Tuesday, November 11, 2014
|
By Rivki Novita Putri
Haii November,
Sepuluh hari berjalan di bulan ini tak ada pekerjaan yang kupikirkan, ini sedikit menyenangkan dan yaaahh benar-benar membuatku agak nyaman untuk saat ini. Yap, per 1 November kemarin aku sudah resmi mengundurkan diri dari perusahaan tempatku bekerja, PT Vads Indonesia. Next aku akan melebarkan sayapku ke perantauan yang agak lebih jauh lagi, Jakarta, orang bilang ini adalah the biggest city di Indonesia. Kota metropolitan yang nyatanya benar-benar metropolitan.
Banyak teman yang meragukan aku hidup di kota besar itu, tapi kuabaikan. Mmm... aku terima perkataan dan nasehat mereka, tetapi aku lah yang akan menjalaninya. Kenapa meragukanku? Entahlah. Karna aku tidak pernah keluar dari Jogja? Karna Jakarta macet? Karna aku jarang bepergian jauh? Karna aku wanita? Semanja itu kah aku dihadapan kalian? Terimakasih, aku menghargainya, tapi sekali lagi, aku yang akan menjalaninya. Aku belum mencoba dan aku akan mencoba. Itu yang akan aku lakukan.
Seorang kawanku mengatakan ini padaku, "semakin kita dewasa, kita itu levep up, harus bisa menghadapi, yang nggak mau maju biasanya bukan meng-upgrade skill, tapi mengintimidasi yang lain", itu yang membuatku termotivasi untuk mengabaikan beberapa teman yang meragukanku. Terlebih lagi keluargaku mendukung sepenuhnya apapun pilihanku, asal itu baik dan bermanfaat. Siapa tau ketemu jodoh disana, duuhh balik lagi ke masalah itu, hahaha.
Ngomong-ngomong soal jodoh, sudah tahun keberapa ini? Tahun keberapa aku menulis di blog saat ulang tahunku dan aku masih sendiri? Rasanya sudah banyak tahun (LOL). Mmm,, setelah iseng-iseng ku-review blogku, ini sudah tahun keempat. Ya Tuhan, sudah empat tahun Tuhan *mewek*. Masa iya aku harus sebut satu-satu yang udah pernah deket sama aku dan sebelum aku miliki mereka udah pergi duluan *meweklagi*.
Baik, tahun ini aku nggak akan minta dipertemukan dengan laki-laki jodohku. Mungkin semua laki-laki yang Kau "pertemukan" padaku adalah jodohku, tinggal mana yang ingin kupilih. Kali ini aku akan mengubah pertanyaanku, "Tuhan, beri aku ide, dalam doaku siapa yang harus kusebut?"
Hai Vita, Happy Birthday, semoga di tahun ke-25-mu, Tuhan memberimu seorang laki-laki yang akan bertanggungjawab atasmu.
Read More..
Wednesday, October 01, 2014
|
By Rivki Novita Putri
Sebenernya ini cuma ikut-ikutan aja sih, haha.. tapi okelah, itung-itung mengenang masa lalu dan koreksi diri sendiri.
1. Satu-satunya anak yg goldarnya O di keluarga yang sangat besar sekali.
2. Waktu SD cita-citanya jadi astronot dan selalu juara (meski juara 2 dan 3) di olahraga lari dan lompat tinggi. Sekarang? Jalan bentar aja capek dan mendadak lemes *efek kaki yang menua*.
3. Waktu SMP pernah nulis novel dan cerpen, suka gambar animasi kartun (sampe skg masih heran dan berpikir keras "dulu aku lebih kreatif dari sekarang, kemana semua itu hilang?").
4. Berhenti nulis pas SMA kelas 1 gara2 pernah nulis novel adventure, ada adegan si tokoh utama terluka karna diserang musuh, dan suatu hari di hari hujan dan rumah kosong ada seseorang telp ke nomerku dengan suara merintih kesakitan, seorang cewek yg mengaku bernama Saga (tokoh utama di novelku), langsung kututup telp dan seminggu kemudian PCku rusak dan file2ku hilang karna hardisknya juga ikutan rusak.
5. Suka basket sejak SMP, pas SMA barang wajib dibawa adalah bola basket. Tiap hari pulang sekolah selalu maen basket dulu sama temen-temen sampai kebentuk klub basket amatir namanya "StreetPlay", dan aku satu-satunya anggota cewek di dalamnya.
6. Cinta pertamaku pada orang yg bahkan sampai saat ini belum pernah kuliat wajahnya sejak SMA. Aku hanya mendengar suaranya saja dan sampai saat ini masih ingat betul bagaimana cara dia ngomong.
7. Waktu kuliah sering gonta ganti pacar, tapi sekarang udah terlanjur mati rasa, bahkan liat cowok cakep pun berasa biasa aja, hambar. Bahkan sakit hatipun terasa biasa saja. Untuk menghindari sakit hati, ada pikiran pengecut yang terukir jelas di hatiku, lebih baik meninggalkan daripada ditinggalkan.
8. Cinta pada pandangan pertama itu wajib, kalau pandangan pertama nggak ada gregetnya ya udah lewat.
9. Udah single 4th dan hampir putus asa cari pendamping, banyak cowok yg awalnya mendekat tiba-tiba pergi karna belum siap buat komitmen.
10. Entah kenapa mayoritas orang yg suka sama aku sudah punya pacar, dan itu alasan paling kuat buat bilang "tidak".
11. Tergila-gila sama jurnalistik sejak SMA, tapi tiba-tiba mati rasa juga pada jurnalistik hanya karna nggak mau mati sia-sia karna ungkap kebenaran (hmm,, apa coba, *mikir keras* >_< ).
12. Pernah berurusan sama psikopat yg ahli di dua dunia, dunia nyata dan gaib, bodohnya aku terperangkap dijebakan dua dunianya sampe tiap hari aku ngerasa parno, dan ternyata psikopat itu adalah teman dekatku, salah, mantan teman! Sejak berurusan sama psikopat jadi nggak bisa percaya sama orang lain, meskipun orang itu teman dekat. Selalu waspada dengan setiap pergerakan orang lain.
13. Punya grup namanya Troblemaker, isinya orang-orang aneh dan nggak jelas. Namanya juga Troublemaker, kebayang kan anggotanya seperti apa? Yes! Perusuh semua (LOL).
14. Dari sahabat-sahabat waktu kuliah, kebentuk grup namanya Pena Wisata. Isinya orang-orang yang doyan traveling dan buang-buang duit buat maen dan kuliner. Tempat berbagi dalam seneng maupun sedih.
15. Suka banget sama musik akustik dan suara angklung. Belajar maen gitar sejak 2013 dan sampai saat ini ZONK! Cuma apal kord dan nggak bisa gejrengnya *apa-apaan sih*. Paling suka sama grup band Naff, entah sejak kapan. Selalu nangis kalau denger lagu "Akhirnya Kumenemukanmu".
16. Nggak pernah bisa bohong, sekalinya coba bohong pasti ketahuan, sampai aku heran hidupku kenapa lurus banget. Dan nggak suka dibohongi, sekali dibohongi kepercayaan 90% luntur, bahkan bisa jadi nggak percaya sama sekali. Bisa benci setengah mati sama orang lain kalo dia pernah bohong sama aku, walau itu teman dekat sekalipun. Kalo sudah benci sama orang, sikap dan ucapku berubah kasar dan nggak akan bersikap friendly.
17. Akan jadi introvert ketika tidak nyaman dengan seseorang, dan jadi orang yang super cerewet dan manja ketika cocok dengan seseorang.
18. Cuek dan nggak peduli urusan orang lain, yg penting nggak ganggu hidupku aja.
19. Akan ingat hal sekecil apapun yg penting buatku, bahkan kejadian yg sudah bertahun-tahun lamanya, atau yg hanya kulihat dan diucapkan sekali oleh orang yg penting buatku.
20. Nggak suka segala macam dan bentuk hewan, termasuk kucing yang kata orang itu lucu dan imut-imut. Buatku imut adalah serigala (LOL). Tapi tetap saja aku nggak akan dekat-dekat dengan segala macam hewan meski itu cuma seekor ulet.
Read More..
Monday, June 09, 2014
|
By Rivki Novita Putri
Apa yang kalian pikirkan tentang aku?
Seorang aku yang bahkan tak mengerti bagaimana aku.
Seorang aku yang bahkan tak mengerti apa yang aku rasakan.
Seorang aku yang ingin membenci diriku sendiri tapi tak bisa.
Aku kehilangan penglihatanku lagi,
aku kehilangan pendengaranku lagi,
aku kehilangan asaku lagi,
dan aku kehilangan rasaku lagi.
Ini adalah kesekian kalinya,
entah berapa kali pengulangan hal yang sama,
aku tak merasakan apapun,
pun aku tak berani melangkah.
Baru beberapa waktu lalu aku merasakan sesuatu yang indah,
merasakan sedikit getaran yang sangat ku rindukan.
Tapi sekarang, pagi ini, semua kembali hilang,
layaknya air bah yang menyapu sebuah bangunan rapuh,
dan rasa itu hanyut bersamaan dengan puing-puing bangunan.
Aku mulai tak peduli (lagi) dengan semuanya,
aku mulai mengacuhkan hatiku,
aku hanya ingin terdiam tak berkata,
dan hanya bisa tersenyum palsu.
Aku lelah dengan rasa ini,
rasa yang tiba-tiba datang dan pergi,
rasa yang tak bisa ku kendalikan,
rasa yang membuatku berhenti ber-asa.
Ketika aku merasa bahagia,
di saat yang sama aku juga merasa takut.
Ketika aku mulai berharap,
di saat yang sama pula harapan itu kembali pudar.
Apa yang sedang terjadi?
padaku,
pada hidupku,
pada hatiku.
Aku ingin bercerita,
aku ingin bersandar,
aku ingin seseorang tahu,
aku lelah.
Read More..
Monday, February 10, 2014
|
By Rivki Novita Putri
Ini tentang sebuah perjalanan dua orang perempuan yang berjuang untuk menjadi seorang wanita, wanita yang (mungkin) akan melangkahkan step pertama ke sebuah gerbang bernama kedewasaan.
Apa yang akan kau lakukan jika, dari hidup yang sama sekali tak pernah punya masalah besar dan rumit, tiba-tiba ada masalah datang, tak cukup satu, empat masalah datang bersamaan. Masalah dari sisi kuliah/ kerjaan, pacar/ teman dekat pria, teman sepermainan, dan orang tua.
Keempat masalah itu membaur menjadi satu. Layaknya sebuah sasaran tembak yang digempur dari empat arah sekaligus. Kalian tidak akan pernah bisa membayangkan bagaimana rasanya jika kalian menjadi kami, jika kalian belum mengalaminya sendiri. Mungkin kalian hanya akan mengatakan satu kata untuk kami, sabar. Yah, itu adalah kata klasik untuk menunjukkan empati seseorang pada orang yang sedang terkena musibah. Kami terima empati itu untuk satu orang pertama yang mengatakannya, selanjutnya kata itu hanya akan masuk ke telinga satu dan akan keluar dari sisi yang lain.
Cerita kami memang berbeda pelaku, tapi tak usah ditanya untuk beberapa cerita, cerita kami sama, apa yang telah kami alami intinya sama. Di sini tidak akan diceritakan secara detail apa yang telah kami alami, karna itu akan butuh ratusan bahkan ribuan page agar semua kejadian tertulis di sini. Yang jelas buat kami seburuk-buruknya keadaan adalah waktu itu, bermula tahun 2010, dan mencapai puncaknya di tahun 2011 sampai 2013, dan tahun 2014 ini adalah sisa-sisa harapan kami. Tahun itu adalah tahun-tahun terburuk yang pernah kami alami dan mungkin suatu saat nanti akan menjadi tahun terpenting buat kami, tahun terpenting karna telah berjasa mendewasakan kami.
Berbeda cara kami menjalani kehidupan itu. Sahabatku tiba-tiba menghilang tanpa kabar, mmm.. sori, masih adalah kabar, tapi hanya sekedar kabar, "aku baik-baik saja" dan beberapa slentingan dari orang-orang di sekitarku tentang dia. Dan aku? Entah menurut orang lain aku menghilang atau tidak, tapi yang jelas, aku berusaha menjalaninya, sesulit apapun itu. Orang lain mungkin akan melihatku baik-baik saja, tapi itu adalah perjuanganku untuk membuat semuanya terlihat baik-baik saja.
Kalian tahu? Saat itu rasanya seperti tercekik dan terpenjara dalam satu keadaan, putus asa, penyesalan, sakit hati, semua beradu menjadi satu dalam satu waktu. Tak tahu harus melangkah kemana. Berusaha yakin bahwa Tuhan akan memberi jalan, tapi keadaan tak kunjung berubah. Hidup enggan matipun segan. Ingin bunuh diri tapi ingat dengan dosa yang sudah dilakukan, ingin teriak "lebih baik Kau bunuh aku Tuhan", tapi takut mati. Bersyukur kami masih punya iman. Hal terbaik saat itu adalah kami masih bisa makan.
Saat itu aku benar-benar berpikir bahwa aku ingin kembali ke masa kanak-kanakku, ke masa dimana aku tak perlu memikirkan apapun, tak perlu ribet dengan urusan dunia dan hanya perlu bermain dengan bahagia.
Selama 2 tahun, pertemuanku dengan sahabatku bisa dihitung dengan jari dan awal 2013 aku bertemu lagi dengan sahabatku setelah sekian lama, dan itulah akhir dari penepian kami masing-masing. Kami kembali dan saling menguatkan, itu yang terpenting.
Yang bisa kami simpulkan dan kami pelajari dari beberapa masalah yang kami alami adalah Tuhan sedang mengajarkan cara untuk bertahan.
Secara pribadi aku sadar, saat itu aku benar-benar berusaha bertahan. Mengikuti irama kehidupan tanpa ada perlawanan. Bukan tak berani melawan, tapi karna tak tahu harus melakukan apa. Sampai saat ini aku hanya bertahan, bertahan sampai bisa tahu apa yang harus kulakukan. Bertahan memang jalan yang tepat, dan ini sangat menguras tenaga dan pikiran.
Tak mudah untuk merasakan hidup lagi setelah kejadian-kejadian itu. Kalian tahu, sakit yang sebenarnya adalah ketika kau tidak merasakan sakit sama sekali. Orang-orang menyebutnya dengan mati rasa.
Mungkin ini adalah fase pertama untuk menjadi dewasa. Aku yakin, semua orang mengalami fase ini dengan permasalahan masing-masing dan mendapatkan hidayahnya masing-masing.
Dan saat ini Tuhan sedang mengajarkan kami untuk berjalan kembali. Berjalan kembali dengan pribadi yang berbeda. Kami berusaha untuk menutup kenangan silam yang seharusnya sudah expired (tapi entah kenapa tanggal expired selalu diperpanjang). Meski kami tak bisa menutupnya rapat-rapat, tapi itu adalah usaha kami. Orang gaul bilang, kami harus bisa move on dari masa lalu kelam. Saat ini kami berani memutuskan untuk berusaha membuka lembaran baru dan mengikhlaskan apa yang telah terjadi.
Semoga orang-orang (mungkin bagian ini lebih ditujukan bagi pria yang akan menemani hidup kami suatu saat nanti -entah siapa-) bisa menerima kami apa adanya, menerima masa lalu kami, menerima kami tanpa harus menyuruh kami menjadi waras terlebih dulu, karna saat ini kami sudah benar-benar gila :) Dan kami butuh orang yang nggak ribet untuk menerima hidup kami yang sudah cukup ribet ini. Butuh penyuka barang antik untuk sesuatu yang antik pula.
Dan inilah awal dari lembaran baru kami :) Hope everything will be okay.
Read More..
Thursday, January 23, 2014
|
By Rivki Novita Putri
Seseorang mengatakan satu hal padaku semalam. "Jangan membuat orang lain jatuh cinta padamu jika kamu tak menyukainya". Kalimat itu sontak membuatku lemas dan mati langkah, handphone pun rasanya tak kuat kupegang. Bukan lebay, tapi itu benar yang kurasakan semalam. Antara ingin menangis tapi disampingku ada ibuku tidur dengan pulas. Jadi apa aku harus menangis?
Apa yang membuatku ingin menangis? Pertama, karna kata-katanya benar, kedua karna aku tak tahu lagi apa yang harus kulakukan. Kenapa aku bisa mengatakan ini? Karna sebelumnya, ibuku sudah kembali menanyakan "Sudah dapat pacar belum? targetnya 2 tahun kan? Ini tinggal 10 bulan lagi". Yah, flashback kesepakatan dengan ibuku saat ultahku di tahun 2012. Aku bilang padanya 2 tahun lagi aku pasti sudah punya calon. Dan ternyata ibuku mengingatnya. Rasanya nggak enak. Sebenernya aku nyantai, aku hanya ingin menjalani hidupku seperti air yang selalu tahu kemana dia harus bermuara.
Kembali lagi kebahasan semula. Mengenai alasan pertama, bahwa kalimat itu benar adalah tentu aku akan menjadi orang yang sangat jahat sekali jika aku membuat orang lain jatuh cinta sedangkan aku tidak menyukainya. Analoginya, ketika aku sudah terpojok, berdiri diantara jurang dan daratan, sedangkan ada satu hal yang membuatku tak bisa kembali ke daratan, dan hanya ada satu orang disana yang bisa menolongku supaya tak jatuh ke jurang. Sebagai balas budi aku mencoba untuk mencintainya. Tapi aku gagal, sedangkan aku sudah berhasil membuatnya jatuh cinta padaku. Bukankah itu menyakitkan baginya? Aku pasti akan dianggap memainkan perasaannya.
Alasan kedua, saat ini memang benar aku tak tahu apa yang harus aku lakukan. Aku tak punya ide apapun. Kenapa? Karna kalau aku hanya main-main dan hanya ingin mencoba kembali dengan berbekal pemikiran "yang penting segera move on dengan siapapun orangnya, siapapun yang ada di depanku", aaaahhhggg, that's a shit think. Itu konyol. Aku nggak mau seperti itu.
Jadi apa yang harus aku lakukan? Selain mati rasa, rasanya aku jadi mati langkah. God, tolong beri aku ide, apa yang harus aku lakukan agar aku dan orang lain tidak terluka. Karna Kau jelas tahu, apa yang aku butuhkan tak selalu sama dengan apa yang aku inginkan. Mati gaya, God, please.
Read More..
Thursday, January 23, 2014
|
By Rivki Novita Putri
Lagu ini mewakili apa yang aku rasakan sekarang. Sebenernya nggak juga sih, tapi iya, hanya saja,, aahhh... rasanya bosan, ketika ini terjadi lagi "When you get what you want, but not what you need". One of a shit things yang sering aku rasain. Oke, aku emang dapet apa yang aku mau, tapi aku nggak dapet apa yang aku butuhin. Dan pada akhirnya aku merasa itu nggak penting, karna itu hanya untuk kesenanganku sesaat.
Meski aku sudah berusaha untuk memperbaiki dan mencoba kembali melakukan yang terbaik untuk "membangun" diriku kembali, mencoba belajar dari kesalahan yang pernah terjadi, tapi rasa takut untuk mencoba kembali, takut untuk mencintai, takut untuk kehilangan, dan takut untuk menangis, beradu menjadi satu. Dimana itu membuatku lebih lama beranjak, dari yang sudah orang lain lakukan. Dan sekarang aku benar-benar rindu, rindu berimajinasi tentang apa yang benar-benar aku butuhkan.
Well, sebenernya aku tahu apa yang aku butuhkan, hanya saja aku takut mengatakannya dan aku takut untuk mengejarnya. Aku takut gagal. Tapi aku selalu mencoba, mencoba untuk menyakinkan diriku sendiri, bahwa aku bisa, aku tak seburuk apa yang aku pikirkan.
Satu yang perlu kalian tahu, bahwa bicara dan menulis itu sangatlah mudah :)
Dan inilah, Fix You yang dipopulerkan oleh ColdPlay, lagu lama, tapi sangat menyentuh. Mungkin hanya buatku.
When you try your best, but you don't succeed
When you get what you want, but not what you need
When you feel so tired, but you can't sleep
Stuck in reverse
And the tears come streaming down your face
When you lose something you can't replace
When you love someone, but it goes to waste
Could it be worse?
Lights will guide you home
And ignite your bones
And I will try to fix you
And high up above or down below
When you're too in love to let it go
But if you never try you'll never know
Just what you're worth
Lights will guide you home
And ignite your bones
And I will try to fix you
Tears stream down your face
When you lose something you cannot replace
Tears stream down your face
And I...
Tears stream down your face
I promise you I will learn from my mistakes
Tears stream down your face
And I...
Lights will guide you home
And ignite your bones
And I will try to fix you
Yeah, sempat meneteskan air mata ketika mendengar lagu ini. Just a little bit. Hanya karna menjiwai sebuah peran yang sampai saat ini, aku yakin, aku masih sanggup untuk menjalaninya.
Read More..
Friday, January 17, 2014
|
By Rivki Novita Putri
Aku pernah mengatakan suatu hal ketika kita masih bersama. Sebagai seseorang yang berhubungan cukup dekat denganmu, sedikit banyak aku tahu bagaimana kehidupanmu. Mesti itu hanya satu dari bagian terkecil cerita hidupmu. Tapi aku tahu.
Aku masih ingat, entah kapan aku pernah mengatakan satu hal padamu di sela-sela istirahatku yang terhitung maju selama 15 menit. Waktu itu suasana agak sepi, iya tentu, itu sudah mendekati jam 2 dini hari. Aku mengatakan, "aku mau lihat jalan hidupmu seperti apa, apa yang bisa membuatmu sadar dan berhenti untuk bermain-main, apa yang bisa benar-benar membuatmu bersedih?".
Aku mengatakan itu benar-benar spontan dan tak pernah sedikitpun terbesit dipikiranku sebelumnya, bahwa aku akan menanyakan hal konyol itu. Aahh,, tapi biarlah, aku memang ingin mengetahuinya. Mungkin dalam benakmu, kau berpikir bahwa aku mendoakanmu supaya kau terpuruk. Tapi itu tidak benar.
Satu bulan sejak aku menanyakan itu, aku tak tahu apakah perkataanku sudah (sedikit) terkabul atau belum, terakhir aku dengar kabarmu dari seorang kawan bahwa kamu putus dengan kekasihmu. Dan nampaknya kamu sedikit menjadi lebih pendiam, tidak seperti dirimu yang dulu. Begitukah keadaanmu sekarang? Atau kamu sedang bersandiwara?
Aku tak tahu apakah berita itu benar atau hanya seutas sandiwara yang biasa kau mainkan. Hanya saja jika itu benar, mungkin aku hanya akan melihatmu dari kejauhan dan berdoa agar kamu baik saja dan berubah menjadi lebih baik setelah kejadian ini. Aku turut berduka, iya, atas kesedihan dan kekecewaan yang tergambar di matamu. Namun, aku tak sampai hati pada diriku sendiri untuk menjejakkan kakiku kembali hanya untuk bertanya, "kamu baik-baik saja?". Pertanyaan itu, aku yakin sudah sering kau dengarkan. Aku hanya akan tersenyum dan menyapamu ketika sedikit waktu mempertemukan kita, akan tetap melangkahkan kakiku ke depan dan tak akan pernah mencoba untuk melihat punggungmu kembali.
Aku pernah menyukaimu dan sempat sedikit berharap bahwa aku akan menjadi satu-satu wanita di hidupmu pada saat itu. Tapi tak pernah sedikitpun terbesit dipikiranku, bahwa kamu akan menjadi pendamping hidupku suatu saat nanti. Dan sekarang, langkahku adalah kedepan, aku akan mencoba tersenyum lebih pada orang yang berada di depanku.
Read More..
Thursday, January 16, 2014
|
By Rivki Novita Putri
Aku kembali lagi ke job lamaku. Desain. Yah, terdengar menyenangkan. Dan itu memang menyenangkan. Ini benar-benar membuatku merasa sangat kreatif, meskipun sebenarnya tidak "sekreatif" yang kau pikirkan. Hanya saja aku bisa menuangkan apa yang ada dipikiranku untuk membuat sebuah objek desain. Tentu dengan pikiran, jika aku menjadi seorang "penikmat", desain seperti apa yang ingin kulihat.
Tentu ini bukan hal yang mudah. Sebagai seorang yang sudah lama tak menggunakan CorelDraw dan tak terlalu mempunyai daya imajinasi yang tinggi, ini sulit, tapi menyenangkan. Aku kembali meraba tools yang ada di program tersebut dan mengasah imajinasiku kembali. Kadang aku sering berpikir, dulu ketika SMP imajinasiku begitu banyak. Aku bisa merangkai banyak kata sehingga bisa tercipta sebuah novel dan merangkai banyak garis sehingga menjadi sebuah gambar apik yang tak terlalu buruk untuk dipandang. Tapi sekarang, aahh.. nampaknya memang sudah tak se-WOW dulu.
Tapi it's ok lah, menulis dan desain buatku sama. Sama-sama merangkai. Sama-sama butuh imajinasi, kreativitas, dan sama-sama butuh teknik dasar yang cukup agar bisa menjadi visualisasi yang (mendekati) sempurna.
Aku menyukai dua kegiatan itu. Meski itu bukan pekerjaan utamaku. Aku itu menyenangkan. Otak kanan dan otak kiri, semua bekerja. Dan aku bisa melupakan waktu ketika aku sudah benar-benar menjiwai peran itu. Tentu melupakan sesuatu yang memang seharusnya dilupakan juga, haha... pikiran orang yang suka menyelam sambil minum air.