Monday, December 01, 2014
|
By Rivki Novita Putri
Minggu dini hari, saat itu masih memasuki November. Udara pagi itu begitu dingin, entah, mungkin karna sebelumnya hujan sempat turun. Musim hujan ini membuat Jakarta cukup syahdu dan dingin. Kumatikan kipas angin yang tak pernah beristirahat dan kubalutkan selembar kain di atas tubuhku. Bukan selimut, hanya kain tipis yang kupunya saat itu. Setidaknya itu bisa menghangatkan badan dan kakiku yang kedinginan.
Mungkin ketika itu waktu menunjukkan pukul 03.24, tiba-tiba aku terbangun. Kudapati air mata mengalir di pipiku, mencoba mengingat kembali apa yang sudah kualami, di alam mimpiku. Seorang lelaki yang (pernah) kusuka, di dalam sebuah ruangan yang dipenuhi bangku dan meja, seperti ruang kelas. Aku memintanya untuk duduk di sampingku, dan kami mengobrol seperti biasa. Entah bagaimana ceritanya aku keluar kelas dan ketika aku kembali dia sudah tak duduk di samping bangkuku. Aku melihatnya duduk di bangkunya, bangkunya yang cukup berjarak dengan posisiku. Dan aku hanya bisa melihatnya dari kejauhan.
Di kelas itu, sang ketua mengadakan game, entah game apa. Dimana game tersebut mengharuskan pemainnya untuk berpasangan. Lelaki itulah yang ditunjuk oleh sang ketua dan menunjukku sebagai pasangannya atas rekomendasi dari penghuni kelas. Aku terdiam, dan aku menolak. Saat itu banyak sobekan kertas terinjak oleh kakiku. Satu kertas yang masih bisa terbaca, I'll be there, begitu tulisannya. Aku tak tahu kertas apa itu, yang jelas semua tulisan di kertas-kertas itu akulah yang menulisnya. Dan sesuatu yang tak ku tahu sebabnya, aku merobeknya menjadi beberapa bagian dan membuangnya di tempat sampah. Aku melihat kertas yang masih utuh itu terinjak oleh kakiku, kemudian pandanganku beralih lagi pada lelaki itu. Dia juga menatapku dengan pandangan tak biasa. Wajahnya menyiratkan luka, dan aku tak berani menatapnya kembali. Aku terbangun dari tidurku dan mendapati aku sudah menitikan air mata. Hingga adzan subuh pun berkumandang.
Dalam diam, hanya doa yang bisa kuberikan padamu. Semoga kamu selalu sehat dan bahagia di sana. Mimpi itu mungkin karna aku rindu, iya, aku rindu.
Read More..
Wednesday, October 01, 2014
|
By Rivki Novita Putri
Sebenernya ini cuma ikut-ikutan aja sih, haha.. tapi okelah, itung-itung mengenang masa lalu dan koreksi diri sendiri.
1. Satu-satunya anak yg goldarnya O di keluarga yang sangat besar sekali.
2. Waktu SD cita-citanya jadi astronot dan selalu juara (meski juara 2 dan 3) di olahraga lari dan lompat tinggi. Sekarang? Jalan bentar aja capek dan mendadak lemes *efek kaki yang menua*.
3. Waktu SMP pernah nulis novel dan cerpen, suka gambar animasi kartun (sampe skg masih heran dan berpikir keras "dulu aku lebih kreatif dari sekarang, kemana semua itu hilang?").
4. Berhenti nulis pas SMA kelas 1 gara2 pernah nulis novel adventure, ada adegan si tokoh utama terluka karna diserang musuh, dan suatu hari di hari hujan dan rumah kosong ada seseorang telp ke nomerku dengan suara merintih kesakitan, seorang cewek yg mengaku bernama Saga (tokoh utama di novelku), langsung kututup telp dan seminggu kemudian PCku rusak dan file2ku hilang karna hardisknya juga ikutan rusak.
5. Suka basket sejak SMP, pas SMA barang wajib dibawa adalah bola basket. Tiap hari pulang sekolah selalu maen basket dulu sama temen-temen sampai kebentuk klub basket amatir namanya "StreetPlay", dan aku satu-satunya anggota cewek di dalamnya.
6. Cinta pertamaku pada orang yg bahkan sampai saat ini belum pernah kuliat wajahnya sejak SMA. Aku hanya mendengar suaranya saja dan sampai saat ini masih ingat betul bagaimana cara dia ngomong.
7. Waktu kuliah sering gonta ganti pacar, tapi sekarang udah terlanjur mati rasa, bahkan liat cowok cakep pun berasa biasa aja, hambar. Bahkan sakit hatipun terasa biasa saja. Untuk menghindari sakit hati, ada pikiran pengecut yang terukir jelas di hatiku, lebih baik meninggalkan daripada ditinggalkan.
8. Cinta pada pandangan pertama itu wajib, kalau pandangan pertama nggak ada gregetnya ya udah lewat.
9. Udah single 4th dan hampir putus asa cari pendamping, banyak cowok yg awalnya mendekat tiba-tiba pergi karna belum siap buat komitmen.
10. Entah kenapa mayoritas orang yg suka sama aku sudah punya pacar, dan itu alasan paling kuat buat bilang "tidak".
11. Tergila-gila sama jurnalistik sejak SMA, tapi tiba-tiba mati rasa juga pada jurnalistik hanya karna nggak mau mati sia-sia karna ungkap kebenaran (hmm,, apa coba, *mikir keras* >_< ).
12. Pernah berurusan sama psikopat yg ahli di dua dunia, dunia nyata dan gaib, bodohnya aku terperangkap dijebakan dua dunianya sampe tiap hari aku ngerasa parno, dan ternyata psikopat itu adalah teman dekatku, salah, mantan teman! Sejak berurusan sama psikopat jadi nggak bisa percaya sama orang lain, meskipun orang itu teman dekat. Selalu waspada dengan setiap pergerakan orang lain.
13. Punya grup namanya Troblemaker, isinya orang-orang aneh dan nggak jelas. Namanya juga Troublemaker, kebayang kan anggotanya seperti apa? Yes! Perusuh semua (LOL).
14. Dari sahabat-sahabat waktu kuliah, kebentuk grup namanya Pena Wisata. Isinya orang-orang yang doyan traveling dan buang-buang duit buat maen dan kuliner. Tempat berbagi dalam seneng maupun sedih.
15. Suka banget sama musik akustik dan suara angklung. Belajar maen gitar sejak 2013 dan sampai saat ini ZONK! Cuma apal kord dan nggak bisa gejrengnya *apa-apaan sih*. Paling suka sama grup band Naff, entah sejak kapan. Selalu nangis kalau denger lagu "Akhirnya Kumenemukanmu".
16. Nggak pernah bisa bohong, sekalinya coba bohong pasti ketahuan, sampai aku heran hidupku kenapa lurus banget. Dan nggak suka dibohongi, sekali dibohongi kepercayaan 90% luntur, bahkan bisa jadi nggak percaya sama sekali. Bisa benci setengah mati sama orang lain kalo dia pernah bohong sama aku, walau itu teman dekat sekalipun. Kalo sudah benci sama orang, sikap dan ucapku berubah kasar dan nggak akan bersikap friendly.
17. Akan jadi introvert ketika tidak nyaman dengan seseorang, dan jadi orang yang super cerewet dan manja ketika cocok dengan seseorang.
18. Cuek dan nggak peduli urusan orang lain, yg penting nggak ganggu hidupku aja.
19. Akan ingat hal sekecil apapun yg penting buatku, bahkan kejadian yg sudah bertahun-tahun lamanya, atau yg hanya kulihat dan diucapkan sekali oleh orang yg penting buatku.
20. Nggak suka segala macam dan bentuk hewan, termasuk kucing yang kata orang itu lucu dan imut-imut. Buatku imut adalah serigala (LOL). Tapi tetap saja aku nggak akan dekat-dekat dengan segala macam hewan meski itu cuma seekor ulet.
Read More..
Monday, June 09, 2014
|
By Rivki Novita Putri
Apa yang kalian pikirkan tentang aku?
Seorang aku yang bahkan tak mengerti bagaimana aku.
Seorang aku yang bahkan tak mengerti apa yang aku rasakan.
Seorang aku yang ingin membenci diriku sendiri tapi tak bisa.
Aku kehilangan penglihatanku lagi,
aku kehilangan pendengaranku lagi,
aku kehilangan asaku lagi,
dan aku kehilangan rasaku lagi.
Ini adalah kesekian kalinya,
entah berapa kali pengulangan hal yang sama,
aku tak merasakan apapun,
pun aku tak berani melangkah.
Baru beberapa waktu lalu aku merasakan sesuatu yang indah,
merasakan sedikit getaran yang sangat ku rindukan.
Tapi sekarang, pagi ini, semua kembali hilang,
layaknya air bah yang menyapu sebuah bangunan rapuh,
dan rasa itu hanyut bersamaan dengan puing-puing bangunan.
Aku mulai tak peduli (lagi) dengan semuanya,
aku mulai mengacuhkan hatiku,
aku hanya ingin terdiam tak berkata,
dan hanya bisa tersenyum palsu.
Aku lelah dengan rasa ini,
rasa yang tiba-tiba datang dan pergi,
rasa yang tak bisa ku kendalikan,
rasa yang membuatku berhenti ber-asa.
Ketika aku merasa bahagia,
di saat yang sama aku juga merasa takut.
Ketika aku mulai berharap,
di saat yang sama pula harapan itu kembali pudar.
Apa yang sedang terjadi?
padaku,
pada hidupku,
pada hatiku.
Aku ingin bercerita,
aku ingin bersandar,
aku ingin seseorang tahu,
aku lelah.
Read More..
Thursday, January 23, 2014
|
By Rivki Novita Putri
Seseorang mengatakan satu hal padaku semalam. "Jangan membuat orang lain jatuh cinta padamu jika kamu tak menyukainya". Kalimat itu sontak membuatku lemas dan mati langkah, handphone pun rasanya tak kuat kupegang. Bukan lebay, tapi itu benar yang kurasakan semalam. Antara ingin menangis tapi disampingku ada ibuku tidur dengan pulas. Jadi apa aku harus menangis?
Apa yang membuatku ingin menangis? Pertama, karna kata-katanya benar, kedua karna aku tak tahu lagi apa yang harus kulakukan. Kenapa aku bisa mengatakan ini? Karna sebelumnya, ibuku sudah kembali menanyakan "Sudah dapat pacar belum? targetnya 2 tahun kan? Ini tinggal 10 bulan lagi". Yah, flashback kesepakatan dengan ibuku saat ultahku di tahun 2012. Aku bilang padanya 2 tahun lagi aku pasti sudah punya calon. Dan ternyata ibuku mengingatnya. Rasanya nggak enak. Sebenernya aku nyantai, aku hanya ingin menjalani hidupku seperti air yang selalu tahu kemana dia harus bermuara.
Kembali lagi kebahasan semula. Mengenai alasan pertama, bahwa kalimat itu benar adalah tentu aku akan menjadi orang yang sangat jahat sekali jika aku membuat orang lain jatuh cinta sedangkan aku tidak menyukainya. Analoginya, ketika aku sudah terpojok, berdiri diantara jurang dan daratan, sedangkan ada satu hal yang membuatku tak bisa kembali ke daratan, dan hanya ada satu orang disana yang bisa menolongku supaya tak jatuh ke jurang. Sebagai balas budi aku mencoba untuk mencintainya. Tapi aku gagal, sedangkan aku sudah berhasil membuatnya jatuh cinta padaku. Bukankah itu menyakitkan baginya? Aku pasti akan dianggap memainkan perasaannya.
Alasan kedua, saat ini memang benar aku tak tahu apa yang harus aku lakukan. Aku tak punya ide apapun. Kenapa? Karna kalau aku hanya main-main dan hanya ingin mencoba kembali dengan berbekal pemikiran "yang penting segera move on dengan siapapun orangnya, siapapun yang ada di depanku", aaaahhhggg, that's a shit think. Itu konyol. Aku nggak mau seperti itu.
Jadi apa yang harus aku lakukan? Selain mati rasa, rasanya aku jadi mati langkah. God, tolong beri aku ide, apa yang harus aku lakukan agar aku dan orang lain tidak terluka. Karna Kau jelas tahu, apa yang aku butuhkan tak selalu sama dengan apa yang aku inginkan. Mati gaya, God, please.
Read More..
Thursday, January 23, 2014
|
By Rivki Novita Putri
Lagu ini mewakili apa yang aku rasakan sekarang. Sebenernya nggak juga sih, tapi iya, hanya saja,, aahhh... rasanya bosan, ketika ini terjadi lagi "When you get what you want, but not what you need". One of a shit things yang sering aku rasain. Oke, aku emang dapet apa yang aku mau, tapi aku nggak dapet apa yang aku butuhin. Dan pada akhirnya aku merasa itu nggak penting, karna itu hanya untuk kesenanganku sesaat.
Meski aku sudah berusaha untuk memperbaiki dan mencoba kembali melakukan yang terbaik untuk "membangun" diriku kembali, mencoba belajar dari kesalahan yang pernah terjadi, tapi rasa takut untuk mencoba kembali, takut untuk mencintai, takut untuk kehilangan, dan takut untuk menangis, beradu menjadi satu. Dimana itu membuatku lebih lama beranjak, dari yang sudah orang lain lakukan. Dan sekarang aku benar-benar rindu, rindu berimajinasi tentang apa yang benar-benar aku butuhkan.
Well, sebenernya aku tahu apa yang aku butuhkan, hanya saja aku takut mengatakannya dan aku takut untuk mengejarnya. Aku takut gagal. Tapi aku selalu mencoba, mencoba untuk menyakinkan diriku sendiri, bahwa aku bisa, aku tak seburuk apa yang aku pikirkan.
Satu yang perlu kalian tahu, bahwa bicara dan menulis itu sangatlah mudah :)
Dan inilah, Fix You yang dipopulerkan oleh ColdPlay, lagu lama, tapi sangat menyentuh. Mungkin hanya buatku.
When you try your best, but you don't succeed
When you get what you want, but not what you need
When you feel so tired, but you can't sleep
Stuck in reverse
And the tears come streaming down your face
When you lose something you can't replace
When you love someone, but it goes to waste
Could it be worse?
Lights will guide you home
And ignite your bones
And I will try to fix you
And high up above or down below
When you're too in love to let it go
But if you never try you'll never know
Just what you're worth
Lights will guide you home
And ignite your bones
And I will try to fix you
Tears stream down your face
When you lose something you cannot replace
Tears stream down your face
And I...
Tears stream down your face
I promise you I will learn from my mistakes
Tears stream down your face
And I...
Lights will guide you home
And ignite your bones
And I will try to fix you
Yeah, sempat meneteskan air mata ketika mendengar lagu ini. Just a little bit. Hanya karna menjiwai sebuah peran yang sampai saat ini, aku yakin, aku masih sanggup untuk menjalaninya.
Read More..
Wednesday, January 22, 2014
|
By Rivki Novita Putri
Sebelum ini aku sempat memposting bahwa aku pacaran dengan seseorang di kantor. Ya, mungkin. Tapi aku bener-bener sanksi, apakah aku benar-benar pacaran dengannya atau tidak. Tak ada sama sekali kesepakatan. Mungkin hanya aku yang beranggapan bahwa aku sempat menjadi pacarnya.
Sudah dua kali aku ditanya oleh dua temanku sejak memutuskan untuk pergi dari orang itu, "terakhir pacaran kapan?" Kujawab 3 tahun lalu. Entahlah, itu jawaban spontan. Dan aku tak tahu kenapa aku bisa menjawab 3 tahun. Mungkin karna aku benar-benar tak yakin atas hubunganku dengan orang yang terakhir. Mungkin karna kami hanya main-main.
Aku jadi sedikit muak dengan diriku sendiri. Aku benar-benar ingin menyudahi hidup seperti ini. Bantu aku, Tuhan...
Read More..
Thursday, January 16, 2014
|
By Rivki Novita Putri
Aku kembali lagi ke job lamaku. Desain. Yah, terdengar menyenangkan. Dan itu memang menyenangkan. Ini benar-benar membuatku merasa sangat kreatif, meskipun sebenarnya tidak "sekreatif" yang kau pikirkan. Hanya saja aku bisa menuangkan apa yang ada dipikiranku untuk membuat sebuah objek desain. Tentu dengan pikiran, jika aku menjadi seorang "penikmat", desain seperti apa yang ingin kulihat.
Tentu ini bukan hal yang mudah. Sebagai seorang yang sudah lama tak menggunakan CorelDraw dan tak terlalu mempunyai daya imajinasi yang tinggi, ini sulit, tapi menyenangkan. Aku kembali meraba tools yang ada di program tersebut dan mengasah imajinasiku kembali. Kadang aku sering berpikir, dulu ketika SMP imajinasiku begitu banyak. Aku bisa merangkai banyak kata sehingga bisa tercipta sebuah novel dan merangkai banyak garis sehingga menjadi sebuah gambar apik yang tak terlalu buruk untuk dipandang. Tapi sekarang, aahh.. nampaknya memang sudah tak se-WOW dulu.
Tapi it's ok lah, menulis dan desain buatku sama. Sama-sama merangkai. Sama-sama butuh imajinasi, kreativitas, dan sama-sama butuh teknik dasar yang cukup agar bisa menjadi visualisasi yang (mendekati) sempurna.
Aku menyukai dua kegiatan itu. Meski itu bukan pekerjaan utamaku. Aku itu menyenangkan. Otak kanan dan otak kiri, semua bekerja. Dan aku bisa melupakan waktu ketika aku sudah benar-benar menjiwai peran itu. Tentu melupakan sesuatu yang memang seharusnya dilupakan juga, haha... pikiran orang yang suka menyelam sambil minum air.