Tuesday, November 11, 2014
|
By Rivki Novita Putri
Haii November,
Sepuluh hari berjalan di bulan ini tak ada pekerjaan yang kupikirkan, ini sedikit menyenangkan dan yaaahh benar-benar membuatku agak nyaman untuk saat ini. Yap, per 1 November kemarin aku sudah resmi mengundurkan diri dari perusahaan tempatku bekerja, PT Vads Indonesia. Next aku akan melebarkan sayapku ke perantauan yang agak lebih jauh lagi, Jakarta, orang bilang ini adalah the biggest city di Indonesia. Kota metropolitan yang nyatanya benar-benar metropolitan.
Banyak teman yang meragukan aku hidup di kota besar itu, tapi kuabaikan. Mmm... aku terima perkataan dan nasehat mereka, tetapi aku lah yang akan menjalaninya. Kenapa meragukanku? Entahlah. Karna aku tidak pernah keluar dari Jogja? Karna Jakarta macet? Karna aku jarang bepergian jauh? Karna aku wanita? Semanja itu kah aku dihadapan kalian? Terimakasih, aku menghargainya, tapi sekali lagi, aku yang akan menjalaninya. Aku belum mencoba dan aku akan mencoba. Itu yang akan aku lakukan.
Seorang kawanku mengatakan ini padaku, "semakin kita dewasa, kita itu levep up, harus bisa menghadapi, yang nggak mau maju biasanya bukan meng-upgrade skill, tapi mengintimidasi yang lain", itu yang membuatku termotivasi untuk mengabaikan beberapa teman yang meragukanku. Terlebih lagi keluargaku mendukung sepenuhnya apapun pilihanku, asal itu baik dan bermanfaat. Siapa tau ketemu jodoh disana, duuhh balik lagi ke masalah itu, hahaha.
Ngomong-ngomong soal jodoh, sudah tahun keberapa ini? Tahun keberapa aku menulis di blog saat ulang tahunku dan aku masih sendiri? Rasanya sudah banyak tahun (LOL). Mmm,, setelah iseng-iseng ku-review blogku, ini sudah tahun keempat. Ya Tuhan, sudah empat tahun Tuhan *mewek*. Masa iya aku harus sebut satu-satu yang udah pernah deket sama aku dan sebelum aku miliki mereka udah pergi duluan *meweklagi*.
Baik, tahun ini aku nggak akan minta dipertemukan dengan laki-laki jodohku. Mungkin semua laki-laki yang Kau "pertemukan" padaku adalah jodohku, tinggal mana yang ingin kupilih. Kali ini aku akan mengubah pertanyaanku, "Tuhan, beri aku ide, dalam doaku siapa yang harus kusebut?"
Hai Vita, Happy Birthday, semoga di tahun ke-25-mu, Tuhan memberimu seorang laki-laki yang akan bertanggungjawab atasmu.
Read More..
Wednesday, October 01, 2014
|
By Rivki Novita Putri
Sebenernya ini cuma ikut-ikutan aja sih, haha.. tapi okelah, itung-itung mengenang masa lalu dan koreksi diri sendiri.
1. Satu-satunya anak yg goldarnya O di keluarga yang sangat besar sekali.
2. Waktu SD cita-citanya jadi astronot dan selalu juara (meski juara 2 dan 3) di olahraga lari dan lompat tinggi. Sekarang? Jalan bentar aja capek dan mendadak lemes *efek kaki yang menua*.
3. Waktu SMP pernah nulis novel dan cerpen, suka gambar animasi kartun (sampe skg masih heran dan berpikir keras "dulu aku lebih kreatif dari sekarang, kemana semua itu hilang?").
4. Berhenti nulis pas SMA kelas 1 gara2 pernah nulis novel adventure, ada adegan si tokoh utama terluka karna diserang musuh, dan suatu hari di hari hujan dan rumah kosong ada seseorang telp ke nomerku dengan suara merintih kesakitan, seorang cewek yg mengaku bernama Saga (tokoh utama di novelku), langsung kututup telp dan seminggu kemudian PCku rusak dan file2ku hilang karna hardisknya juga ikutan rusak.
5. Suka basket sejak SMP, pas SMA barang wajib dibawa adalah bola basket. Tiap hari pulang sekolah selalu maen basket dulu sama temen-temen sampai kebentuk klub basket amatir namanya "StreetPlay", dan aku satu-satunya anggota cewek di dalamnya.
6. Cinta pertamaku pada orang yg bahkan sampai saat ini belum pernah kuliat wajahnya sejak SMA. Aku hanya mendengar suaranya saja dan sampai saat ini masih ingat betul bagaimana cara dia ngomong.
7. Waktu kuliah sering gonta ganti pacar, tapi sekarang udah terlanjur mati rasa, bahkan liat cowok cakep pun berasa biasa aja, hambar. Bahkan sakit hatipun terasa biasa saja. Untuk menghindari sakit hati, ada pikiran pengecut yang terukir jelas di hatiku, lebih baik meninggalkan daripada ditinggalkan.
8. Cinta pada pandangan pertama itu wajib, kalau pandangan pertama nggak ada gregetnya ya udah lewat.
9. Udah single 4th dan hampir putus asa cari pendamping, banyak cowok yg awalnya mendekat tiba-tiba pergi karna belum siap buat komitmen.
10. Entah kenapa mayoritas orang yg suka sama aku sudah punya pacar, dan itu alasan paling kuat buat bilang "tidak".
11. Tergila-gila sama jurnalistik sejak SMA, tapi tiba-tiba mati rasa juga pada jurnalistik hanya karna nggak mau mati sia-sia karna ungkap kebenaran (hmm,, apa coba, *mikir keras* >_< ).
12. Pernah berurusan sama psikopat yg ahli di dua dunia, dunia nyata dan gaib, bodohnya aku terperangkap dijebakan dua dunianya sampe tiap hari aku ngerasa parno, dan ternyata psikopat itu adalah teman dekatku, salah, mantan teman! Sejak berurusan sama psikopat jadi nggak bisa percaya sama orang lain, meskipun orang itu teman dekat. Selalu waspada dengan setiap pergerakan orang lain.
13. Punya grup namanya Troblemaker, isinya orang-orang aneh dan nggak jelas. Namanya juga Troublemaker, kebayang kan anggotanya seperti apa? Yes! Perusuh semua (LOL).
14. Dari sahabat-sahabat waktu kuliah, kebentuk grup namanya Pena Wisata. Isinya orang-orang yang doyan traveling dan buang-buang duit buat maen dan kuliner. Tempat berbagi dalam seneng maupun sedih.
15. Suka banget sama musik akustik dan suara angklung. Belajar maen gitar sejak 2013 dan sampai saat ini ZONK! Cuma apal kord dan nggak bisa gejrengnya *apa-apaan sih*. Paling suka sama grup band Naff, entah sejak kapan. Selalu nangis kalau denger lagu "Akhirnya Kumenemukanmu".
16. Nggak pernah bisa bohong, sekalinya coba bohong pasti ketahuan, sampai aku heran hidupku kenapa lurus banget. Dan nggak suka dibohongi, sekali dibohongi kepercayaan 90% luntur, bahkan bisa jadi nggak percaya sama sekali. Bisa benci setengah mati sama orang lain kalo dia pernah bohong sama aku, walau itu teman dekat sekalipun. Kalo sudah benci sama orang, sikap dan ucapku berubah kasar dan nggak akan bersikap friendly.
17. Akan jadi introvert ketika tidak nyaman dengan seseorang, dan jadi orang yang super cerewet dan manja ketika cocok dengan seseorang.
18. Cuek dan nggak peduli urusan orang lain, yg penting nggak ganggu hidupku aja.
19. Akan ingat hal sekecil apapun yg penting buatku, bahkan kejadian yg sudah bertahun-tahun lamanya, atau yg hanya kulihat dan diucapkan sekali oleh orang yg penting buatku.
20. Nggak suka segala macam dan bentuk hewan, termasuk kucing yang kata orang itu lucu dan imut-imut. Buatku imut adalah serigala (LOL). Tapi tetap saja aku nggak akan dekat-dekat dengan segala macam hewan meski itu cuma seekor ulet.
Read More..
Friday, July 25, 2014
|
By Rivki Novita Putri
Pernah nonton film Perahu Kertas? Atau denger soundtrack-nya aja deh. Trus film 5 CM? Dua film itu menceritakan tentang persahabatan antara pria dan wanita. Dimana si pria dan wanita awalnya tidak mau mengakui perasaannya atau tidak sadar pada perasaannya sendiri. Perasaan sayang kepada lawan jenis pada orang yang dianggap (katanya) sahabatnya sendiri. Kemudian ketika kedua-duanya menjalin hubungan dengan orang lain, disaat yang sama masing-masing menyadari perasaan tersebut. Kurang lebih seperti itu.
"mencari-cari tambatan hati, kau sahabatku sendiri..."
Ini sepenggal dari lirik Perahu Kertas.
Sebelum ini aku juga pernah beradu pendapat dengan beberapa temanku tentang persahabatan pria dan wanita. Ada yang bilang, itu memang ada, tetapi kebanyakan berpendapat bahwa persahabatan pria dan wanita itu tidak ada.
Pria dan wanita tidak akan bisa pure bersahabat, yang pure bersahabat adalah pria dengan pria, atau wanita dengan wanita. Hellooo... hari gini jamannya gemerlapan cahaya kaliii... sesama jenis aja bisa saling suka, apalagi pria dan wanita yang notabene sudah kenal satu sama lain.
Nggak usah nyari orang lain deh, aku aja kayak gitu. Secara, kalau ada orang yang selalu ada buatmu, ngerti kamu luar dalam (red: sifat), perhatiannya nglebihin seorang ibu, bahkan dengan melihat gelagatmu saja dia sudah tahu apa yang sebelumnya kamu lakukan, masa iya kamu nggak akan ngerasa sesuatu sama dia?
Buat aku, mulut hanya bisa berucap, tapi mata dan gerak tubuh bisa mengatakan segalanya. Sepandai-pandainya mulut berucap, mata dan tubuh tak akan pernah bisa berbohong. Semakin lama persahabatan antara pria dan wanita, semakin sesuatu pula hubungan itu. Kamu hanya punya dua mata untuk melihat dirimu sendiri tapi jangan lupakan orang-orang yang setiap hari selalu berada di sekitarmu. Penglihatan mereka akan lebih tajam dari apa yang kamu lihat dari dirimu sendiri, meskipun kamu berkata "tidak".
Mungkin iya, salah satu dari mereka hanya menganggap sahabat, tapi salah satunya biasanya akan menganggap itu lebih dari sekedar sahabat. Entah disadari atau tidak disadari. Ada saatnya ketika si sahabat menemukan orang yang dia suka, maka salah satunya akan cemburu. Jealous donk kalau sahabatnya suka sama orang lain (LOL). Biasanya dikawal atau mengawal kesana kemari, eehhh mendadak sahabatnya dikawal atau mengawal orang lain :D. Sakitnya tuh di siniiii....
Pengalamanku, ketika seseorang mengatakan "tidak" dengan spontan dan terkesan meremehkan hal itu, maka itu adalah doa untuk dirinya sendiri. Berlaku juga untukku, banyak hal yang menjadi kenyataan ketika aku mengatakan "tidak".
.: tulisan ini terinspirasi dari cerita Lina Marmut tentang pacarnya, ehh mantannya, segelintir kisah hidupku, dan apa yang kulihat di sekitarku :.
Read More..
Monday, February 10, 2014
|
By Rivki Novita Putri
Ini tentang sebuah perjalanan dua orang perempuan yang berjuang untuk menjadi seorang wanita, wanita yang (mungkin) akan melangkahkan step pertama ke sebuah gerbang bernama kedewasaan.
Apa yang akan kau lakukan jika, dari hidup yang sama sekali tak pernah punya masalah besar dan rumit, tiba-tiba ada masalah datang, tak cukup satu, empat masalah datang bersamaan. Masalah dari sisi kuliah/ kerjaan, pacar/ teman dekat pria, teman sepermainan, dan orang tua.
Keempat masalah itu membaur menjadi satu. Layaknya sebuah sasaran tembak yang digempur dari empat arah sekaligus. Kalian tidak akan pernah bisa membayangkan bagaimana rasanya jika kalian menjadi kami, jika kalian belum mengalaminya sendiri. Mungkin kalian hanya akan mengatakan satu kata untuk kami, sabar. Yah, itu adalah kata klasik untuk menunjukkan empati seseorang pada orang yang sedang terkena musibah. Kami terima empati itu untuk satu orang pertama yang mengatakannya, selanjutnya kata itu hanya akan masuk ke telinga satu dan akan keluar dari sisi yang lain.
Cerita kami memang berbeda pelaku, tapi tak usah ditanya untuk beberapa cerita, cerita kami sama, apa yang telah kami alami intinya sama. Di sini tidak akan diceritakan secara detail apa yang telah kami alami, karna itu akan butuh ratusan bahkan ribuan page agar semua kejadian tertulis di sini. Yang jelas buat kami seburuk-buruknya keadaan adalah waktu itu, bermula tahun 2010, dan mencapai puncaknya di tahun 2011 sampai 2013, dan tahun 2014 ini adalah sisa-sisa harapan kami. Tahun itu adalah tahun-tahun terburuk yang pernah kami alami dan mungkin suatu saat nanti akan menjadi tahun terpenting buat kami, tahun terpenting karna telah berjasa mendewasakan kami.
Berbeda cara kami menjalani kehidupan itu. Sahabatku tiba-tiba menghilang tanpa kabar, mmm.. sori, masih adalah kabar, tapi hanya sekedar kabar, "aku baik-baik saja" dan beberapa slentingan dari orang-orang di sekitarku tentang dia. Dan aku? Entah menurut orang lain aku menghilang atau tidak, tapi yang jelas, aku berusaha menjalaninya, sesulit apapun itu. Orang lain mungkin akan melihatku baik-baik saja, tapi itu adalah perjuanganku untuk membuat semuanya terlihat baik-baik saja.
Kalian tahu? Saat itu rasanya seperti tercekik dan terpenjara dalam satu keadaan, putus asa, penyesalan, sakit hati, semua beradu menjadi satu dalam satu waktu. Tak tahu harus melangkah kemana. Berusaha yakin bahwa Tuhan akan memberi jalan, tapi keadaan tak kunjung berubah. Hidup enggan matipun segan. Ingin bunuh diri tapi ingat dengan dosa yang sudah dilakukan, ingin teriak "lebih baik Kau bunuh aku Tuhan", tapi takut mati. Bersyukur kami masih punya iman. Hal terbaik saat itu adalah kami masih bisa makan.
Saat itu aku benar-benar berpikir bahwa aku ingin kembali ke masa kanak-kanakku, ke masa dimana aku tak perlu memikirkan apapun, tak perlu ribet dengan urusan dunia dan hanya perlu bermain dengan bahagia.
Selama 2 tahun, pertemuanku dengan sahabatku bisa dihitung dengan jari dan awal 2013 aku bertemu lagi dengan sahabatku setelah sekian lama, dan itulah akhir dari penepian kami masing-masing. Kami kembali dan saling menguatkan, itu yang terpenting.
Yang bisa kami simpulkan dan kami pelajari dari beberapa masalah yang kami alami adalah Tuhan sedang mengajarkan cara untuk bertahan.
Secara pribadi aku sadar, saat itu aku benar-benar berusaha bertahan. Mengikuti irama kehidupan tanpa ada perlawanan. Bukan tak berani melawan, tapi karna tak tahu harus melakukan apa. Sampai saat ini aku hanya bertahan, bertahan sampai bisa tahu apa yang harus kulakukan. Bertahan memang jalan yang tepat, dan ini sangat menguras tenaga dan pikiran.
Tak mudah untuk merasakan hidup lagi setelah kejadian-kejadian itu. Kalian tahu, sakit yang sebenarnya adalah ketika kau tidak merasakan sakit sama sekali. Orang-orang menyebutnya dengan mati rasa.
Mungkin ini adalah fase pertama untuk menjadi dewasa. Aku yakin, semua orang mengalami fase ini dengan permasalahan masing-masing dan mendapatkan hidayahnya masing-masing.
Dan saat ini Tuhan sedang mengajarkan kami untuk berjalan kembali. Berjalan kembali dengan pribadi yang berbeda. Kami berusaha untuk menutup kenangan silam yang seharusnya sudah expired (tapi entah kenapa tanggal expired selalu diperpanjang). Meski kami tak bisa menutupnya rapat-rapat, tapi itu adalah usaha kami. Orang gaul bilang, kami harus bisa move on dari masa lalu kelam. Saat ini kami berani memutuskan untuk berusaha membuka lembaran baru dan mengikhlaskan apa yang telah terjadi.
Semoga orang-orang (mungkin bagian ini lebih ditujukan bagi pria yang akan menemani hidup kami suatu saat nanti -entah siapa-) bisa menerima kami apa adanya, menerima masa lalu kami, menerima kami tanpa harus menyuruh kami menjadi waras terlebih dulu, karna saat ini kami sudah benar-benar gila :) Dan kami butuh orang yang nggak ribet untuk menerima hidup kami yang sudah cukup ribet ini. Butuh penyuka barang antik untuk sesuatu yang antik pula.
Dan inilah awal dari lembaran baru kami :) Hope everything will be okay.
Read More..
Thursday, January 16, 2014
|
By Rivki Novita Putri
Aku kembali lagi ke job lamaku. Desain. Yah, terdengar menyenangkan. Dan itu memang menyenangkan. Ini benar-benar membuatku merasa sangat kreatif, meskipun sebenarnya tidak "sekreatif" yang kau pikirkan. Hanya saja aku bisa menuangkan apa yang ada dipikiranku untuk membuat sebuah objek desain. Tentu dengan pikiran, jika aku menjadi seorang "penikmat", desain seperti apa yang ingin kulihat.
Tentu ini bukan hal yang mudah. Sebagai seorang yang sudah lama tak menggunakan CorelDraw dan tak terlalu mempunyai daya imajinasi yang tinggi, ini sulit, tapi menyenangkan. Aku kembali meraba tools yang ada di program tersebut dan mengasah imajinasiku kembali. Kadang aku sering berpikir, dulu ketika SMP imajinasiku begitu banyak. Aku bisa merangkai banyak kata sehingga bisa tercipta sebuah novel dan merangkai banyak garis sehingga menjadi sebuah gambar apik yang tak terlalu buruk untuk dipandang. Tapi sekarang, aahh.. nampaknya memang sudah tak se-WOW dulu.
Tapi it's ok lah, menulis dan desain buatku sama. Sama-sama merangkai. Sama-sama butuh imajinasi, kreativitas, dan sama-sama butuh teknik dasar yang cukup agar bisa menjadi visualisasi yang (mendekati) sempurna.
Aku menyukai dua kegiatan itu. Meski itu bukan pekerjaan utamaku. Aku itu menyenangkan. Otak kanan dan otak kiri, semua bekerja. Dan aku bisa melupakan waktu ketika aku sudah benar-benar menjiwai peran itu. Tentu melupakan sesuatu yang memang seharusnya dilupakan juga, haha... pikiran orang yang suka menyelam sambil minum air.