobekan kertas terinjak oleh kakiku. Satu kertas yang masih bisa terbaca, I'll be there, begitu tulisannya. Aku tak tahu kertas apa itu, yang jelas semua tulisan di kertas-kertas itu akulah yang menulisnya. Dan sesuatu yang tak ku tahu sebabnya, aku merobeknya menjadi beberapa bagian dan membuangnya di tempat sampah. Aku melihat kertas yang masih utuh itu terinjak oleh kakiku, kemudian pandanganku beralih lagi pada lelaki itu. Dia juga menatapku dengan pandangan tak biasa. Wajahnya menyiratkan luka, dan aku tak berani menatapnya kembali. Aku terbangun dari tidurku dan mendapati aku sudah menitikan air mata. Hingga adzan subuh pun berkumandang.
Dalam diam, hanya doa yang bisa kuberikan padamu. Semoga kamu selalu sehat dan bahagia di sana. Mimpi itu mungkin karna aku rindu, iya, aku rindu.
Read More..
Friday, November 21, 2014
|
By Rivki Novita Putri
Tapi, apakah kau tahu,
rasanya mencintai namun
bertahan untuk tidak memiliki?
bertahan untuk tidak mengungkapkan?
Percayalah, ini lebih buruk dari sekedar...
Patah Hati.
Read More..
Tuesday, November 11, 2014
|
By Rivki Novita Putri
Haii November,
Sepuluh hari berjalan di bulan ini tak ada pekerjaan yang kupikirkan, ini sedikit menyenangkan dan yaaahh benar-benar membuatku agak nyaman untuk saat ini. Yap, per 1 November kemarin aku sudah resmi mengundurkan diri dari perusahaan tempatku bekerja, PT Vads Indonesia. Next aku akan melebarkan sayapku ke perantauan yang agak lebih jauh lagi, Jakarta, orang bilang ini adalah the biggest city di Indonesia. Kota metropolitan yang nyatanya benar-benar metropolitan.
Banyak teman yang meragukan aku hidup di kota besar itu, tapi kuabaikan. Mmm... aku terima perkataan dan nasehat mereka, tetapi aku lah yang akan menjalaninya. Kenapa meragukanku? Entahlah. Karna aku tidak pernah keluar dari Jogja? Karna Jakarta macet? Karna aku jarang bepergian jauh? Karna aku wanita? Semanja itu kah aku dihadapan kalian? Terimakasih, aku menghargainya, tapi sekali lagi, aku yang akan menjalaninya. Aku belum mencoba dan aku akan mencoba. Itu yang akan aku lakukan.
Seorang kawanku mengatakan ini padaku, "semakin kita dewasa, kita itu levep up, harus bisa menghadapi, yang nggak mau maju biasanya bukan meng-upgrade skill, tapi mengintimidasi yang lain", itu yang membuatku termotivasi untuk mengabaikan beberapa teman yang meragukanku. Terlebih lagi keluargaku mendukung sepenuhnya apapun pilihanku, asal itu baik dan bermanfaat. Siapa tau ketemu jodoh disana, duuhh balik lagi ke masalah itu, hahaha.
Ngomong-ngomong soal jodoh, sudah tahun keberapa ini? Tahun keberapa aku menulis di blog saat ulang tahunku dan aku masih sendiri? Rasanya sudah banyak tahun (LOL). Mmm,, setelah iseng-iseng ku-review blogku, ini sudah tahun keempat. Ya Tuhan, sudah empat tahun Tuhan *mewek*. Masa iya aku harus sebut satu-satu yang udah pernah deket sama aku dan sebelum aku miliki mereka udah pergi duluan *meweklagi*.
Baik, tahun ini aku nggak akan minta dipertemukan dengan laki-laki jodohku. Mungkin semua laki-laki yang Kau "pertemukan" padaku adalah jodohku, tinggal mana yang ingin kupilih. Kali ini aku akan mengubah pertanyaanku, "Tuhan, beri aku ide, dalam doaku siapa yang harus kusebut?"
Hai Vita, Happy Birthday, semoga di tahun ke-25-mu, Tuhan memberimu seorang laki-laki yang akan bertanggungjawab atasmu.
Read More..
Wednesday, October 01, 2014
|
By Rivki Novita Putri
Katanya September ceria, ternyata tidak seceria apa yang dikatakan orang-orang. Masih ingat dengan kesialanku dan kebodohanku seminggu lalu selama 2 minggu berturut-turut? Mmm.. nampaknya belum pernah kuceritakan disini. Oke, aku tuliskan saja mulai dari A-Z.
1. Kesialanku yang pertama adalah dapat jadwal onduty jam 5AM selama 8 hari berturut-turut dan dihari terakhir kerja sebelum cuti dapat jadwal jam 7PM.
2. Sick seminggu panas dingin nggak jelas, minum obat malah jadi nggak bisa tidur, akhirnya setelah "kerokan" badan lebih enak, tapi tetap panas dingin nggak jelas.
3. Dapat panggilan interview di Jakarta tanggal 19 September, tanggal 15 pesen tiket kereta bisnis dengan harga 270K, tanggal 17 baru sadar kalau tanggal tiket salah, harusnya pesen tanggal 18 sore tapi malah pesen buat tgl 19 sore. Akhirnya langsung ke stasiun dan change tanggal berangkat, kena charge 45K.
4. Tanggal 18 sore jam 17.40 kereta berangkat. Ketiduran, temen jemput jam 16.50, dan baru keluar kost jam 17.05. Sialnya macet dimana-mana dan nyampe stasiun kereta baru aja berangkat 4 menit lalu. Tiket hangus. Akhirnya cari tiket kereta selanjutnya, dapat tiket dengan harga 225K dan setelah dicek ternyata kereta ekonomi.
5. Dapat teman duduk di kereta yang nggak sopan, bapak-bapak tidurnya nggak sopan (nggak liat ya di depannya cewek), hampir aja ketendang kakinya pas aku tidur gara-gara kakinya disandarin di kaca kereta dan melorot.
6. Kereta harusnya sampai di Pasar Senen jam 02.17, tetapi baru sampai di Pasar Senen jam 4.30. Damn!
7. Temenku yang aku tumpangin kostnya, udah bilang "kunci kost jangan lupa dibawa vit", dan kunci ditaruh di meja kemudian dia berangkat kantor duluan. Aku berangkat dan aku lupa bawa kunci kost. Pada akhirnya aku nggak bisa masuk ke kost karena ibu+bapak kost pergi dan kost dikunci rapet banget. Dua kali aku balik ke kost dan belum ada yang pulang. Akhirnya baru bisa ambil barang-barangku malem habis maghrib.
8. Keesokan harinya, berangkat ke bandara sama kakakku, mungkin karna kita terlalu nyantai, makan-makan dulu di bandara, akhirnya aku denger "panggilan terakhir" untuk pesawatku dan aku harus lari buat ngejar bus-nya. Nyaris ketinggalan pesawat.
9. Sampai di Jogja, di kost, mood yang awalnya sudah membaik, tiba-tiba jadi suram lagi.
10. Masuk kamar, bau kamar sudah nggak enak. Curiga, buka kulkas ternyata lampu kulkas mati. Damn! Ternyata kabel yang kucabut bukan kabel PC dan kawan-kawannya, tapi kabel colokan kulkas. Akhirnya kubersihkan semua isi kulkasku.
11. Online dan cek pengumuman CPNS, entah bagaimana aku bisa buka pengumuman yang aku cari seminggu lalu yang nggak kutemukan, pengumuman jadwal dll seleksi CPNS. Lamaran yang harusnya kubawa sendiri ke kantor, aku kirimkan via POS dan lamaran ditolak, sehari kemudian ibukku telp dan bilang bahwa lamaran CPNS ku sudah dikembalikan ke rumah.
12. Belum selesai sampai disana, niatnya makan malam dengan temenku di Terminal Concat. Entah kenapa aku bisa jatuh dari motor pas mau parkir. Jatuhnya ke kiri tapi sakitnya di bagian kanan, begitu juga temenku.
Oke, that's all and I hope that's enough for me. Itu bener-bener kebodohan yang bikin aku muak. Anehnya saat semua itu terjadi, aku nggak ngrasain apapun, flat, marahpun tidak, semua terasa biasa dan aku merasa maklum, entah apa yang kumaklumi. Semua orang marah dan gregretan sama tingkahku dan aku merasa just so so, you know? Seperti tak terjadi apapun dan aku tampak seperti orang linglung.
Ada sebuah jawaban yang aku temukan setelah dinner bareng temenku semalam. Tentang kebodohanku selama dua minggu itu.
1. Aku sudah teramat bosan dan jenuh dengan rutinutasku di kantor.
2. Mati rasa yang kurasakan lagi, meski aku dekat dengan seseorang, tetapi itu sama sekali tak mengobati mati rasaku. Hati dan hidupku terasa hambar lagi.
3. Seseorang mengatakan padaku ketika aku berada di kereta saat perjalanan menuju Jakarta, "hidupmu sudah lengkap, ada keluarga, teman, sahabat yang sayang sama kamu, kurang apa lagi? jangan merasa kesepian lagi". Saat itu aku menjawab, "kurang kamu, hidupku belum sempurna sebelum ada kamu". Air mataku menetes saat menjawabnya, tak kupedulikan orang-orang di sekitarku. Itu jawaban spontan, "kamu" yang kumaksud entah "kamu" orang yang sedang chat denganku, atau "kamu" orang lain yang tak kutahu siapa. Ketika kalian merasa bahwa hidupku sudah sempurna, aku merasa tidak. Di "kesempurnaan" hidupku, aku merasa kesepian. Kesepian yang tak kutahu sebabnya.
4. Kesepian yang tak ku tahu sebabnya itu mungkin sudah terjawab semalam, kesepian itu ada karna aku butuh seseorang yang bisa menjagaku, menopangku, memberiku semangat, orang yang bisa membuatku bertahan untuk tetap berada disini, ditempat yang sama dengan orang itu, berjuang bersama, dan orang yang bisa membuatku menjadi diri sendiri untuk menikmati hidup ini.
Read More..
Tuesday, September 30, 2014
|
By Rivki Novita Putri
Dear No One, song by Tori Kelly
I like being independent
Not so much of an investment
No one to tell me what to do
I like being by myself
Don’t gotta entertain anybody else
No one to answer to
But sometimes, I just want somebody to hold
Someone to give me their jacket when its cold
Got that young love even when we’re old
Yeah sometimes, I want someone to grab my hand
Pick me up, pull me close, be my man
I will love you till the end
So if you’re out there I swear to be good to you
But I’m done lookin’, for my future someone
Cause when the time is right
You’ll be here, but for now
Dear no one, this is your love song
I don’t really like big crowds
I tend to shut people out
I like my space, yeah
But I’d love to have a soul mate
God will give him to me someday
& I know it’ll be worth the wait
So if you’re out there I swear to be good to you
But I’m done lookin’, for my future someone
Cause when the time is right
You’ll be here, but for now
Dear no one, this is your love song
But sometimes, I just want somebody to hold
Someone to give me their jacket when its cold
Got that young love even when we’re old
Yeah sometimes, I want someone to grab my hand
Pick me up, pull me close, be my man
I will love you till the end
So if you’re out there I swear to be good to you
But I’m done lookin’, for my future someone
Cause when the time is right
You’ll be here, but for now
Dear no one, this is your love song
Read More..
Friday, July 25, 2014
|
By Rivki Novita Putri
Pernah nonton film Perahu Kertas? Atau denger soundtrack-nya aja deh. Trus film 5 CM? Dua film itu menceritakan tentang persahabatan antara pria dan wanita. Dimana si pria dan wanita awalnya tidak mau mengakui perasaannya atau tidak sadar pada perasaannya sendiri. Perasaan sayang kepada lawan jenis pada orang yang dianggap (katanya) sahabatnya sendiri. Kemudian ketika kedua-duanya menjalin hubungan dengan orang lain, disaat yang sama masing-masing menyadari perasaan tersebut. Kurang lebih seperti itu.
"mencari-cari tambatan hati, kau sahabatku sendiri..."
Ini sepenggal dari lirik Perahu Kertas.
Sebelum ini aku juga pernah beradu pendapat dengan beberapa temanku tentang persahabatan pria dan wanita. Ada yang bilang, itu memang ada, tetapi kebanyakan berpendapat bahwa persahabatan pria dan wanita itu tidak ada.
Pria dan wanita tidak akan bisa pure bersahabat, yang pure bersahabat adalah pria dengan pria, atau wanita dengan wanita. Hellooo... hari gini jamannya gemerlapan cahaya kaliii... sesama jenis aja bisa saling suka, apalagi pria dan wanita yang notabene sudah kenal satu sama lain.
Nggak usah nyari orang lain deh, aku aja kayak gitu. Secara, kalau ada orang yang selalu ada buatmu, ngerti kamu luar dalam (red: sifat), perhatiannya nglebihin seorang ibu, bahkan dengan melihat gelagatmu saja dia sudah tahu apa yang sebelumnya kamu lakukan, masa iya kamu nggak akan ngerasa sesuatu sama dia?
Buat aku, mulut hanya bisa berucap, tapi mata dan gerak tubuh bisa mengatakan segalanya. Sepandai-pandainya mulut berucap, mata dan tubuh tak akan pernah bisa berbohong. Semakin lama persahabatan antara pria dan wanita, semakin sesuatu pula hubungan itu. Kamu hanya punya dua mata untuk melihat dirimu sendiri tapi jangan lupakan orang-orang yang setiap hari selalu berada di sekitarmu. Penglihatan mereka akan lebih tajam dari apa yang kamu lihat dari dirimu sendiri, meskipun kamu berkata "tidak".
Mungkin iya, salah satu dari mereka hanya menganggap sahabat, tapi salah satunya biasanya akan menganggap itu lebih dari sekedar sahabat. Entah disadari atau tidak disadari. Ada saatnya ketika si sahabat menemukan orang yang dia suka, maka salah satunya akan cemburu. Jealous donk kalau sahabatnya suka sama orang lain (LOL). Biasanya dikawal atau mengawal kesana kemari, eehhh mendadak sahabatnya dikawal atau mengawal orang lain :D. Sakitnya tuh di siniiii....
Pengalamanku, ketika seseorang mengatakan "tidak" dengan spontan dan terkesan meremehkan hal itu, maka itu adalah doa untuk dirinya sendiri. Berlaku juga untukku, banyak hal yang menjadi kenyataan ketika aku mengatakan "tidak".
.: tulisan ini terinspirasi dari cerita Lina Marmut tentang pacarnya, ehh mantannya, segelintir kisah hidupku, dan apa yang kulihat di sekitarku :.
Read More..
Saturday, July 19, 2014
|
By Rivki Novita Putri
Kegundahan ini sudah bukan yang pertama kalinya, ini sudah berkali-kali kualami dalam empat tahun terakhir ini. Tentang rasa sedih yang bercampur aduk tak menentu. Rasa yang tak ingin kurasakan tetapi tiba-tiba hadir di waktu yang entah tepat atau tidak, tapi bagiku tak ada waktu yang tepat untuk bersedih, hanya saja rasa itu terkadang selalu hadir sesuka hati. Rasa suka dan sayang yang sulit sekali kurasakan dan tiba-tiba menjadi hampa, sepi, tak membekas sedikitpun rasa bahagia di hati. Menyukai orang yang (mungkin) tak menyukai kita itu memang tak menyenangkan sama sekali. Terlebih lagi jika orang itu dekat dengan wanita lain, apapun itu statusnya (selain keluarga).
Dulu berbelanja bisa mengobati sedikit kegundahan dan kesepianku, tapi sekarang itu bahkan tak bergeming sedikitpun. Tak ada rasa lega seperti yang dulu kurasakan setiap melihat barang belanjaan berserakan di lantai kamar. Tak ada rasa bahagia, yang ada hanya kesepian yang makin menjadi. Aku tahu bahwa obatnya bukanlah belanja atau menghabiskan uang, tapi aku selalu menafikkan diri bahwa aku bisa menjalaninya sendiri, aku sudah biasa. Dan itu hanya salah satu cara untuk mengatasinya.
Kesepian adalah hal yang wajar buatku. Iya, bahkan kesepian menjadi wajar bagiku. Obat yang kuinginkan mungkin sama sekali tak pernah terbesit sedikitpun aku dipikirannya. Mungkin sekarang aku benar-benar menyukai orang ini, tapi aku hanya bisa menahan diri agar aku tak terjebak oleh permainanku sendiri. Agar aku bisa menjaga hatiku yang sebenarnya sangat rapuh jika kalian semua tahu. Di luar aku terlihat seperti seorang wanita yang kuat, tetapi sebenarnya aku juga sama seperti wanita lain yang bisa menangis ketika merasa sedih dan kesepian.
Kamu tak akan pernah tahu bahwa aku membutuhkanmu di sisiku, kamu tak akan pernah mengerti bagaimana aku bisa menyukaimu karna aku juga tak tahu bagaimana aku bisa menyukaimu, diantara semua yang mendekat hanya kamu yang kusuka, dan kamu tak akan pernah menyadarinya, karna setiap apa yang kukatakan padamu (mungkin) hanya kau anggap sebatas lelucon. Rinduku padamu juga hanya kau anggap sebatas rindu pada seorang teman. Aku tahu. Karna aku memang hanya seorang teman yang baru kau kenal.
Mungkin benar-benar sudah menjadi sugesti bagiku bahwa ketika aku menyukai seseorang, maka orang itu akan pergi, orang itu akan menjauh. Saat ini hal itu terjadi lagi. Mungkin karna salahku juga dia pergi. Sudah berapa bulan aku mengenalnya? Sembilan bulan aku mengenalnya, maka sembilan bulan pula aku akan bisa melupakannya dan bersikap biasa lagi dengannya. Bersikap bahwa kami benar-benar hanya berteman. Tidak lebih. Meski lebihnya ini hanya aku sendiri yang menganggapnya. Ya, aku sangat tahu seperti apa diriku dan hatiku.
Hari ini aku bertemu dengannya. Aku hanya bisa diam dan menundukkan pandanganku. Aku tak ingin melihatnya, aku tak ingin berbicara, karna itu hanya akan membuatku semakin sakit karna menyukainya. Ya, sesuatu yang sudah menyakitkan aku tak mau melanjutkannya. Aku ingin berhenti, berhenti menyukainya. Aku akan berhenti menyukainya. Tentu aku bisa, ini bukan pertama kalinya aku mengalaminya. Seharusnya aku sudah terlatih dengan perasaan yang seperti ini, meski aku sangat tahu bahwa ini bukan sesuatu yang mudah.
Aku hanya tahu, apapun yang terjadi padaku, aku tak boleh marah dan bersedih, karna itu adalah hal yang sudah tertakdirkan untukku. Aku tahu bersedih hanya akan membuang waktuku. Tapi, tak bolehkah aku bersedih? Tak bolehkah aku menangis? Ini hanya sesaat. Jadi, biarkan aku bersedih untuk sesaat dan meleburkan apa yang kurasa. Setelah itu akan kumulai dari awal lagi. Aku bisa.
Read More..
Monday, June 09, 2014
|
By Rivki Novita Putri
Apa yang kalian pikirkan tentang aku?
Seorang aku yang bahkan tak mengerti bagaimana aku.
Seorang aku yang bahkan tak mengerti apa yang aku rasakan.
Seorang aku yang ingin membenci diriku sendiri tapi tak bisa.
Aku kehilangan penglihatanku lagi,
aku kehilangan pendengaranku lagi,
aku kehilangan asaku lagi,
dan aku kehilangan rasaku lagi.
Ini adalah kesekian kalinya,
entah berapa kali pengulangan hal yang sama,
aku tak merasakan apapun,
pun aku tak berani melangkah.
Baru beberapa waktu lalu aku merasakan sesuatu yang indah,
merasakan sedikit getaran yang sangat ku rindukan.
Tapi sekarang, pagi ini, semua kembali hilang,
layaknya air bah yang menyapu sebuah bangunan rapuh,
dan rasa itu hanyut bersamaan dengan puing-puing bangunan.
Aku mulai tak peduli (lagi) dengan semuanya,
aku mulai mengacuhkan hatiku,
aku hanya ingin terdiam tak berkata,
dan hanya bisa tersenyum palsu.
Aku lelah dengan rasa ini,
rasa yang tiba-tiba datang dan pergi,
rasa yang tak bisa ku kendalikan,
rasa yang membuatku berhenti ber-asa.
Ketika aku merasa bahagia,
di saat yang sama aku juga merasa takut.
Ketika aku mulai berharap,
di saat yang sama pula harapan itu kembali pudar.
Apa yang sedang terjadi?
padaku,
pada hidupku,
pada hatiku.
Aku ingin bercerita,
aku ingin bersandar,
aku ingin seseorang tahu,
aku lelah.
Read More..
Wednesday, May 21, 2014
|
By Rivki Novita Putri
Hey kamu, seseorang yang pernah mengatakan kalimat ini padaku, "Jangan membuat orang lain jatuh cinta padamu jika kamu tak menyukainya", pernahkah kau berpikir bahwa aku akan jatuh cinta padamu? Pernah juga kah kau berpikir bahwa suatu saat nanti kau akan jatuh cinta padaku?
Akhir-akhir ini aku sering memikirkanmu, memikirkan kata-katamu, hingga pada akhirnya aku merasa kesepian lagi, merasa kesepian diantara sekian banyak orang di sekitarku, aku merasa sendiri. Rasanya hampa. Bahkan ketika handphone-ku mati pun, aku merasa biasa saja. Aku tak merasakan ketergantunganku lagi pada handphone itu. Ada handphone ataupun tidak, buatku sama saja.
Apa benar aku menyukaimu? Aku tak yakin. Aku tak tahu apakah aku jatuh cinta padamu atau tidak. Karna aku sendiri lupa bagaimana caranya mencintai seseorang. Aku lupa seperti apa rasanya. Setahuku, jatuh cinta itu menyenangkan. Tapi kenapa saat ada kamu dipikiranku hatiku jadi sakit? Siapa yang menyakitinya? Aku yakin bukan kamu yang menyakitinya. Bahkan kamu tak melakukan apapun padaku. Kamu juga tak menyentuhku sedikitpun. Hatiku sakit dengan sendirinya ketika aku berpikir tentangmu. Kenapa?
Sepertinya sampai saat ini aku masih berpikiran bahwa ketika aku mulai mencintai seseorang, orang itu akan pergi meninggalkanku. Pun dengan apa yang kurasakan padamu. Aku takut kamu akan pergi ketika tahu bahwa aku menyukaimu. Aku takut akan menyakitimu jika aku menyukaimu. Aku masih takut untuk jatuh sakit lagi. Pada akhirnya pikiranku lah yang menyakiti diriku sendiri. Aku sangat tahu itu.
Jika aku benar jatuh cinta padamu, bisakah kamu mengobati rasa sakitku? Atau kamu akan pergi? Tapi mungkin, sebelum kamu pergi, aku yang akan pergi terlebih dahulu. Aku belum siap untuk sakit (lagi). Tapi percayalah, ada sedikit rasa suka di hatiku buat kamu, itulah sebabnya kenapa aku selalu memikirkanmu, mm.. bukan memikirkan, tetapi kepikiran kamu.
Aku akui, kadang aku cemburu dengan teman-temanmu. Iya, aku cemburu. Kalian sangat (terlalu) dekat. Tapi tak ada yang bisa kulakukan karna aku bukan siapapun dihadapanmu. Aku hanya seorang wanita yang memanggilmu "kakak", tak lebih dari itu. Dan lebih baik aku pendam saja rasa sukaku, karna aku juga tak yakin, aku tak yakin (jika kamu juga menyukaiku) aku bisa membuatmu bahagia sebahagia kamu jika bersama teman-temanmu. Bahkan aku tak yakin kamu juga menyukaiku. Aku tak yakin kamu bisa menerimaku apa adanya. Entahlah, aku hanya tak yakin pada diriku sendiri. Bisakah kamu meyakinkanku?
Tolong, jika kamu membacanya, segera lupakan. Itu saja.
Read More..
Monday, February 10, 2014
|
By Rivki Novita Putri
Ini tentang sebuah perjalanan dua orang perempuan yang berjuang untuk menjadi seorang wanita, wanita yang (mungkin) akan melangkahkan step pertama ke sebuah gerbang bernama kedewasaan.
Apa yang akan kau lakukan jika, dari hidup yang sama sekali tak pernah punya masalah besar dan rumit, tiba-tiba ada masalah datang, tak cukup satu, empat masalah datang bersamaan. Masalah dari sisi kuliah/ kerjaan, pacar/ teman dekat pria, teman sepermainan, dan orang tua.
Keempat masalah itu membaur menjadi satu. Layaknya sebuah sasaran tembak yang digempur dari empat arah sekaligus. Kalian tidak akan pernah bisa membayangkan bagaimana rasanya jika kalian menjadi kami, jika kalian belum mengalaminya sendiri. Mungkin kalian hanya akan mengatakan satu kata untuk kami, sabar. Yah, itu adalah kata klasik untuk menunjukkan empati seseorang pada orang yang sedang terkena musibah. Kami terima empati itu untuk satu orang pertama yang mengatakannya, selanjutnya kata itu hanya akan masuk ke telinga satu dan akan keluar dari sisi yang lain.
Cerita kami memang berbeda pelaku, tapi tak usah ditanya untuk beberapa cerita, cerita kami sama, apa yang telah kami alami intinya sama. Di sini tidak akan diceritakan secara detail apa yang telah kami alami, karna itu akan butuh ratusan bahkan ribuan page agar semua kejadian tertulis di sini. Yang jelas buat kami seburuk-buruknya keadaan adalah waktu itu, bermula tahun 2010, dan mencapai puncaknya di tahun 2011 sampai 2013, dan tahun 2014 ini adalah sisa-sisa harapan kami. Tahun itu adalah tahun-tahun terburuk yang pernah kami alami dan mungkin suatu saat nanti akan menjadi tahun terpenting buat kami, tahun terpenting karna telah berjasa mendewasakan kami.
Berbeda cara kami menjalani kehidupan itu. Sahabatku tiba-tiba menghilang tanpa kabar, mmm.. sori, masih adalah kabar, tapi hanya sekedar kabar, "aku baik-baik saja" dan beberapa slentingan dari orang-orang di sekitarku tentang dia. Dan aku? Entah menurut orang lain aku menghilang atau tidak, tapi yang jelas, aku berusaha menjalaninya, sesulit apapun itu. Orang lain mungkin akan melihatku baik-baik saja, tapi itu adalah perjuanganku untuk membuat semuanya terlihat baik-baik saja.
Kalian tahu? Saat itu rasanya seperti tercekik dan terpenjara dalam satu keadaan, putus asa, penyesalan, sakit hati, semua beradu menjadi satu dalam satu waktu. Tak tahu harus melangkah kemana. Berusaha yakin bahwa Tuhan akan memberi jalan, tapi keadaan tak kunjung berubah. Hidup enggan matipun segan. Ingin bunuh diri tapi ingat dengan dosa yang sudah dilakukan, ingin teriak "lebih baik Kau bunuh aku Tuhan", tapi takut mati. Bersyukur kami masih punya iman. Hal terbaik saat itu adalah kami masih bisa makan.
Saat itu aku benar-benar berpikir bahwa aku ingin kembali ke masa kanak-kanakku, ke masa dimana aku tak perlu memikirkan apapun, tak perlu ribet dengan urusan dunia dan hanya perlu bermain dengan bahagia.
Selama 2 tahun, pertemuanku dengan sahabatku bisa dihitung dengan jari dan awal 2013 aku bertemu lagi dengan sahabatku setelah sekian lama, dan itulah akhir dari penepian kami masing-masing. Kami kembali dan saling menguatkan, itu yang terpenting.
Yang bisa kami simpulkan dan kami pelajari dari beberapa masalah yang kami alami adalah Tuhan sedang mengajarkan cara untuk bertahan.
Secara pribadi aku sadar, saat itu aku benar-benar berusaha bertahan. Mengikuti irama kehidupan tanpa ada perlawanan. Bukan tak berani melawan, tapi karna tak tahu harus melakukan apa. Sampai saat ini aku hanya bertahan, bertahan sampai bisa tahu apa yang harus kulakukan. Bertahan memang jalan yang tepat, dan ini sangat menguras tenaga dan pikiran.
Tak mudah untuk merasakan hidup lagi setelah kejadian-kejadian itu. Kalian tahu, sakit yang sebenarnya adalah ketika kau tidak merasakan sakit sama sekali. Orang-orang menyebutnya dengan mati rasa.
Mungkin ini adalah fase pertama untuk menjadi dewasa. Aku yakin, semua orang mengalami fase ini dengan permasalahan masing-masing dan mendapatkan hidayahnya masing-masing.
Dan saat ini Tuhan sedang mengajarkan kami untuk berjalan kembali. Berjalan kembali dengan pribadi yang berbeda. Kami berusaha untuk menutup kenangan silam yang seharusnya sudah expired (tapi entah kenapa tanggal expired selalu diperpanjang). Meski kami tak bisa menutupnya rapat-rapat, tapi itu adalah usaha kami. Orang gaul bilang, kami harus bisa move on dari masa lalu kelam. Saat ini kami berani memutuskan untuk berusaha membuka lembaran baru dan mengikhlaskan apa yang telah terjadi.
Semoga orang-orang (mungkin bagian ini lebih ditujukan bagi pria yang akan menemani hidup kami suatu saat nanti -entah siapa-) bisa menerima kami apa adanya, menerima masa lalu kami, menerima kami tanpa harus menyuruh kami menjadi waras terlebih dulu, karna saat ini kami sudah benar-benar gila :) Dan kami butuh orang yang nggak ribet untuk menerima hidup kami yang sudah cukup ribet ini. Butuh penyuka barang antik untuk sesuatu yang antik pula.
Dan inilah awal dari lembaran baru kami :) Hope everything will be okay.
Read More..
Thursday, January 23, 2014
|
By Rivki Novita Putri
Seseorang mengatakan satu hal padaku semalam. "Jangan membuat orang lain jatuh cinta padamu jika kamu tak menyukainya". Kalimat itu sontak membuatku lemas dan mati langkah, handphone pun rasanya tak kuat kupegang. Bukan lebay, tapi itu benar yang kurasakan semalam. Antara ingin menangis tapi disampingku ada ibuku tidur dengan pulas. Jadi apa aku harus menangis?
Apa yang membuatku ingin menangis? Pertama, karna kata-katanya benar, kedua karna aku tak tahu lagi apa yang harus kulakukan. Kenapa aku bisa mengatakan ini? Karna sebelumnya, ibuku sudah kembali menanyakan "Sudah dapat pacar belum? targetnya 2 tahun kan? Ini tinggal 10 bulan lagi". Yah, flashback kesepakatan dengan ibuku saat ultahku di tahun 2012. Aku bilang padanya 2 tahun lagi aku pasti sudah punya calon. Dan ternyata ibuku mengingatnya. Rasanya nggak enak. Sebenernya aku nyantai, aku hanya ingin menjalani hidupku seperti air yang selalu tahu kemana dia harus bermuara.
Kembali lagi kebahasan semula. Mengenai alasan pertama, bahwa kalimat itu benar adalah tentu aku akan menjadi orang yang sangat jahat sekali jika aku membuat orang lain jatuh cinta sedangkan aku tidak menyukainya. Analoginya, ketika aku sudah terpojok, berdiri diantara jurang dan daratan, sedangkan ada satu hal yang membuatku tak bisa kembali ke daratan, dan hanya ada satu orang disana yang bisa menolongku supaya tak jatuh ke jurang. Sebagai balas budi aku mencoba untuk mencintainya. Tapi aku gagal, sedangkan aku sudah berhasil membuatnya jatuh cinta padaku. Bukankah itu menyakitkan baginya? Aku pasti akan dianggap memainkan perasaannya.
Alasan kedua, saat ini memang benar aku tak tahu apa yang harus aku lakukan. Aku tak punya ide apapun. Kenapa? Karna kalau aku hanya main-main dan hanya ingin mencoba kembali dengan berbekal pemikiran "yang penting segera move on dengan siapapun orangnya, siapapun yang ada di depanku", aaaahhhggg, that's a shit think. Itu konyol. Aku nggak mau seperti itu.
Jadi apa yang harus aku lakukan? Selain mati rasa, rasanya aku jadi mati langkah. God, tolong beri aku ide, apa yang harus aku lakukan agar aku dan orang lain tidak terluka. Karna Kau jelas tahu, apa yang aku butuhkan tak selalu sama dengan apa yang aku inginkan. Mati gaya, God, please.
Read More..
Thursday, January 23, 2014
|
By Rivki Novita Putri
Lagu ini mewakili apa yang aku rasakan sekarang. Sebenernya nggak juga sih, tapi iya, hanya saja,, aahhh... rasanya bosan, ketika ini terjadi lagi "When you get what you want, but not what you need". One of a shit things yang sering aku rasain. Oke, aku emang dapet apa yang aku mau, tapi aku nggak dapet apa yang aku butuhin. Dan pada akhirnya aku merasa itu nggak penting, karna itu hanya untuk kesenanganku sesaat.
Meski aku sudah berusaha untuk memperbaiki dan mencoba kembali melakukan yang terbaik untuk "membangun" diriku kembali, mencoba belajar dari kesalahan yang pernah terjadi, tapi rasa takut untuk mencoba kembali, takut untuk mencintai, takut untuk kehilangan, dan takut untuk menangis, beradu menjadi satu. Dimana itu membuatku lebih lama beranjak, dari yang sudah orang lain lakukan. Dan sekarang aku benar-benar rindu, rindu berimajinasi tentang apa yang benar-benar aku butuhkan.
Well, sebenernya aku tahu apa yang aku butuhkan, hanya saja aku takut mengatakannya dan aku takut untuk mengejarnya. Aku takut gagal. Tapi aku selalu mencoba, mencoba untuk menyakinkan diriku sendiri, bahwa aku bisa, aku tak seburuk apa yang aku pikirkan.
Satu yang perlu kalian tahu, bahwa bicara dan menulis itu sangatlah mudah :)
Dan inilah, Fix You yang dipopulerkan oleh ColdPlay, lagu lama, tapi sangat menyentuh. Mungkin hanya buatku.
When you try your best, but you don't succeed
When you get what you want, but not what you need
When you feel so tired, but you can't sleep
Stuck in reverse
And the tears come streaming down your face
When you lose something you can't replace
When you love someone, but it goes to waste
Could it be worse?
Lights will guide you home
And ignite your bones
And I will try to fix you
And high up above or down below
When you're too in love to let it go
But if you never try you'll never know
Just what you're worth
Lights will guide you home
And ignite your bones
And I will try to fix you
Tears stream down your face
When you lose something you cannot replace
Tears stream down your face
And I...
Tears stream down your face
I promise you I will learn from my mistakes
Tears stream down your face
And I...
Lights will guide you home
And ignite your bones
And I will try to fix you
Yeah, sempat meneteskan air mata ketika mendengar lagu ini. Just a little bit. Hanya karna menjiwai sebuah peran yang sampai saat ini, aku yakin, aku masih sanggup untuk menjalaninya.
Read More..
Wednesday, January 22, 2014
|
By Rivki Novita Putri
Sebelum ini aku sempat memposting bahwa aku pacaran dengan seseorang di kantor. Ya, mungkin. Tapi aku bener-bener sanksi, apakah aku benar-benar pacaran dengannya atau tidak. Tak ada sama sekali kesepakatan. Mungkin hanya aku yang beranggapan bahwa aku sempat menjadi pacarnya.
Sudah dua kali aku ditanya oleh dua temanku sejak memutuskan untuk pergi dari orang itu, "terakhir pacaran kapan?" Kujawab 3 tahun lalu. Entahlah, itu jawaban spontan. Dan aku tak tahu kenapa aku bisa menjawab 3 tahun. Mungkin karna aku benar-benar tak yakin atas hubunganku dengan orang yang terakhir. Mungkin karna kami hanya main-main.
Aku jadi sedikit muak dengan diriku sendiri. Aku benar-benar ingin menyudahi hidup seperti ini. Bantu aku, Tuhan...
Read More..
Friday, January 17, 2014
|
By Rivki Novita Putri
Aku pernah mengatakan suatu hal ketika kita masih bersama. Sebagai seseorang yang berhubungan cukup dekat denganmu, sedikit banyak aku tahu bagaimana kehidupanmu. Mesti itu hanya satu dari bagian terkecil cerita hidupmu. Tapi aku tahu.
Aku masih ingat, entah kapan aku pernah mengatakan satu hal padamu di sela-sela istirahatku yang terhitung maju selama 15 menit. Waktu itu suasana agak sepi, iya tentu, itu sudah mendekati jam 2 dini hari. Aku mengatakan, "aku mau lihat jalan hidupmu seperti apa, apa yang bisa membuatmu sadar dan berhenti untuk bermain-main, apa yang bisa benar-benar membuatmu bersedih?".
Aku mengatakan itu benar-benar spontan dan tak pernah sedikitpun terbesit dipikiranku sebelumnya, bahwa aku akan menanyakan hal konyol itu. Aahh,, tapi biarlah, aku memang ingin mengetahuinya. Mungkin dalam benakmu, kau berpikir bahwa aku mendoakanmu supaya kau terpuruk. Tapi itu tidak benar.
Satu bulan sejak aku menanyakan itu, aku tak tahu apakah perkataanku sudah (sedikit) terkabul atau belum, terakhir aku dengar kabarmu dari seorang kawan bahwa kamu putus dengan kekasihmu. Dan nampaknya kamu sedikit menjadi lebih pendiam, tidak seperti dirimu yang dulu. Begitukah keadaanmu sekarang? Atau kamu sedang bersandiwara?
Aku tak tahu apakah berita itu benar atau hanya seutas sandiwara yang biasa kau mainkan. Hanya saja jika itu benar, mungkin aku hanya akan melihatmu dari kejauhan dan berdoa agar kamu baik saja dan berubah menjadi lebih baik setelah kejadian ini. Aku turut berduka, iya, atas kesedihan dan kekecewaan yang tergambar di matamu. Namun, aku tak sampai hati pada diriku sendiri untuk menjejakkan kakiku kembali hanya untuk bertanya, "kamu baik-baik saja?". Pertanyaan itu, aku yakin sudah sering kau dengarkan. Aku hanya akan tersenyum dan menyapamu ketika sedikit waktu mempertemukan kita, akan tetap melangkahkan kakiku ke depan dan tak akan pernah mencoba untuk melihat punggungmu kembali.
Aku pernah menyukaimu dan sempat sedikit berharap bahwa aku akan menjadi satu-satu wanita di hidupmu pada saat itu. Tapi tak pernah sedikitpun terbesit dipikiranku, bahwa kamu akan menjadi pendamping hidupku suatu saat nanti. Dan sekarang, langkahku adalah kedepan, aku akan mencoba tersenyum lebih pada orang yang berada di depanku.
Read More..
Tuesday, November 12, 2013
|
By Rivki Novita Putri
Happy birthday akuuu
Happy birthday akuuu
Happy birthday akuuu
Happy birthday akuuu
Selamat ulang tahun buat aku. Buat 24 tahunku hidup di dunia ini. Buat segala yang aku miliki sekarang. Dan sekali lagi, happy birthday for me.
Pertama, Allah SWT, subhanallah sekali. Seberapapun besar dosaku, "maksiat" yang pernah kulakukan, yang nggak bisa kuukur menggunakan alat apapun, seperti timbangan, termometer, meteran kayu, dan lain sebagainya, Allah masih mau berada di sampingku. Allah masih melindungiku. Semuanya, Allah masih menganggapku ada. Terimakasih God, terimakasih telah selalu ada di hatiku. Terimakasih telah memberiku beberapa pikiran logis akhir-akhir ini. Terimakasih.
Kedua, tentu buat orang tuaku. Selalu dan utama. Tiap hari juga selalu doa buat orang tuaku. Yang udah baik banget besarin aku sampai segedhe ini. Yang sampai sekarang masih selalu aku repotin. Dan yang nggak akan pernah bisa kuhitung seberapa besar kebaikan mereka buat aku. Itu nggak akan pernah selesai jika aku menerapkan ilmu matematika di sini. Karna kebaikan mereka tak terbatas, selayaknya kamu menghitung berapa banyak sudut yang dimiliki oleh sebuah lingkaran.
Ketiga, kakak dan adikku. Tambahan satu keluarga lagi, yaitu kakak iparku. Cieee,, sekarang aku dah punya kakak cewek looohhh. Mereka juga subhanallah sekali buat aku.
Keempat, buat aku. Kereeenn banget aku bisa bertahan hidup sampai sekarang. Kalau bukan karna Allah, itu mustahil. Semua ke"galau"an ku selepas aku beranjak dewasa dan sudah mulai memikirkan apa itu "hidup", jika bukan karna kehendak dan kuasa Allah, aku pasti nggak akan bisa melewatinya. Thanks God, You are my everything.
Kelima, Lina. Ini sahabatku. Nggak ada orang lain di Jogja yang bisa kuuber-uber selain dia. Entah saat seneng, sedih, marah, kecewa, semuanya. Dan tahun ini, kado yang dia kasih super aneh semua, ada go commando (celana dalam dan BH), sepasang sendok dan garpu dengan doraemon sebagai wadahnya, dan white rubik. Oke, menurutnya semua barang itu ada filosofinya. Go commando, artinya dia dah tau banget aku luar dan dalam. Sepasang sendok dan garpu, artinya sahabat yang tak terpisahkan (Amin), untuk doraemon, itu karna dia suka banget doraemon (ini alasan paling nggak nyambung). Dan white rubik, hidup itu penuh lika-liku, kamu harus menempuh perjalanan yang panjang dan perjalanan panjang itu adalah doamu, kamu akan merasa jenuh, merasa sulit, merasa bosan dalam setiap langkahmu, itu adalah proses, dan ketika kamu telah mendapatkan akhir dari perjalananmu, kamu akan merasa sangat sempurna dengan pengalaman yang sudah didapatkan. Ketika itu terjadi, akan ada permulaan-permulaan baru lagi, dengan hidup yang baru dan langkah yang baru pula. Menurutnya aku bisa mainin permainan itu disaat senggangku sambil menunggu jodoh yang tak kunjung datang (filosofi macam apa ini???).
Keenam, Rian. Heh, stop ya. Udah cukup, sampai di sini saja. Usiaku udah 24 tahun dan kamu 30 tahun (seharusnya). Aku harus move on dari semua pikiran tentangmu. Harus. Karna aku nggak akan mungkin memikirkan kamu seumur hidupku. Kamu punya hidup sendiri, begitupun denganku. Apa yang sudah kamu beri, itu adalah kenangan buatku. Dan itu akan membantuku untuk melangkah lebih baik ke depan. Terimakasih untuk 8 tahun ini.
Ketujuh, mantanku sekantor yang aku sayang. Kamu baik banget sama aku, tapi sayangnya aku merasa kamu bukan pilihan yang tepat untukku. Lagian percuma kan beib, aku dapat ragamu tapi aku nggak dapat hatimu 100%. Itu kan sakit banget beib. Kuharap kita berdua bisa menemukan pilihan yang tepat untuk masih-masih yaa. Heh, kita belum saling tukar-tukaran kado yaah.
Kedelapan, buat team Khoiri yang paling oke banget. Salut deh buat kalian. Biasanya GM cuma makan-makan doang, eh sekarang naik-naik ke puncak gunung, tapi belum keburu sampai puncak, kaki udah pada gemeteran. Hahaha.. jadi cuma bisa sampai pos 1 Gunung Purba saja. Tapi nggak apa lah. Yang penting kebersamaannya. Seneng banget aku di ultahku ini ada kalian yang nemenin aku. Semoga doaku yang kalian amini di pos 1 Gunung Purba itu, segera tercapai. Amiiiinnnn...
Kesembilan, buat semua sahabatku, Usi, Kiki Riski, Vian, Kyana, Idoz, Sadita, kuharap benar-benar tak ada reminder di hari ultahku ini di hape atau kalender kalian. Makasih banget atas doa dan support-nya. I love u all.
Kesepuluh, buat temen-temen kantorku yang tiap hari ketemu sampai bosen. Tetap semangat buat kalian semua. Kalian adalah keluargaku saat ini yang paling sering berada di sampingku. Kalian yang terbaik.
Dan kesebelas, buat temen-temen facebook dan twitter yang udah ngucapin, makasih banget doanya kawan.
Sekali lagi, happy birthday aku, selamat menjalani usia 24.
Read More..
Sunday, November 10, 2013
|
By Rivki Novita Putri
"bukan nggak bisa move on dari orangnya, tapi sulit move on dari kenangannya.
contoh, nggak ada lagi yang bakal nyetem'in gitar gw lagi. fiiuuhh.."
Gara-gara status ini di facebook, sahabatku bilang, "lu kenapa? lu masih suka sama dy? lu kangen ma dy?" dan aku cuma bisa senyam senyum nggak jelas dan yang terucap di mulutku cuma "mbuuuhh,".
Eh malah dipanjangin ma dy, "lu nyesel putus ma dy? lu pengen balikan ma dy?" reflek kujawab, "nggak,".
Apa coba maksud pembicaraan itu? Hahaha...
Oke, begini ceritanya, sabtu kemaren aku bosen banget, ngeliat gitar di depan mataku rasanya pengen banget mainin tu alat. Aku emang nggak bisa maen gitar, kan lagi belajar. Akhirnya kuambil aja deh tu gitar, kukeluarin dy dari sarungnya. Pas neken beberapa kunci, jreng, eehh.. suaranya kemana-mana. Aduuhhh,, nggak enak banget didenger suaranya. Biasanya kalau kayak gitu, aku langsung sms si X, "yank, suara gitarnya nggak enak". Datang deh dy keesokan harinya. Sekarang, aku mau sms siapa? hahaha...
Kangen sama dy? Nggak tau ya,, mungkin iya. Masih suka sama dy, mungkin iya. Tapi emang kalo ditanya tentang nyesel atau nggaknya, tentu kujawab nggak nyesel. Ya emang nggak nyesel, ngapain coba nyesel segala, itukan pilihanku, keputusanku, ya itu lah yang terbaik buatku. Aku tau apa yang kumau kok. Masih pakai logika juga kok.
Ya, aku rasa wajar sih kalau habis kehilangan seseorang jadi rada2 galau nggak jelas gitu wajar. Seminggu dua minggu pasti udah biasa lagi. Biasa nggak smsan, biasa nggak ada yang merhatiin, biasa nggak ada yang ngapelin, serba biasa pokoknya. Hahaha... Badanku cepet kok kalo disuruh adaptasi. Jadi ya sewajarnya aja. Kecuali kalau status di sosial media, itu mah beda, harus lebay. Hahaha..
Read More..
Tuesday, November 05, 2013
|
By Rivki Novita Putri
Well, okay, ini tulisan tentang pacarku,, emm.. maybe sudah mantan. Ah aku juga tak tau apa statusku dengannya sejak pertama kali mengenalnya. Tak ada kesepakatan.
Pernah aku mengatakan padanya, "jika ingin mencari yang lain, carilah orang yang tidak kukenal, jangan temanku". Oke, aku rasa kalimat itu sudah sangat cukup jelas.
Aku tidak ingin percaya siapapun, ini sudah pernah kukatakan ditulisanku sebelumnya. Apa yang kulihat dan kurasakan, itulah yang kupercaya. Prinsip ini, apakah termasuk salah satu tanda meng"aku"kan aku? Kurasa tidak, salah, seharusnya tidak.
Banyak rangkaian kata terdengar di telingaku setiap hari, dari si A, si B, si C, dan sebagainya. Terlebih lagi setelah aku cuti 9 hari kemarin. Oke, telingaku panas, hatiku menciut, itu pasti. But, stay calm and no action. Aku hanya mendengarkan. Sampai seorang sahabatnya memberiku beberapa saran dan masukkan. Memberiku beberapa pandangan, yang sebenarnya itu memang sudah ada dipikiranku, dan dia sangat berjasa untuk menguatkan pikiran itu.
Semalam temanku mengatakan sesuatu tentang dia, sesuatu yang mungkin aku (tidak) menyukainya. Sudah kubilang, tolong jangan temanku. Aku memang sempat berpikir bahwa mereka mempunyai hubungan yang lebih. Tapi aku mencoba untuk tetap netral pada keadaan. Karna aku tak tau apakah pikiranku benar atau itu hanya perasaanku saja.
"Who am I?" Akhirnya pertanyaan itu muncul dipikiranku. Siapa aku baginya? Ahh,, shit with that question. Sebenarnya pertanyaan ini sangat ambigu. Buatku pertanyaan ini mengandung dua arti, apakah aku mulai menyayanginya? atau sukaku padanya (memang) tidak tulus?
Pertanyaan itu sedikit mengena bagiku, dan aku teringat pertanyaan sahabatnya, "kamu cinta sama dia kan?". Oke, aku mulai berpikir. Akhir-akhir ini aku sering memikirkannya, sering merasa sedih ketika tahu bahwa dia punya wanita lain di hidupnya. Aku sedih dan ini menyakitiku. Aku sadar, inilah fase dimana aku mulai menyayanginya.
Semalam, tanpa sengaja setelah temanku mengatakan sesuatu tentang dia, aku punya alasan untuk memulai keributan dengannya. Membuat sebuah alasan untuk menjauh dari hidupnya, tanpa dia harus tau seperti apa perasaanku yang sebenarnya. Yang dia cukup tau, adalah alasan awal kami memulai hubungan ini, just for fun, let it flow.
Cukup itu. Karna jika aku meneruskan hubungan ini, hanya aku yang akan selalu merasa sakit. Bodoh jika aku meneruskannya. Sudah jelas, susah payah aku membangun hatiku kembali dari keadaan mati rasa, aku tak ingin menghancurkannya lagi. Aku menyayangi diriku lebih dari siapapun. Jika tak ada orang yang benar-benar ingin melindunginya, aku sendirilah yang akan melindunginya, sampai saat tepat yang sudah dijanjikan oleh Tuhan datang padaku.
I choose my friend and I let go of my lover, I love you darl' but I love my self more,,
Read More..
Saturday, November 02, 2013
|
By Rivki Novita Putri
Summer after high school when we first met
We make up in your Mustang to Radiohead
And on my 18th Birthday
We got that chain tattoos
Used to steal your parents' liquor
And climb to the roof
Talk about our future
like we had a clue
Never plan that one day
I'd be loosing you
And in another life
You would be my girl
We keep for our promises
Be us against the world
And in other life
I would make you stay
So I don't have to say
You were the one that got away
I've been roaming around
Always looking down at all I see
Painted faces, fill the places I cant reach
You know that I could use somebody
You know that I could use somebody
Someone like you
Someone like you
And in another life
You would be my girl
We keep for our promises
Be us against the world
And in other life
I would make you stay
So I don't have to say
You were the one that got away
And in another life
(Someone like you)
You would be my girl
We keep for our promises
(Someone like you)
Be us against the world
And in other life
(Someone like you)
I would make you stay
So I don't have to say
(Someone like you)
You were the one that got away
dedicated to Andryan Firmansyah || covered by Alex Goot feat Chad
Read More..
Friday, November 01, 2013
|
By Rivki Novita Putri
Jam dinding itu masih terus berputar
Berdetak detik demi detik
Tak terasa waktu terus berjalan
Mengiringiku hingga sang fajar menyapa kembali
Delapan tahun hampir berlalu
November kembali bersimpuh
Seakan terdiam di depan layar bioskop
Ingatan itu kembali dimainkan oleh sang lakon
Jelas terekam kenangan itu
Kenangan di bangku SMA berasama sosok itu
Pahit dan manis sebuah cerita
Yang tercipta selayaknya sebuah takdir
Ini bukanlah takdirmu
Ini takdirku
Takdirku untuk selalu mengingatmu
Takdirku untuk selalu menunggumu
Selalu ada tulisan tentangmu
Selalu ada doa yang lebih untukmu
Karna aku benar-benar mengingatmu
Selalu, di bulan November
Apa yang akan kau beri?
Di tahun kedelapan ini?
Aku menantinya
Hadiah darimu
Read More..
Friday, September 27, 2013
|
By Rivki Novita Putri