Sunday, November 02, 2014
|
By Rivki Novita Putri
Tak terasa sudah 1 tahun 10 bulan aku berguru di tempat itu (masa sih, kayaknya kerasa banget) and finally sampai juga saatnya dimana aku harus say goodbye buat semua rekan-rekan di sana. Yap, pada akhirnya aku memutuskan untuk resign dari instansi yang sudah memberikan banyak sekali pengalaman kerja untukku, memberiku banyak pengetahuan dan ilmu tentang gadget, membuatku lebih menghargai apa yang disebut dengan waktu, the most one important, waktu. 1 November 2014, aku resmi mengundurkan diri dari PT Vads Indonesia.
Saat ini hanya terimakasih saja yang bisa kuucapkan untuk semuanya, untuk vendor CMS, Mas Fiki dan Mb Opit. Kemudian Pak Nico (manager PT Vads Indonesia, Yogyakarta) yang sudah memberiku kesempatan untuk berlaga di kantor itu. Aku masih ingat dulu interview user sama Pak Nico, aku pikir orangnya kaku dan galak, ternyata beliau sangat baik dan nyantai. Terimakasih Pak, untuk kesempatannya.
Untuk Para SPV, Mas LIna, Mas Rangga, Mas Joe, dan Mas Momon juga terimakasih sekali.
Untuk semua Team Leader di sana, terimakasih untuk segala bantuannya.
Mas Khoiri, papah ganteng yang jadi my first TL, dan akan selalu jadi papahku meski aku udah keluar dari sana.
Mas Robert, the second and my last TL, om cool yang selalu kurepotin sejak awal aku masuk ke tim-nya, meski tak se-ekspresif papah ganteng, tapi terimakasih untuk semuanya.
Untuk TL lain, Mas Ari "Pampam", Mas Tius, Mas Yoyo, Mas Diago, Mas David, Mas Bayu Istiaji, Mas Bayu K, Mas Azwar, Mas Indras, Mas Gading, Mas Hendrik, Mas Samsul, Mas Marshel, Mas Agus Krista, Mas Bondan, Mb Padma, Mb Ayu, Mb Yuli, Mb Wulan, Mb Nana, Mb Anis, Mb Flo, Mb Iin, dan lainnya yang tak bisa kusebutkan satu persatu, terimakasih dan maaf sekali jika ada salah kata yang pernah terucap.
Staf LD :: Jenk Wuri, Kak Badai, Mas Rudi, Mas Damar, dan yang lainnya.
Staf SHQM :: Mba Widya, Aji, Feri, Dwi, Mas Helmi dan lainnya.
Staf CDA :: Mas Eko, Mas Yoga, Rahma, Bebeb Hendro, dan lainnya.
Staf RTFM :: Mas Hapo, Mas Faruk, Mas Yanu, Mas Yogi, Kakak Hendro, Kakak Isdar, Mas Gusman, Mas Edi, Mb Zaki, Mb Jacko, Mb Esa, Mb Nana, Mb Wice, Mb Denis, dan mungkin ada yang belum disebut.
ER :: Mas Falaq, Mb Della, Mb Rina, Mb Picky, Cahyo, Kak Dika, Hector, Mas Aron, Mas Bayu, Mas Indra, Munim, dan yang lain.
CU :: Mas Ukin, Mb Intan, Bobo dan yang lain.
L3 :: Dahlia, Mb Yaya, Mb Dian, Mas Aris, Mas Agus, Audra, Mas Udi, Pepi, Maretha, Mas Yoda, Mas Radiek dan yang lain.
My First Team "Khoiri Team" :: Para alumni (Dini, Aji, Ari, Kicky, Mas Ika, Jenk Wuri, Jenk Wei), Cicil, Mb Umi, Mb Dyah, Unggul, dan new hires.
My Second and The Last Team "Robert Team" :: Mb Diana, Dahlia, Chabibah, Irma, Mas Ahmad, Erni, dan new hires.
Batch 7.25 - 7.26 :: Hai penghuni terakhir! Mb Diana, Almar, Lulu', Dewi, Cahyo, Feri, Dwi, selamat berjuang yaa!
Robiners :: Setahun di Robin dan bertemu kalian adalah sesuatu yang spektakuler, Mb Sari, Hana, Mb Rina, Cesar, Mb Judith, Mas Ilo, Riana, Pakdhe Dedy, Mb Rumi, Mb Yuyun, Mami Ike dan welcome new robinners :)
Batmaners :: Lina, Restu, Kak Dewa, Sadewo, Mas Adi, Rizky, Mb Reni, Mb Vero, dan lainnya.
Srikandhi and Batch 10.26-10.27 :: Mb Erna, Ocha, Evia, Mb Dwi, Mb Rini, Riana, Rahma, Dewi, Mb Tika, Ozan, Ibang, Izzan, Agus, Puspita, Isna, Hesti, Iskandar, Angger, Dian, Feri, Nia, dan lainnya yang maaf yang bisa kusebut semua.
Haii Vadster, goodluck untuk semua!
Satpam dan OB, terimakasih juga untuk semuanya.
Berat rasanya meninggalkan tempat ini (red. Jogja), tapi yaa itung-itung move on siapa tau dapat jodoh di perantauan selanjutnya. Ahahaha... Sebenarnya memang sesekali aku harus meninggalkan zona nyamanku. Iya, itu Jogja. Tujuh tahun di Jogja buatku masih kurang, rasanya ingin menghabiskan sisa hidupku di Jogja dan Wonosobo tetap jadi tempat tinggal utamaku. Jakarta akan jadi tempat ke-empatku untuk berteduh, setelah sebelumnya sempat tinggal di Kediri walau hanya tiga bulan. Jakarta, please be nice for me.
Akhirnya, inilah awal Novemberku. November, apa kejutanmu tahun ini?
Read More..
Monday, February 10, 2014
|
By Rivki Novita Putri
Ini tentang sebuah perjalanan dua orang perempuan yang berjuang untuk menjadi seorang wanita, wanita yang (mungkin) akan melangkahkan step pertama ke sebuah gerbang bernama kedewasaan.
Apa yang akan kau lakukan jika, dari hidup yang sama sekali tak pernah punya masalah besar dan rumit, tiba-tiba ada masalah datang, tak cukup satu, empat masalah datang bersamaan. Masalah dari sisi kuliah/ kerjaan, pacar/ teman dekat pria, teman sepermainan, dan orang tua.
Keempat masalah itu membaur menjadi satu. Layaknya sebuah sasaran tembak yang digempur dari empat arah sekaligus. Kalian tidak akan pernah bisa membayangkan bagaimana rasanya jika kalian menjadi kami, jika kalian belum mengalaminya sendiri. Mungkin kalian hanya akan mengatakan satu kata untuk kami, sabar. Yah, itu adalah kata klasik untuk menunjukkan empati seseorang pada orang yang sedang terkena musibah. Kami terima empati itu untuk satu orang pertama yang mengatakannya, selanjutnya kata itu hanya akan masuk ke telinga satu dan akan keluar dari sisi yang lain.
Cerita kami memang berbeda pelaku, tapi tak usah ditanya untuk beberapa cerita, cerita kami sama, apa yang telah kami alami intinya sama. Di sini tidak akan diceritakan secara detail apa yang telah kami alami, karna itu akan butuh ratusan bahkan ribuan page agar semua kejadian tertulis di sini. Yang jelas buat kami seburuk-buruknya keadaan adalah waktu itu, bermula tahun 2010, dan mencapai puncaknya di tahun 2011 sampai 2013, dan tahun 2014 ini adalah sisa-sisa harapan kami. Tahun itu adalah tahun-tahun terburuk yang pernah kami alami dan mungkin suatu saat nanti akan menjadi tahun terpenting buat kami, tahun terpenting karna telah berjasa mendewasakan kami.
Berbeda cara kami menjalani kehidupan itu. Sahabatku tiba-tiba menghilang tanpa kabar, mmm.. sori, masih adalah kabar, tapi hanya sekedar kabar, "aku baik-baik saja" dan beberapa slentingan dari orang-orang di sekitarku tentang dia. Dan aku? Entah menurut orang lain aku menghilang atau tidak, tapi yang jelas, aku berusaha menjalaninya, sesulit apapun itu. Orang lain mungkin akan melihatku baik-baik saja, tapi itu adalah perjuanganku untuk membuat semuanya terlihat baik-baik saja.
Kalian tahu? Saat itu rasanya seperti tercekik dan terpenjara dalam satu keadaan, putus asa, penyesalan, sakit hati, semua beradu menjadi satu dalam satu waktu. Tak tahu harus melangkah kemana. Berusaha yakin bahwa Tuhan akan memberi jalan, tapi keadaan tak kunjung berubah. Hidup enggan matipun segan. Ingin bunuh diri tapi ingat dengan dosa yang sudah dilakukan, ingin teriak "lebih baik Kau bunuh aku Tuhan", tapi takut mati. Bersyukur kami masih punya iman. Hal terbaik saat itu adalah kami masih bisa makan.
Saat itu aku benar-benar berpikir bahwa aku ingin kembali ke masa kanak-kanakku, ke masa dimana aku tak perlu memikirkan apapun, tak perlu ribet dengan urusan dunia dan hanya perlu bermain dengan bahagia.
Selama 2 tahun, pertemuanku dengan sahabatku bisa dihitung dengan jari dan awal 2013 aku bertemu lagi dengan sahabatku setelah sekian lama, dan itulah akhir dari penepian kami masing-masing. Kami kembali dan saling menguatkan, itu yang terpenting.
Yang bisa kami simpulkan dan kami pelajari dari beberapa masalah yang kami alami adalah Tuhan sedang mengajarkan cara untuk bertahan.
Secara pribadi aku sadar, saat itu aku benar-benar berusaha bertahan. Mengikuti irama kehidupan tanpa ada perlawanan. Bukan tak berani melawan, tapi karna tak tahu harus melakukan apa. Sampai saat ini aku hanya bertahan, bertahan sampai bisa tahu apa yang harus kulakukan. Bertahan memang jalan yang tepat, dan ini sangat menguras tenaga dan pikiran.
Tak mudah untuk merasakan hidup lagi setelah kejadian-kejadian itu. Kalian tahu, sakit yang sebenarnya adalah ketika kau tidak merasakan sakit sama sekali. Orang-orang menyebutnya dengan mati rasa.
Mungkin ini adalah fase pertama untuk menjadi dewasa. Aku yakin, semua orang mengalami fase ini dengan permasalahan masing-masing dan mendapatkan hidayahnya masing-masing.
Dan saat ini Tuhan sedang mengajarkan kami untuk berjalan kembali. Berjalan kembali dengan pribadi yang berbeda. Kami berusaha untuk menutup kenangan silam yang seharusnya sudah expired (tapi entah kenapa tanggal expired selalu diperpanjang). Meski kami tak bisa menutupnya rapat-rapat, tapi itu adalah usaha kami. Orang gaul bilang, kami harus bisa move on dari masa lalu kelam. Saat ini kami berani memutuskan untuk berusaha membuka lembaran baru dan mengikhlaskan apa yang telah terjadi.
Semoga orang-orang (mungkin bagian ini lebih ditujukan bagi pria yang akan menemani hidup kami suatu saat nanti -entah siapa-) bisa menerima kami apa adanya, menerima masa lalu kami, menerima kami tanpa harus menyuruh kami menjadi waras terlebih dulu, karna saat ini kami sudah benar-benar gila :) Dan kami butuh orang yang nggak ribet untuk menerima hidup kami yang sudah cukup ribet ini. Butuh penyuka barang antik untuk sesuatu yang antik pula.
Dan inilah awal dari lembaran baru kami :) Hope everything will be okay.
Read More..
Thursday, January 02, 2014
|
By Rivki Novita Putri
Januari 2014, yeah that's right. This is a new year. Nggak ada yang spesial sih, biasa aja. Tahun baru gw di kantor, liat kembang api dari balik kaca hitam yang mantul bayangan PC dan avaya, jadi kembang api-nya nggak keliatan kalau gw nggak nempelin wajah gw ke kaca. Tapi okelah, cukup keliatan kembang apinya, walau gw mesti bersusah payah nempelin wajah gw ke kaca.
Biasanya tahun baru pengennya pergi kemana gitu sama temen-temen, tapi tahun baru kali ini gw pilih duduk di kantor sambil mantengin avaya. Mungkin karna faktor temen-temen gw sekarang cuma available di kantor doank kali ya jadi gw betah nongkrong di kantor. Yah whatever lah, yang jelas, kalo tahun baru gw jalan keluar nongkrong dan lain sebagainya, itu akan mempercepat tanggal tua gw. Sedangkan saat ini gw sedang dalam misi menekan pengeluaran gw seminim-minimnya, tapi bukan berarti gw pelit sama diri gw sendiri yaahh.
Oke, happy new year buat semuanya. Bicara tentang tahun baru, semua orang membicarakan tentang resolusi. Inget kawand, resolusi itu nggak selalu harus di tahun baru, tapi setiap hari harus ada resolusi, minimal buat diri lo sendiri. Resolusi yang bagus menurut gw adalah resolusi yang bisa bikin hidup lo jadi lebih "jelas" sejelas-jelasnya. Kalau lo bikin resolusi cuma setahun sekali, butuh berapa tahun supaya hidup lo jadi lebih "jelas"?
Ngomong-ngomong tentang resolusi, gw jadi inget tentang kamera. Gimana caranya bikin gambar yang bagus dan jelas. Lo beli hape, kenapa lo selalu nyari kamera yang pixelnya lebih besar? Berharap hasil yang didapatkan lebih bagus? Jangan ngarep ketinggian guys. Belum tentu pixel yang lebih besar, selalu bikin gambar jadi lebih bagus. Menurut lo, hanya dengan pixel hidup lo jadi lebih jelas seperti hape yang lo cari buat ajang narsis supaya foto lo kalau diedit crop sana sini, cek brightness 'n contras dan lain sebagainya, gambar lo tetep kece gitu? Masih ada faktor sensor dan lensa supaya gambar jadi lebih bagus dan jelas guys.
Oke, kita analogikan ke hidup kita ya. Ibaratkan aja gambar adalah hidup kita, pixel sebagai pengalaman, sensor sebagai kesempatan, dan lensa sebagai tujuan. Yah, lo cukup pinter donk buat nebak apa yang bakal gw tulis di sini?
Hidup kita nggak melulu tentang pengalaman bro, supaya hidup kita jadi lebih perfect, lo butuh kesempatan dan tujuan. Pengalaman ada ketika ada kesempatan dan tujuan ada ketika lo punya pengalaman. Saat itulah hidup lo jadi lebih perfect ketika lo bisa mengkombinasikan tiga faktor itu.
Dan lo tw? Gw sebenernya bingung tentang apa yang lagi gw tulis. Gw nggak ngerti sama sekali tentang apa yang gw tulis. Ini sebenarnya ngomongin resolusi tahun baru apa kamera sih? Yang jelas, tiap beberapa bulan, kamera aja selalu di upgrade guys spesifikasinya, masa lo upgrade spek lo cuma setahun sekali sih? Itu aja untung-untungan lo bakal bisa make it happen apa yang udah lo ucap dan tulis. Action bro, mulai sekarang. Upgrade spek lo tiap hari. Biar hidup lo lebih "jelas" dan perfect. Supaya tahun baru lo nggak sia-sia.
Dan sebenernya tulisan ini tuh nyindir diri gw sendiri guys, yakin.
Read More..
Tuesday, November 12, 2013
|
By Rivki Novita Putri
Happy birthday akuuu
Happy birthday akuuu
Happy birthday akuuu
Happy birthday akuuu
Selamat ulang tahun buat aku. Buat 24 tahunku hidup di dunia ini. Buat segala yang aku miliki sekarang. Dan sekali lagi, happy birthday for me.
Pertama, Allah SWT, subhanallah sekali. Seberapapun besar dosaku, "maksiat" yang pernah kulakukan, yang nggak bisa kuukur menggunakan alat apapun, seperti timbangan, termometer, meteran kayu, dan lain sebagainya, Allah masih mau berada di sampingku. Allah masih melindungiku. Semuanya, Allah masih menganggapku ada. Terimakasih God, terimakasih telah selalu ada di hatiku. Terimakasih telah memberiku beberapa pikiran logis akhir-akhir ini. Terimakasih.
Kedua, tentu buat orang tuaku. Selalu dan utama. Tiap hari juga selalu doa buat orang tuaku. Yang udah baik banget besarin aku sampai segedhe ini. Yang sampai sekarang masih selalu aku repotin. Dan yang nggak akan pernah bisa kuhitung seberapa besar kebaikan mereka buat aku. Itu nggak akan pernah selesai jika aku menerapkan ilmu matematika di sini. Karna kebaikan mereka tak terbatas, selayaknya kamu menghitung berapa banyak sudut yang dimiliki oleh sebuah lingkaran.
Ketiga, kakak dan adikku. Tambahan satu keluarga lagi, yaitu kakak iparku. Cieee,, sekarang aku dah punya kakak cewek looohhh. Mereka juga subhanallah sekali buat aku.
Keempat, buat aku. Kereeenn banget aku bisa bertahan hidup sampai sekarang. Kalau bukan karna Allah, itu mustahil. Semua ke"galau"an ku selepas aku beranjak dewasa dan sudah mulai memikirkan apa itu "hidup", jika bukan karna kehendak dan kuasa Allah, aku pasti nggak akan bisa melewatinya. Thanks God, You are my everything.
Kelima, Lina. Ini sahabatku. Nggak ada orang lain di Jogja yang bisa kuuber-uber selain dia. Entah saat seneng, sedih, marah, kecewa, semuanya. Dan tahun ini, kado yang dia kasih super aneh semua, ada go commando (celana dalam dan BH), sepasang sendok dan garpu dengan doraemon sebagai wadahnya, dan white rubik. Oke, menurutnya semua barang itu ada filosofinya. Go commando, artinya dia dah tau banget aku luar dan dalam. Sepasang sendok dan garpu, artinya sahabat yang tak terpisahkan (Amin), untuk doraemon, itu karna dia suka banget doraemon (ini alasan paling nggak nyambung). Dan white rubik, hidup itu penuh lika-liku, kamu harus menempuh perjalanan yang panjang dan perjalanan panjang itu adalah doamu, kamu akan merasa jenuh, merasa sulit, merasa bosan dalam setiap langkahmu, itu adalah proses, dan ketika kamu telah mendapatkan akhir dari perjalananmu, kamu akan merasa sangat sempurna dengan pengalaman yang sudah didapatkan. Ketika itu terjadi, akan ada permulaan-permulaan baru lagi, dengan hidup yang baru dan langkah yang baru pula. Menurutnya aku bisa mainin permainan itu disaat senggangku sambil menunggu jodoh yang tak kunjung datang (filosofi macam apa ini???).
Keenam, Rian. Heh, stop ya. Udah cukup, sampai di sini saja. Usiaku udah 24 tahun dan kamu 30 tahun (seharusnya). Aku harus move on dari semua pikiran tentangmu. Harus. Karna aku nggak akan mungkin memikirkan kamu seumur hidupku. Kamu punya hidup sendiri, begitupun denganku. Apa yang sudah kamu beri, itu adalah kenangan buatku. Dan itu akan membantuku untuk melangkah lebih baik ke depan. Terimakasih untuk 8 tahun ini.
Ketujuh, mantanku sekantor yang aku sayang. Kamu baik banget sama aku, tapi sayangnya aku merasa kamu bukan pilihan yang tepat untukku. Lagian percuma kan beib, aku dapat ragamu tapi aku nggak dapat hatimu 100%. Itu kan sakit banget beib. Kuharap kita berdua bisa menemukan pilihan yang tepat untuk masih-masih yaa. Heh, kita belum saling tukar-tukaran kado yaah.
Kedelapan, buat team Khoiri yang paling oke banget. Salut deh buat kalian. Biasanya GM cuma makan-makan doang, eh sekarang naik-naik ke puncak gunung, tapi belum keburu sampai puncak, kaki udah pada gemeteran. Hahaha.. jadi cuma bisa sampai pos 1 Gunung Purba saja. Tapi nggak apa lah. Yang penting kebersamaannya. Seneng banget aku di ultahku ini ada kalian yang nemenin aku. Semoga doaku yang kalian amini di pos 1 Gunung Purba itu, segera tercapai. Amiiiinnnn...
Kesembilan, buat semua sahabatku, Usi, Kiki Riski, Vian, Kyana, Idoz, Sadita, kuharap benar-benar tak ada reminder di hari ultahku ini di hape atau kalender kalian. Makasih banget atas doa dan support-nya. I love u all.
Kesepuluh, buat temen-temen kantorku yang tiap hari ketemu sampai bosen. Tetap semangat buat kalian semua. Kalian adalah keluargaku saat ini yang paling sering berada di sampingku. Kalian yang terbaik.
Dan kesebelas, buat temen-temen facebook dan twitter yang udah ngucapin, makasih banget doanya kawan.
Sekali lagi, happy birthday aku, selamat menjalani usia 24.
Read More..
Friday, June 21, 2013
|
By Rivki Novita Putri
The sun sets to the west sky and you,
who have become sadness now
I call you out once more
because I feel like I won’t be able to again
Even if I cry out,
your name always breaks in the air and comes back
Now you leave me behind,
and I don’t have the strength to bear anymore
The day you left the loving me,
the day even the sky cried because of sadness
As if you knew that I would leave in the rain
On rainy days, I always long for you
Waiting for the day I will meet you again
Why does the raining sky make me so sad?
When I want to forget you with my shedding tears
I want to go, I want to see you, I really wanted to find you
But you are still in the same place
On rainy days, I always long for you
Waiting for the day I will meet you again
Why does the raining sky make me so sad?
When I want to forget you with my shedding tears
But I love you
-- song by Ulala Session --
Read More..
Wednesday, May 01, 2013
|
By Rivki Novita Putri