Showing posts with label MOTIVASI. Show all posts
Showing posts with label MOTIVASI. Show all posts

My 25 Years Old

Haii November,

Sepuluh hari berjalan di bulan ini tak ada pekerjaan yang kupikirkan, ini sedikit menyenangkan dan yaaahh benar-benar membuatku agak nyaman untuk saat ini. Yap, per 1 November kemarin aku sudah resmi mengundurkan diri dari perusahaan tempatku bekerja, PT Vads Indonesia. Next aku akan melebarkan sayapku ke perantauan yang agak lebih jauh lagi, Jakarta, orang bilang ini adalah the biggest city di Indonesia. Kota metropolitan yang nyatanya benar-benar metropolitan.

Banyak teman yang meragukan aku hidup di kota besar itu, tapi kuabaikan. Mmm... aku terima perkataan dan nasehat mereka, tetapi aku lah yang akan menjalaninya. Kenapa meragukanku? Entahlah. Karna aku tidak pernah keluar dari Jogja? Karna Jakarta macet? Karna aku jarang bepergian jauh? Karna aku wanita? Semanja itu kah aku dihadapan kalian? Terimakasih, aku menghargainya, tapi sekali lagi, aku yang akan menjalaninya. Aku belum mencoba dan aku akan mencoba. Itu yang akan aku lakukan.

Seorang kawanku mengatakan ini padaku, "semakin kita dewasa, kita itu levep up, harus bisa menghadapi, yang nggak mau maju biasanya bukan meng-upgrade skill, tapi mengintimidasi yang lain", itu yang membuatku termotivasi untuk mengabaikan beberapa teman yang meragukanku. Terlebih lagi keluargaku mendukung sepenuhnya apapun pilihanku, asal itu baik dan bermanfaat. Siapa tau ketemu jodoh disana, duuhh balik lagi ke masalah itu, hahaha.

Ngomong-ngomong soal jodoh, sudah tahun keberapa ini? Tahun keberapa aku menulis di blog saat ulang tahunku dan aku masih sendiri? Rasanya sudah banyak tahun (LOL). Mmm,, setelah iseng-iseng ku-review blogku, ini sudah tahun keempat. Ya Tuhan, sudah empat tahun Tuhan *mewek*. Masa iya aku harus sebut satu-satu yang udah pernah deket sama aku dan sebelum aku miliki mereka udah pergi duluan *meweklagi*.

Baik, tahun ini aku nggak akan minta dipertemukan dengan laki-laki jodohku. Mungkin semua laki-laki yang Kau "pertemukan" padaku adalah jodohku, tinggal mana yang ingin kupilih. Kali ini aku akan mengubah pertanyaanku, "Tuhan, beri aku ide, dalam doaku siapa yang harus kusebut?"

Hai Vita, Happy Birthday, semoga di tahun ke-25-mu, Tuhan memberimu seorang laki-laki yang akan bertanggungjawab atasmu.
Read More..

20 Fact About Me

Sebenernya ini cuma ikut-ikutan aja sih, haha.. tapi okelah, itung-itung mengenang masa lalu dan koreksi diri sendiri.

1. Satu-satunya anak yg goldarnya O di keluarga yang sangat besar sekali.
2. Waktu SD cita-citanya jadi astronot dan selalu juara (meski juara 2 dan 3) di olahraga lari dan lompat tinggi. Sekarang? Jalan bentar aja capek dan mendadak lemes *efek kaki yang menua*.
3. Waktu SMP pernah nulis novel dan cerpen, suka gambar animasi kartun (sampe skg masih heran dan berpikir keras "dulu aku lebih kreatif dari sekarang, kemana semua itu hilang?").
4. Berhenti nulis pas SMA kelas 1 gara2 pernah nulis novel adventure, ada adegan si tokoh utama terluka karna diserang musuh, dan suatu hari di hari hujan dan rumah kosong ada seseorang telp ke nomerku dengan suara merintih kesakitan, seorang cewek yg mengaku bernama Saga (tokoh utama di novelku), langsung kututup telp dan seminggu kemudian PCku rusak dan file2ku hilang karna hardisknya juga ikutan rusak.
5. Suka basket sejak SMP, pas SMA barang wajib dibawa adalah bola basket. Tiap hari pulang sekolah selalu maen basket dulu sama temen-temen sampai kebentuk klub basket amatir namanya "StreetPlay", dan aku satu-satunya anggota cewek di dalamnya.
6. Cinta pertamaku pada orang yg bahkan sampai saat ini belum pernah kuliat wajahnya sejak SMA. Aku hanya mendengar suaranya saja dan sampai saat ini masih ingat betul bagaimana cara dia ngomong.
7. Waktu kuliah sering gonta ganti pacar, tapi sekarang udah terlanjur mati rasa, bahkan liat cowok cakep pun berasa biasa aja, hambar. Bahkan sakit hatipun terasa biasa saja. Untuk menghindari sakit hati, ada pikiran pengecut yang terukir jelas di hatiku, lebih baik meninggalkan daripada ditinggalkan.
8. Cinta pada pandangan pertama itu wajib, kalau pandangan pertama nggak ada gregetnya ya udah lewat.
9. Udah single 4th dan hampir putus asa cari pendamping, banyak cowok yg awalnya mendekat tiba-tiba pergi karna belum siap buat komitmen.
10. Entah kenapa mayoritas orang yg suka sama aku sudah punya pacar, dan itu alasan paling kuat buat bilang "tidak".
11. Tergila-gila sama jurnalistik sejak SMA, tapi tiba-tiba mati rasa juga pada jurnalistik hanya karna nggak mau mati sia-sia karna ungkap kebenaran (hmm,, apa coba, *mikir keras* >_< ).
12. Pernah berurusan sama psikopat yg ahli di dua dunia, dunia nyata dan gaib, bodohnya aku terperangkap dijebakan dua dunianya sampe tiap hari aku ngerasa parno, dan ternyata psikopat itu adalah teman dekatku, salah, mantan teman! Sejak berurusan sama psikopat jadi nggak bisa percaya sama orang lain, meskipun orang itu teman dekat. Selalu waspada dengan setiap pergerakan orang lain.
13. Punya grup namanya Troblemaker, isinya orang-orang aneh dan nggak jelas. Namanya juga Troublemaker, kebayang kan anggotanya seperti apa? Yes! Perusuh semua (LOL).
14. Dari sahabat-sahabat waktu kuliah, kebentuk grup namanya Pena Wisata. Isinya orang-orang yang doyan traveling dan buang-buang duit buat maen dan kuliner. Tempat berbagi dalam seneng maupun sedih.
15. Suka banget sama musik akustik dan suara angklung. Belajar maen gitar sejak 2013 dan sampai saat ini ZONK! Cuma apal kord dan nggak bisa gejrengnya *apa-apaan sih*. Paling suka sama grup band Naff, entah sejak kapan. Selalu nangis kalau denger lagu "Akhirnya Kumenemukanmu".
16. Nggak pernah bisa bohong, sekalinya coba bohong pasti ketahuan, sampai aku heran hidupku kenapa lurus banget. Dan nggak suka dibohongi, sekali dibohongi kepercayaan 90% luntur, bahkan bisa jadi nggak percaya sama sekali. Bisa benci setengah mati sama orang lain kalo dia pernah bohong sama aku, walau itu teman dekat sekalipun. Kalo sudah benci sama orang, sikap dan ucapku berubah kasar dan nggak akan bersikap friendly.
17. Akan jadi introvert ketika tidak nyaman dengan seseorang, dan jadi orang yang super cerewet dan manja ketika cocok dengan seseorang.
18. Cuek dan nggak peduli urusan orang lain, yg penting nggak ganggu hidupku aja.
19. Akan ingat hal sekecil apapun yg penting buatku, bahkan kejadian yg sudah bertahun-tahun lamanya, atau yg hanya kulihat dan diucapkan sekali oleh orang yg penting buatku.
20. Nggak suka segala macam dan bentuk hewan, termasuk kucing yang kata orang itu lucu dan imut-imut. Buatku imut adalah serigala (LOL). Tapi tetap saja aku nggak akan dekat-dekat dengan segala macam hewan meski itu cuma seekor ulet.
Read More..

Lelah

Apa yang kalian pikirkan tentang aku?
Seorang aku yang bahkan tak mengerti bagaimana aku.
Seorang aku yang bahkan tak mengerti apa yang aku rasakan.
Seorang aku yang ingin membenci diriku sendiri tapi tak bisa.

Aku kehilangan penglihatanku lagi,
aku kehilangan pendengaranku lagi,
aku kehilangan asaku lagi,
dan aku kehilangan rasaku lagi.

Ini adalah kesekian kalinya,
entah berapa kali pengulangan hal yang sama,
aku tak merasakan apapun,
pun aku tak berani melangkah.

Baru beberapa waktu lalu aku merasakan sesuatu yang indah,
merasakan sedikit getaran yang sangat ku rindukan.
Tapi sekarang, pagi ini, semua kembali hilang,
layaknya air bah yang menyapu sebuah bangunan rapuh,
dan rasa itu hanyut bersamaan dengan puing-puing bangunan.

Aku mulai tak peduli (lagi) dengan semuanya,
aku mulai mengacuhkan hatiku,
aku hanya ingin terdiam tak berkata,
dan hanya bisa tersenyum palsu.

Aku lelah dengan rasa ini,
rasa yang tiba-tiba datang dan pergi,
rasa yang tak bisa ku kendalikan,
rasa yang membuatku berhenti ber-asa.

Ketika aku merasa bahagia,
di saat yang sama aku juga merasa takut.
Ketika aku mulai berharap,
di saat yang sama pula harapan itu kembali pudar.

Apa yang sedang terjadi?
padaku,
pada hidupku,
pada hatiku.

Aku ingin bercerita,
aku ingin bersandar,
aku ingin seseorang tahu,
aku lelah.
Read More..

Step Awal Pendewasaan

Ini tentang sebuah perjalanan dua orang perempuan yang berjuang untuk menjadi seorang wanita, wanita yang (mungkin) akan melangkahkan step pertama ke sebuah gerbang bernama kedewasaan.

Apa yang akan kau lakukan jika, dari hidup yang sama sekali tak pernah punya masalah besar dan rumit, tiba-tiba ada masalah datang, tak cukup satu, empat masalah datang bersamaan. Masalah dari sisi kuliah/ kerjaan, pacar/ teman dekat pria, teman sepermainan, dan orang tua.

Keempat masalah itu membaur menjadi satu. Layaknya sebuah sasaran tembak yang digempur dari empat arah sekaligus. Kalian tidak akan pernah bisa membayangkan bagaimana rasanya jika kalian menjadi kami, jika kalian belum mengalaminya sendiri. Mungkin kalian hanya akan mengatakan satu kata untuk kami, sabar. Yah, itu adalah kata klasik untuk menunjukkan empati seseorang pada orang yang sedang terkena musibah. Kami terima empati itu untuk satu orang pertama yang mengatakannya, selanjutnya kata itu hanya akan masuk ke telinga satu dan akan keluar dari sisi yang lain.

Cerita kami memang berbeda pelaku, tapi tak usah ditanya untuk beberapa cerita, cerita kami sama, apa yang telah kami alami intinya sama. Di sini tidak akan diceritakan secara detail apa yang telah kami alami, karna itu akan butuh ratusan bahkan ribuan page agar semua kejadian tertulis di sini. Yang jelas buat kami seburuk-buruknya keadaan adalah waktu itu, bermula tahun 2010, dan mencapai puncaknya di tahun 2011 sampai 2013, dan tahun 2014 ini adalah sisa-sisa harapan kami. Tahun itu adalah tahun-tahun terburuk yang pernah kami alami dan mungkin suatu saat nanti akan menjadi tahun terpenting buat kami, tahun terpenting karna telah berjasa mendewasakan kami.   

Berbeda cara kami menjalani kehidupan itu. Sahabatku tiba-tiba menghilang tanpa kabar, mmm.. sori, masih adalah kabar, tapi hanya sekedar kabar, "aku baik-baik saja" dan beberapa slentingan dari orang-orang di sekitarku tentang dia. Dan aku? Entah menurut orang lain aku menghilang atau tidak, tapi yang jelas, aku berusaha menjalaninya, sesulit apapun itu. Orang lain mungkin akan melihatku baik-baik saja, tapi itu adalah perjuanganku untuk membuat semuanya terlihat baik-baik saja.

Kalian tahu? Saat itu rasanya seperti tercekik dan terpenjara dalam satu keadaan, putus asa, penyesalan, sakit hati, semua beradu menjadi satu dalam satu waktu. Tak tahu harus melangkah kemana. Berusaha yakin bahwa Tuhan akan memberi jalan, tapi keadaan tak kunjung berubah. Hidup enggan matipun segan. Ingin bunuh diri tapi ingat dengan dosa yang sudah dilakukan, ingin teriak "lebih baik Kau bunuh aku Tuhan", tapi takut mati. Bersyukur kami masih punya iman. Hal terbaik saat itu adalah kami masih bisa makan.

Saat itu aku benar-benar berpikir bahwa aku ingin kembali ke masa kanak-kanakku, ke masa dimana aku tak perlu memikirkan apapun, tak perlu ribet dengan urusan dunia dan hanya perlu bermain dengan bahagia.

Selama 2 tahun, pertemuanku dengan sahabatku bisa dihitung dengan jari dan awal 2013 aku bertemu lagi dengan sahabatku setelah sekian lama, dan itulah akhir dari penepian kami masing-masing. Kami kembali dan saling menguatkan, itu yang terpenting.

Yang bisa kami simpulkan dan kami pelajari dari beberapa masalah yang kami alami adalah Tuhan sedang mengajarkan cara untuk bertahan.

Secara pribadi aku sadar, saat itu aku benar-benar berusaha bertahan. Mengikuti irama kehidupan tanpa ada perlawanan. Bukan tak berani melawan, tapi karna tak tahu harus melakukan apa. Sampai saat ini aku hanya bertahan, bertahan sampai bisa tahu apa yang harus kulakukan. Bertahan memang jalan yang tepat, dan ini sangat menguras tenaga dan pikiran.

Tak mudah untuk merasakan hidup lagi setelah kejadian-kejadian itu. Kalian tahu, sakit yang sebenarnya adalah ketika kau tidak merasakan sakit sama sekali. Orang-orang menyebutnya dengan mati rasa.

Mungkin ini adalah fase pertama untuk menjadi dewasa. Aku yakin, semua orang mengalami fase ini dengan permasalahan masing-masing dan mendapatkan hidayahnya masing-masing.

Dan saat ini Tuhan sedang mengajarkan kami untuk berjalan kembali. Berjalan kembali dengan pribadi yang berbeda. Kami berusaha untuk menutup kenangan silam yang seharusnya sudah expired (tapi entah kenapa tanggal expired selalu diperpanjang). Meski kami tak bisa menutupnya rapat-rapat, tapi itu adalah usaha kami. Orang gaul bilang, kami harus bisa move on dari masa lalu kelam. Saat ini kami berani memutuskan untuk berusaha membuka lembaran baru dan mengikhlaskan apa yang telah terjadi.

Semoga orang-orang (mungkin bagian ini lebih ditujukan bagi pria yang akan menemani hidup kami suatu saat nanti -entah siapa-) bisa menerima kami apa adanya, menerima masa lalu kami, menerima kami tanpa harus menyuruh kami menjadi waras terlebih dulu, karna saat ini kami sudah benar-benar gila :) Dan kami butuh orang yang nggak ribet untuk menerima hidup kami yang sudah cukup ribet ini. Butuh penyuka barang antik untuk sesuatu yang antik pula.

Dan inilah awal dari lembaran baru kami :) Hope everything will be okay.
Read More..

Lost My Mind

Seseorang mengatakan satu hal padaku semalam. "Jangan membuat orang lain jatuh cinta padamu jika kamu tak menyukainya". Kalimat itu sontak membuatku lemas dan mati langkah, handphone pun rasanya tak kuat kupegang. Bukan lebay, tapi itu benar yang kurasakan semalam. Antara ingin menangis tapi disampingku ada ibuku tidur dengan pulas. Jadi apa aku harus menangis?

Apa yang membuatku ingin menangis? Pertama, karna kata-katanya benar, kedua karna aku tak tahu lagi apa yang harus kulakukan. Kenapa aku bisa mengatakan ini? Karna sebelumnya, ibuku sudah kembali menanyakan "Sudah dapat pacar belum? targetnya 2 tahun kan? Ini tinggal 10 bulan lagi". Yah, flashback kesepakatan dengan ibuku saat ultahku di tahun 2012. Aku bilang padanya 2 tahun lagi aku pasti sudah punya calon. Dan ternyata ibuku mengingatnya. Rasanya nggak enak. Sebenernya aku nyantai, aku hanya ingin menjalani hidupku seperti air yang selalu tahu kemana dia harus bermuara.  

Kembali lagi kebahasan semula. Mengenai alasan pertama, bahwa kalimat itu benar adalah tentu aku akan menjadi orang yang sangat jahat sekali jika aku membuat orang lain jatuh cinta sedangkan aku tidak menyukainya. Analoginya, ketika aku sudah terpojok, berdiri diantara jurang dan daratan, sedangkan ada satu hal yang membuatku tak bisa kembali ke daratan, dan hanya ada satu orang disana yang bisa menolongku supaya tak jatuh ke jurang. Sebagai balas budi aku mencoba untuk mencintainya. Tapi aku gagal, sedangkan aku sudah berhasil membuatnya jatuh cinta padaku. Bukankah itu menyakitkan baginya? Aku pasti akan dianggap memainkan perasaannya.

Alasan kedua, saat ini memang benar aku tak tahu apa yang harus aku lakukan. Aku tak punya ide apapun. Kenapa? Karna kalau aku hanya main-main dan hanya ingin mencoba kembali dengan berbekal pemikiran "yang penting segera move on dengan siapapun orangnya, siapapun yang ada di depanku", aaaahhhggg, that's a shit think. Itu konyol. Aku nggak mau seperti itu.

Jadi apa yang harus aku lakukan? Selain mati rasa, rasanya aku jadi mati langkah. God, tolong beri aku ide, apa yang harus aku lakukan agar aku dan orang lain tidak terluka. Karna Kau jelas tahu, apa yang aku butuhkan tak selalu sama dengan apa yang aku inginkan. Mati gaya, God, please.
Read More..

Fix You

Lagu ini mewakili apa yang aku rasakan sekarang. Sebenernya nggak juga sih, tapi iya, hanya saja,, aahhh... rasanya bosan, ketika ini terjadi lagi "When you get what you want, but not what you need". One of a shit things yang sering aku rasain. Oke, aku emang dapet apa yang aku mau, tapi aku nggak dapet apa yang aku butuhin. Dan pada akhirnya aku merasa itu nggak penting, karna itu hanya untuk kesenanganku sesaat.

Meski aku sudah berusaha untuk memperbaiki dan mencoba kembali melakukan yang terbaik untuk "membangun" diriku kembali, mencoba belajar dari kesalahan yang pernah terjadi, tapi rasa takut untuk mencoba kembali, takut untuk mencintai, takut untuk kehilangan, dan takut untuk menangis, beradu menjadi satu. Dimana itu membuatku lebih lama beranjak, dari yang sudah orang lain lakukan. Dan sekarang aku benar-benar rindu, rindu berimajinasi tentang apa yang benar-benar aku butuhkan.

Well, sebenernya aku tahu apa yang aku butuhkan, hanya saja aku takut mengatakannya dan aku takut untuk mengejarnya. Aku takut gagal. Tapi aku selalu mencoba, mencoba untuk menyakinkan diriku sendiri, bahwa aku bisa, aku tak seburuk apa yang aku pikirkan.

Satu yang perlu kalian tahu, bahwa bicara dan menulis itu sangatlah mudah :)

Dan inilah, Fix You yang dipopulerkan oleh ColdPlay, lagu lama, tapi sangat menyentuh. Mungkin hanya buatku.
When you try your best, but you don't succeed
When you get what you want, but not what you need
When you feel so tired, but you can't sleep
Stuck in reverse

And the tears come streaming down your face
When you lose something you can't replace
When you love someone, but it goes to waste
Could it be worse?

Lights will guide you home
And ignite your bones
And I will try to fix you

And high up above or down below
When you're too in love to let it go
But if you never try you'll never know
Just what you're worth

Lights will guide you home
And ignite your bones
And I will try to fix you

Tears stream down your face
When you lose something you cannot replace
Tears stream down your face
And I...

Tears stream down your face
I promise you I will learn from my mistakes
Tears stream down your face
And I...

Lights will guide you home
And ignite your bones
And I will try to fix you


Yeah, sempat meneteskan air mata ketika mendengar lagu ini. Just a little bit. Hanya karna menjiwai sebuah peran yang sampai saat ini, aku yakin, aku masih sanggup untuk menjalaninya.
Read More..

Itu Bukanlah Sebuah Doa

Aku pernah mengatakan suatu hal ketika kita masih bersama. Sebagai seseorang yang berhubungan cukup dekat denganmu, sedikit banyak aku tahu bagaimana kehidupanmu. Mesti itu hanya satu dari bagian terkecil cerita hidupmu. Tapi aku tahu.

Aku masih ingat, entah kapan aku pernah mengatakan satu hal padamu di sela-sela istirahatku yang terhitung maju selama 15 menit. Waktu itu suasana agak sepi, iya tentu, itu sudah mendekati jam 2 dini hari. Aku mengatakan, "aku mau lihat jalan hidupmu seperti apa, apa yang bisa membuatmu sadar dan berhenti untuk bermain-main, apa yang bisa benar-benar membuatmu bersedih?".

Aku mengatakan itu benar-benar spontan dan tak pernah sedikitpun terbesit dipikiranku sebelumnya, bahwa aku akan menanyakan hal konyol itu. Aahh,, tapi biarlah, aku memang ingin mengetahuinya. Mungkin dalam benakmu, kau berpikir bahwa aku mendoakanmu supaya kau terpuruk. Tapi itu tidak benar.

Satu bulan sejak aku menanyakan itu, aku tak tahu apakah perkataanku sudah (sedikit) terkabul atau belum, terakhir aku dengar kabarmu dari seorang kawan bahwa kamu putus dengan kekasihmu. Dan nampaknya kamu sedikit menjadi lebih pendiam, tidak seperti dirimu yang dulu. Begitukah keadaanmu sekarang? Atau kamu sedang bersandiwara?

Aku tak tahu apakah berita itu benar atau hanya seutas sandiwara yang biasa kau mainkan. Hanya saja jika itu benar, mungkin aku hanya akan melihatmu dari kejauhan dan berdoa agar kamu baik saja dan berubah menjadi lebih baik setelah kejadian ini. Aku turut berduka, iya, atas kesedihan dan kekecewaan yang tergambar di matamu. Namun, aku tak sampai hati pada diriku sendiri untuk menjejakkan kakiku kembali hanya untuk bertanya, "kamu baik-baik saja?". Pertanyaan itu, aku yakin sudah sering kau dengarkan. Aku hanya akan tersenyum dan menyapamu ketika sedikit waktu mempertemukan kita, akan tetap melangkahkan kakiku ke depan dan tak akan pernah mencoba untuk melihat punggungmu kembali.

Aku pernah menyukaimu dan sempat sedikit berharap bahwa aku akan menjadi satu-satu wanita di hidupmu pada saat itu. Tapi tak pernah sedikitpun terbesit dipikiranku, bahwa kamu akan menjadi pendamping hidupku suatu saat nanti. Dan sekarang, langkahku adalah kedepan, aku akan mencoba tersenyum lebih pada orang yang berada di depanku.
Read More..

Love My Hobbies

Aku kembali lagi ke job lamaku. Desain. Yah, terdengar menyenangkan. Dan itu memang menyenangkan. Ini benar-benar membuatku merasa sangat kreatif, meskipun sebenarnya tidak "sekreatif" yang kau pikirkan. Hanya saja aku bisa menuangkan apa yang ada dipikiranku untuk membuat sebuah objek desain. Tentu dengan pikiran, jika aku menjadi seorang "penikmat", desain seperti apa yang ingin kulihat.

Tentu ini bukan hal yang mudah. Sebagai seorang yang sudah lama tak menggunakan CorelDraw dan tak terlalu mempunyai daya imajinasi yang tinggi, ini sulit, tapi menyenangkan. Aku kembali meraba tools yang ada di program tersebut dan mengasah imajinasiku kembali. Kadang aku sering berpikir, dulu ketika SMP imajinasiku begitu banyak. Aku bisa merangkai banyak kata sehingga bisa tercipta sebuah novel dan merangkai banyak garis sehingga menjadi sebuah gambar apik yang tak terlalu buruk untuk dipandang. Tapi sekarang, aahh.. nampaknya memang sudah tak se-WOW dulu.

Tapi it's ok lah, menulis dan desain buatku sama. Sama-sama merangkai.  Sama-sama butuh imajinasi, kreativitas, dan sama-sama butuh teknik dasar yang cukup agar bisa menjadi visualisasi yang (mendekati) sempurna.

Aku menyukai dua kegiatan itu. Meski itu bukan pekerjaan utamaku. Aku itu menyenangkan. Otak kanan dan otak kiri, semua bekerja. Dan aku bisa melupakan waktu ketika aku sudah benar-benar menjiwai peran itu. Tentu melupakan sesuatu yang memang seharusnya dilupakan juga, haha... pikiran orang yang suka menyelam sambil minum air.
Read More..

Tahun Baru dan Resolusi

Januari 2014, yeah that's right. This is a new year. Nggak ada yang spesial sih, biasa aja. Tahun baru gw di kantor, liat kembang api dari balik kaca hitam yang mantul bayangan PC dan avaya, jadi kembang api-nya nggak keliatan kalau gw nggak nempelin wajah gw ke kaca. Tapi okelah, cukup keliatan kembang apinya, walau gw mesti bersusah payah nempelin wajah gw ke kaca.

Biasanya tahun baru pengennya pergi kemana gitu sama temen-temen, tapi tahun baru kali ini gw pilih duduk di kantor sambil mantengin avaya. Mungkin karna faktor temen-temen gw sekarang cuma available di kantor doank kali ya jadi gw betah nongkrong di kantor. Yah whatever lah, yang jelas, kalo tahun baru gw jalan keluar nongkrong dan lain sebagainya, itu akan mempercepat tanggal tua gw. Sedangkan saat ini gw sedang dalam misi menekan pengeluaran gw seminim-minimnya, tapi bukan berarti gw pelit sama diri gw sendiri yaahh.

Oke, happy new year buat semuanya. Bicara tentang tahun baru, semua orang membicarakan tentang resolusi. Inget kawand, resolusi itu nggak selalu harus di tahun baru, tapi setiap hari harus ada resolusi, minimal buat diri lo sendiri. Resolusi yang bagus menurut gw adalah resolusi yang bisa bikin hidup lo jadi lebih "jelas" sejelas-jelasnya. Kalau lo bikin resolusi cuma setahun sekali, butuh berapa tahun supaya hidup lo jadi lebih "jelas"?

Ngomong-ngomong tentang resolusi, gw jadi inget tentang kamera. Gimana caranya bikin gambar yang bagus dan jelas. Lo beli hape, kenapa lo selalu nyari kamera yang pixelnya lebih besar? Berharap hasil yang didapatkan lebih bagus? Jangan ngarep ketinggian guys. Belum tentu pixel yang lebih besar, selalu bikin gambar jadi lebih bagus. Menurut lo, hanya dengan pixel hidup lo jadi lebih jelas seperti hape yang lo cari buat ajang narsis supaya foto lo kalau diedit crop sana sini, cek brightness 'n contras dan lain sebagainya, gambar lo tetep kece gitu? Masih ada faktor sensor dan lensa supaya gambar jadi lebih bagus dan jelas guys.

Oke, kita analogikan ke hidup kita ya. Ibaratkan aja gambar adalah hidup kita, pixel sebagai pengalaman, sensor sebagai kesempatan, dan lensa sebagai tujuan. Yah, lo cukup pinter donk buat nebak apa yang bakal gw tulis di sini?

Hidup kita nggak melulu tentang pengalaman bro, supaya hidup kita jadi lebih perfect, lo butuh kesempatan dan tujuan. Pengalaman ada ketika ada kesempatan dan tujuan ada ketika lo punya pengalaman. Saat itulah hidup lo jadi lebih perfect ketika lo bisa mengkombinasikan tiga faktor itu.

Dan lo tw? Gw sebenernya bingung tentang apa yang lagi gw tulis. Gw nggak ngerti sama sekali tentang apa yang gw tulis. Ini sebenarnya ngomongin resolusi tahun baru apa kamera sih? Yang jelas, tiap beberapa bulan, kamera aja selalu di upgrade guys spesifikasinya, masa lo upgrade spek lo cuma setahun sekali sih? Itu aja untung-untungan lo bakal bisa make it happen apa yang udah lo ucap dan tulis. Action bro, mulai sekarang. Upgrade spek lo tiap hari. Biar hidup lo lebih "jelas" dan perfect. Supaya tahun baru lo nggak sia-sia.

Dan sebenernya tulisan ini tuh nyindir diri gw sendiri guys, yakin.
Read More..

111113 - Usia 24

Happy birthday akuuu
Happy birthday akuuu
Happy birthday akuuu
Happy birthday akuuu


Selamat ulang tahun buat aku. Buat 24 tahunku hidup di dunia ini. Buat segala yang aku miliki sekarang. Dan sekali lagi, happy birthday for me.

Pertama, Allah SWT, subhanallah sekali. Seberapapun besar dosaku, "maksiat" yang pernah kulakukan, yang nggak bisa kuukur menggunakan alat apapun, seperti timbangan, termometer, meteran kayu, dan lain sebagainya, Allah masih mau berada di sampingku. Allah masih melindungiku. Semuanya, Allah masih menganggapku ada. Terimakasih God, terimakasih telah selalu ada di hatiku. Terimakasih telah memberiku beberapa pikiran logis akhir-akhir ini. Terimakasih.


Kedua, tentu buat orang tuaku. Selalu dan utama. Tiap hari juga selalu doa buat orang tuaku. Yang udah baik banget besarin aku sampai segedhe ini. Yang sampai sekarang masih selalu aku repotin. Dan yang nggak akan pernah bisa kuhitung seberapa besar kebaikan mereka buat aku. Itu nggak akan pernah selesai jika aku menerapkan ilmu matematika di sini. Karna kebaikan mereka tak terbatas, selayaknya kamu menghitung berapa banyak sudut yang dimiliki oleh sebuah lingkaran.

Ketiga, kakak dan adikku. Tambahan satu keluarga lagi, yaitu kakak iparku. Cieee,, sekarang aku dah punya kakak cewek looohhh.  Mereka juga subhanallah sekali buat aku.

Keempat, buat aku. Kereeenn banget aku bisa bertahan hidup sampai sekarang. Kalau bukan karna Allah, itu mustahil. Semua ke"galau"an ku selepas aku beranjak dewasa dan sudah mulai memikirkan apa itu "hidup", jika bukan karna kehendak dan kuasa Allah, aku pasti nggak akan bisa melewatinya. Thanks God, You are my everything.

Kelima, Lina. Ini sahabatku. Nggak ada orang lain di Jogja yang bisa kuuber-uber selain dia. Entah saat seneng, sedih, marah, kecewa, semuanya. Dan tahun ini, kado yang dia kasih super aneh semua, ada go commando (celana dalam dan BH), sepasang sendok dan garpu dengan doraemon sebagai wadahnya, dan white rubik. Oke, menurutnya semua barang itu ada filosofinya. Go commando, artinya dia dah tau banget aku luar dan dalam. Sepasang sendok dan garpu, artinya sahabat yang tak terpisahkan (Amin), untuk doraemon, itu karna dia suka banget doraemon (ini alasan paling nggak nyambung). Dan white rubik, hidup itu penuh lika-liku, kamu harus menempuh perjalanan yang panjang dan perjalanan panjang itu adalah doamu, kamu akan merasa jenuh, merasa sulit, merasa bosan dalam setiap langkahmu, itu adalah proses, dan ketika kamu telah mendapatkan akhir dari perjalananmu, kamu akan merasa sangat sempurna dengan pengalaman yang sudah didapatkan. Ketika itu terjadi, akan ada permulaan-permulaan baru lagi, dengan hidup yang baru dan langkah yang baru pula. Menurutnya aku bisa mainin permainan itu disaat senggangku sambil menunggu jodoh yang tak kunjung datang (filosofi macam apa ini???).

Keenam, Rian. Heh, stop ya. Udah cukup, sampai di sini saja. Usiaku udah 24 tahun dan kamu 30 tahun (seharusnya). Aku harus move on dari semua pikiran tentangmu. Harus. Karna aku nggak akan mungkin memikirkan kamu seumur hidupku. Kamu punya hidup sendiri, begitupun denganku. Apa yang sudah kamu beri, itu adalah kenangan buatku. Dan itu akan membantuku untuk melangkah lebih baik ke depan. Terimakasih untuk 8 tahun ini.

Ketujuh, mantanku sekantor yang aku sayang. Kamu baik banget sama aku, tapi sayangnya aku merasa kamu bukan pilihan yang tepat untukku. Lagian percuma kan beib, aku dapat ragamu tapi aku nggak dapat hatimu 100%. Itu kan sakit banget beib. Kuharap kita berdua bisa menemukan pilihan yang tepat untuk masih-masih yaa. Heh, kita belum saling tukar-tukaran kado yaah.

Kedelapan, buat team Khoiri yang paling oke banget. Salut deh buat kalian. Biasanya GM cuma makan-makan doang, eh sekarang naik-naik ke puncak gunung, tapi belum keburu sampai puncak, kaki udah pada gemeteran. Hahaha.. jadi cuma bisa sampai pos 1 Gunung Purba saja. Tapi nggak apa lah. Yang penting kebersamaannya. Seneng banget aku di ultahku ini ada kalian yang nemenin aku. Semoga doaku yang kalian amini di pos 1 Gunung Purba itu, segera tercapai. Amiiiinnnn...

Kesembilan, buat semua sahabatku, Usi, Kiki Riski, Vian, Kyana, Idoz, Sadita, kuharap benar-benar tak ada reminder di hari ultahku ini di hape atau kalender kalian. Makasih banget atas doa dan support-nya. I love u all.

Kesepuluh, buat temen-temen kantorku yang tiap hari ketemu sampai bosen. Tetap semangat buat kalian semua. Kalian adalah keluargaku saat ini yang paling sering berada di sampingku. Kalian yang terbaik.

Dan kesebelas, buat temen-temen facebook dan twitter yang udah ngucapin, makasih banget doanya kawan.

Sekali lagi, happy birthday aku, selamat menjalani usia 24.
Read More..

SosMed itu Lebay

"bukan nggak bisa move on dari orangnya, tapi sulit move on dari kenangannya. 
contoh, nggak ada lagi yang bakal nyetem'in gitar gw lagi. fiiuuhh.."

Gara-gara status ini di facebook, sahabatku bilang, "lu kenapa? lu masih suka sama dy? lu kangen ma dy?" dan aku cuma bisa senyam senyum nggak jelas dan yang terucap di mulutku cuma "mbuuuhh,".
Eh malah dipanjangin ma dy, "lu nyesel putus ma dy? lu pengen balikan ma dy?" reflek kujawab, "nggak,".

Apa coba maksud pembicaraan itu? Hahaha...

Oke, begini ceritanya, sabtu kemaren aku bosen banget, ngeliat gitar di depan mataku rasanya pengen banget mainin tu alat. Aku emang nggak bisa maen gitar, kan lagi belajar. Akhirnya kuambil aja deh tu gitar, kukeluarin dy dari sarungnya. Pas neken beberapa kunci, jreng, eehh.. suaranya kemana-mana. Aduuhhh,, nggak enak banget didenger suaranya. Biasanya kalau kayak gitu, aku langsung sms si X, "yank, suara gitarnya nggak enak". Datang deh dy keesokan harinya. Sekarang, aku mau sms siapa? hahaha...

Kangen sama dy? Nggak tau ya,, mungkin iya. Masih suka sama dy, mungkin iya. Tapi emang kalo ditanya tentang nyesel atau nggaknya, tentu kujawab nggak nyesel. Ya emang nggak nyesel, ngapain coba nyesel segala, itukan pilihanku, keputusanku, ya itu lah yang terbaik buatku. Aku tau apa yang kumau kok. Masih pakai logika juga kok.

Ya, aku rasa wajar sih kalau habis kehilangan seseorang jadi rada2 galau nggak jelas gitu wajar. Seminggu dua minggu pasti udah biasa lagi. Biasa nggak smsan, biasa nggak ada yang merhatiin, biasa nggak ada yang ngapelin, serba biasa pokoknya. Hahaha... Badanku cepet kok kalo disuruh adaptasi. Jadi ya sewajarnya aja. Kecuali kalau status di sosial media, itu mah beda, harus lebay. Hahaha..
Read More..

I Love You But I Love MySelf More

Well, okay, ini tulisan tentang pacarku,, emm.. maybe sudah mantan. Ah aku juga tak tau apa statusku dengannya sejak pertama kali mengenalnya. Tak ada kesepakatan.

Pernah aku mengatakan padanya, "jika ingin mencari yang lain, carilah orang yang tidak kukenal, jangan temanku". Oke, aku rasa kalimat itu sudah sangat cukup jelas.

Aku tidak ingin percaya siapapun, ini sudah pernah kukatakan ditulisanku sebelumnya. Apa yang kulihat dan kurasakan, itulah yang kupercaya. Prinsip ini, apakah termasuk salah satu tanda meng"aku"kan aku? Kurasa tidak, salah, seharusnya tidak.

Banyak rangkaian kata terdengar di telingaku setiap hari, dari si A, si B, si C, dan sebagainya. Terlebih lagi setelah aku cuti 9 hari kemarin. Oke, telingaku panas, hatiku menciut, itu pasti. But, stay calm and no action. Aku hanya mendengarkan. Sampai seorang sahabatnya memberiku beberapa saran dan masukkan. Memberiku beberapa pandangan, yang sebenarnya itu memang sudah ada dipikiranku, dan dia sangat berjasa untuk menguatkan pikiran itu.

Semalam temanku mengatakan sesuatu tentang dia, sesuatu yang mungkin aku (tidak) menyukainya. Sudah kubilang, tolong jangan temanku. Aku memang sempat berpikir bahwa mereka mempunyai hubungan yang lebih. Tapi aku mencoba untuk tetap netral pada keadaan. Karna aku tak tau apakah pikiranku benar atau itu hanya perasaanku saja.

"Who am I?" Akhirnya pertanyaan itu muncul dipikiranku. Siapa aku baginya? Ahh,, shit with that question. Sebenarnya pertanyaan ini sangat ambigu. Buatku pertanyaan ini mengandung dua arti, apakah aku mulai menyayanginya? atau sukaku padanya (memang) tidak tulus?

Pertanyaan itu sedikit mengena bagiku, dan aku teringat pertanyaan sahabatnya, "kamu cinta sama dia kan?". Oke, aku mulai berpikir. Akhir-akhir ini aku sering memikirkannya, sering merasa sedih ketika tahu bahwa dia punya wanita lain di hidupnya. Aku sedih dan ini menyakitiku. Aku sadar, inilah fase dimana aku mulai menyayanginya.

Semalam, tanpa sengaja setelah temanku mengatakan sesuatu tentang dia, aku punya alasan untuk memulai keributan dengannya. Membuat sebuah alasan untuk menjauh dari hidupnya, tanpa dia harus tau seperti apa perasaanku yang sebenarnya. Yang dia cukup tau, adalah alasan awal kami memulai hubungan ini, just for fun, let it flow.

Cukup itu. Karna jika aku meneruskan hubungan ini, hanya aku yang akan selalu merasa sakit. Bodoh jika aku meneruskannya. Sudah jelas, susah payah aku membangun hatiku kembali dari keadaan mati rasa, aku tak ingin menghancurkannya lagi. Aku menyayangi diriku lebih dari siapapun. Jika tak ada orang yang benar-benar ingin melindunginya, aku sendirilah yang akan melindunginya, sampai saat tepat yang sudah dijanjikan oleh Tuhan datang padaku.

I choose my friend and I let go of my lover, I love you darl' but I love my self more,,
Read More..

The One That Got Away + Use Somebody

Summer after high school when we first met
We make up in your Mustang to Radiohead
And on my 18th Birthday
We got that chain tattoos

Used to steal your parents' liquor
And climb to the roof
Talk about our future
like we had a clue
Never plan that one day
I'd be loosing you

And in another life
You would be my girl
We keep for our promises
Be us against the world

And in other life
I would make you stay
So I don't have to say
You were the one that got away

I've been roaming around
Always looking down at all I see
Painted faces, fill the places I cant reach

You know that I could use somebody
You know that I could use somebody

Someone like you
Someone like you

And in another life
You would be my girl
We keep for our promises
Be us against the world

And in other life
I would make you stay
So I don't have to say
You were the one that got away

And in another life
(Someone like you)
You would be my girl
We keep for our promises
(Someone like you)
Be us against the world

And in other life
(Someone like you)
I would make you stay
So I don't have to say
(Someone like you)
You were the one that got away



dedicated to Andryan Firmansyah ||  covered by Alex Goot feat Chad
Read More..

Selalu, di Bulan November

Jam dinding itu masih terus berputar
Berdetak detik demi detik
Tak terasa waktu terus berjalan
Mengiringiku hingga sang fajar menyapa kembali

Delapan tahun hampir berlalu
November kembali bersimpuh
Seakan terdiam di depan layar bioskop
Ingatan itu kembali dimainkan oleh sang lakon

Jelas terekam kenangan itu
Kenangan di bangku SMA berasama sosok itu
Pahit dan manis sebuah cerita
Yang tercipta selayaknya sebuah takdir

Ini bukanlah takdirmu
Ini takdirku
Takdirku untuk selalu mengingatmu
Takdirku untuk selalu menunggumu

Selalu ada tulisan tentangmu
Selalu ada doa yang lebih untukmu
Karna aku benar-benar mengingatmu
Selalu, di bulan November

Apa yang akan kau beri?
Di tahun kedelapan ini?
Aku menantinya
Hadiah darimu
Read More..

Berserah

Lagu ini bagus dan universal banget. Liriknya nyentuh banget dan jadi motivasi banget. Banget banget deh pokoknya, jempolan banget. Check this out!

****

Kapankah pelangi datang setelah redanya hujan
Begitupun gelap malam, takkan tetap, takkan diam
Akan pergi digantikan pagi

Ada tangis lalu ada tawa, ada manis di balik kecewa
Begitulah biasanya, habis luka datang suka
Terimalah dengan hati yang rela

Berserah pasrahkan semua (pasrahkan semua) pada Yang Kuasa
Beri yang terbaik sepenuh jiwa
Berserah bukan berarti menyerah tapi tak henti percaya
Bahwa kita (bahwa kita) memang pantas bahagia

Bahagia pasti bersama kita
Bila jalani hidup dengan cinta
Memberi dengan rela, terima dengan suka
Setia sabar dan percaya

Berserah pasrahkan semua pada Yang Kuasa
Beri yang terbaik sepenuh jiwa

Berserah pasrahkan semua pada Yang Kuasa
Beri yang terbaik sepenuh jiwa
Berserah bukan berarti menyerah tapi tak henti percaya
Bahwa kita (bahwa kita) memang pantas bahagia

Kapankah pelangi datang setelah redanya hujan

****

- Berserah by Gamaliel - Audrey -
Read More..

Kesempatan Kedua

Kemarin di suatu sore, aku bertemu dengan seorang kawan lama. Dia sahabatku. Tempatku berkeluh kesah. Tempatku tertawa, menangis, bercanda, bertukar pikiran, beradu logika, dan (kadang) bertengkar. Egois satu sama lain, itu manusiawi. Lama sekali aku tak jumpa dengan gadis ini. Rasanya seperti bertemu sahabat lama yang sudah bertahun-tahun tak jumpa. Padahal baru beberapa bulan kebelakang aku (hampir) tak melihatnya. Yah, "kesibukan" kami yang sekarang bukan notabene anak kulihan lagi. 

Dulu kami memang satu tim untuk sebuah "artikel pendek" yang selalu dikerjar dateline. Juga satu tim dalam urusan organisasi kampus. Sekarang, dia yang mengurung diri di kamarnya dan ber-ilustrasi dengan segala imajinasi dalam setiap khayalannya. Dan aku yang menghabiskan waktu untuk menjadi seorang konsultan di bidang telekomunikasi. Oke, ini hidup kami sekarang. Dia mengirimkan tulisan-tulisannya ke penerbit, dan aku cukup "bahagia" mem-posting tulisanku di blog pribadiku. Seperti yang sedang kau baca sekarang.

Aku bertemu dengannya di warung makan langganan kami ketika kuliah. Warung Tini. Penyetan "mewah" dengan harga mahasiswa. Sebenarnya aku menyuruhnya datang untuk menemaniku makan. Oke, kini kami berbeda profesi, tetapi masalah cinta kami tetap sama. Terpaku pada satu orang yang tak jelas seperti apa kabar dan keadaannya.

Kami sudah berusaha melupakan mereka. Berusaha sangat keras melupakan mereka. Dan kami melupakan suatu hal yang sudah sangat jelas kami ketahui, "jangan berusaha untuk melupakan "suatu hal", karna kau tak akan pernah bisa melupakannya setiap kau mencoba melupakannya". Itu paten. Dan itulah otak manusia.

Kami hanya membayangkan dan mencoba bertanya pada diri kami sendiri atau bertanya satu sama lain, "jika seandainya suatu saat 'mereka' datang kembali, apa yang akan kamu lakukan?". Jawabannya satu, "menerimanya kembali". Lantas, pertanyaannya adalah, "'mereka' datang kembali dengan status 'mereka' yang masih single atau sudah punya pasangan hidup?" Cukup berat bukan? Kami hanya bisa tertawa di atas rasa "kasian" terhadap diri kami sendiri.

Mungkin saat ini kami sudah mempunyai "pasangan" masing-masing. Kami sedang (mencoba) menjalani hidup kami yang baru. Hidup bersama dengan orang yang (mungkin) kami sukai. Entah dengan hati yang (cukup) lapang untuk menjalaninya atau hanya setengah hati kami. Pikiran kami masih sama seperti dua tahun lalu. Bagaimana jika "mereka" datang kembali disaat kami (sedang) menjalani hidup kami yang baru?
Masalah bukan ketika "aku" menghancurkan sebuah persahabatan demi seorang "aku" yang "mereka" suka, tetapi masalah adalah ketika (kelak) orang yang "aku" cintai datang kembali dikehidupanku ketika "aku" memiliki kehidupan baru yang "hampir" kujalani dengan sepenuh hati.

Kenapa kami mengatakan ini?

Karna (mungkin) kesalahan ada pada kami. Kami yang menyulut api dari hubungan ini. Kami mengejar ketika mereka bahagia dengan hidup mereka dan kami pergi ketika mereka mengejar untuk mendapatkan hidup kami setelah "membuang" hidup bahagia mereka. Dan inilah sebuah penyesalan. Ketika mereka harus pergi dan kami berusaha mencarinya, demi mendapat sebuah "kesempatan kedua".

Pernah, kami sepakat untuk move on. Move on dari cerita tentang "mereka". Tetapi itu gagal. Mimpi dan kejadian-kejadian ganjil selalu datang pada kami. Memberikan insyarat atau mungkin (hanya) sekedar bunga tidur yang kami tanggapi terlalu serius. Tapi kami, adalah dua orang dari segelitir orang yang percaya pada Tuhan, mimpi, dan kejadian-kejadian yang (mungkin) "sengaja" dibuat oleh Tuhan untuk memberikan isyarat pada kami. Karna satu yang kami percaya, kebetulan itu tidak ada. Semua atas kehendak Tuhan.

Kesimpulannya, sampai kapan kami bisa bertahan menjalani hidup seperti ini? Berjuang menghapus mati rasa ini, berjuang untuk rasa bersalah di masa lalu, berjuang demi harapan mendapat sebuah kesempatan kedua, atau berjuang untuk mendapatkan masa depan terbaik bagi kami. Ini bukan hal yang mudah kami jalani. Dan kami berusaha menjadi "kuat" untuk diri kami sendiri.

- dedicated to Rian and Idam -
Read More..

I Just Wanna Love MySelf

Ini curhatanku. Ingat, hanya curhatanku. Jika kalian menbaca ini, segera lupakan. Karna ini (sekali lagi) hanya curhatanku. Dan tidak ada hubungannya dengan hidup kalian *bussyyeettt dah (LOL)

Yang tahu cerita hidupku dari SMA sampai sekarang pasti tahu siapa orang yang (sempat) sangat aku sayang selama ini, (mungkin) sampai sekarang. Rian. Yah, orang itu benar-benar nggak bisa hilang dari pikiranku, sampai sekarang.

Beberapa minggu lalu, aku sempat memimpikannya. Dalam mimpiku, dia menelponku, bicara panjang lebar dengan segala gaya slengekan'nya. Intinya dia menyuruhku untuk berhenti memikirkannya dan mencari yang lain. Sehari kemudian, orang yang sangat diharapkan oleh orang tuaku untuk menjadi pendamping hidupku juga mengatakan hal yang sama, "cari yang lain". Oh Tuhan, what's happened?? or what's happening?? What's Your plan? Yeah, itu yang kutanyakan saat itu, tentu. Menangis? Iya. Just a little (maybe).

Okay, masih ingat kapan terakhir kali Rian menghubungiku? 2 November 2006. "Sayang, nanti pas ultahmu kita pergi bareng ya. Kamu mau kado apa?" Pasti bisa ditebak kan apa jawabanku? "Cukup kamu datang ke tempatku, aku udah senang. Cukup ada kamu."

After it? Aku hanya menunggu, menunggu datangnya keajaiban bahwa benar-benar akan datang seorang yang (sangat) kutunggu. Akhirnya, usia 17-ku dirayakan oleh sahabat-sahabat baikku. Aku menunggu dan itu sudah cukup. Berusaha untuk melupakannya dan aku yakin bisa.

3 tahun yang lalu, (mungkin) adalah hal terberat yang pernah kualami. Biasalah ya mahasiswa alay yang diputusin sama cowoknya. Hahaha... Setelah itu benar mati rasa. Tak bisa percaya pada satupun orang di dunia ini. Sebenarnya ada alasan lain yang tak bisa diceritakan disini tentang mengapa aku mati rasa dan tak bisa percaya pada seorangpun. Dan cerita ini sangat merubah cara pandangku pada setiap orang.

Sebelum tulisan ini, udah kuceritakan bukan bahwa aku juga sempat suka pada beberapa orang tapi tak ada hasil *kasian banget gw*. Now, ada lagi seorang yang aku suka. Aku suka dia di pandangan pertama *kenapa sih pandangan pertama begitu menggoda*. Dan aku nggak bisa deskripsiin kenapa aku bisa suka sama dia. Jadi, plis, jangan tanya alasannya, jangan tanya mengapa, karna aku tak tahu jawabnya.

Well, dia udah punya pacar. Biasa lah ya, ikut nimbrung di ibu-ibu arisan gosip sana sini, mmm... salah, lebih tepatnya nguping. Yeah, just nguping. Well done. Aku nyerah seketika pas denger dia dah punya pacar. Sori, gw bukan perusak rumah tangga orang. Oke, lupa sejenak tentang dia. Tapi suliiiitttt,,, tiap hari guweh ngeliat dia gitu loohh. Mana bisa lupa, dan semakin lama, aku semakin menyukainya *shy. Tuhan please,,, tutup mataku rapat-rapat pada orang yang sudah punya pendamping *batinku*.

Finally, I still like him *gileee lu dro!*

Suatu malam setelah long break, aku ketemu dia, secara nggak sengaja. Dia minta nomer hp'ku dan dengan sigap (tentu) aku kasih lah ya,, please deh, kesempatan itu cuma datang sekali *sori bro, guweh belajar dari pengalaman*. Okay, aku denger sana sini tentang dia, baik buruknya dia, dan yang paling tak kusangka, seorang temanku "menawarkan" dia padaku. "Sama ini, mau nggak?" Speechless, itu pasti *mauuu beuuudd >> batinku*.

Pertanyaannya, "kenapa sahabatnya 'menawarkan' dia padaku? Sedangkan dia sangat tahu sekali bahwa temannya sudah punya pacar."

Akhirnya kita deket dan semakin deket. Oke, abaikan soal kedekatan ini, karna sekarang kita sangat dekat. Dan nggak perlu dibahas lagi.

Now, kita bicara tentang "aku". Tentang aku yang (sampai saat ini - masih) mati rasa dan sedikit sekali kepercayaan yang bisa kuberikan pada seseorang. Saat ini, aku sedang mencoba percaya di atas ketidakpercayaanku padanya. Abaikan omongan orang lain, yang penting aku nyaman dengannya, apapun kata orang lain, mereka bukan "aku" yang menjalaninya secara langsung. Aku hanya mengikuti kata hatiku. Tentu saran dan "kebaikan" orang lain sangat aku terima, tapi bukan berarti aku harus melakukannya, bukan? I drive my action. That's me.

Aku mencoba percaya, aku berusaha percaya padanya, aku belajar percaya padanya. Aku yakin, ini nggak akan sia-sia. Setidaknya jika aku gagal, itu adalah satu pelajaran lagi buatku.

Tentang mati rasa yang kualami, saat ini masih. Setengah hati pada hubungan ini? I don't want it. Aku sadar, aku sayang dia, sekarang sangat menyeyanginya. Dan inilah lack'ku. Aku masih "takut" untuk "sakit" kembali. Aku "takut" untuk "percaya". Trauma? I don't know. Takut ditinggalkan? Maybe. Aku hanya me-maintenance diriku sendiri agar nanti jika dia "pergi" entah dengan alasan apapun, aku tak terlalu (red. perlu) merasa "sakit".

Egois kah? Tak dewasa kah? I just wanna love my self.

Lalu, apa hubungannya aku menceritakan tentang hari dimana Rian terakhir menghubungiku? Aku takut itu akan terjadi lagi, dan sepertinya akan benar-benar terjadi di usia 24-ku. Jujur, aku tak ingin merasakan perasaan yang sama seperti itu lagi.

Masih ingat kan? Ini hanya curhatanku. Setelah ini, lupakanlah. Dan aku berjanji untuk tetap tersenyum, untuk kalian yang selalu menyemangatiku dan untuk dia yang (saat ini) sangat aku sayang. Love you all, guys. And do love you beib.
Read More..

Keep Smile

Semalem (sepagi kali yeee) ngegalau nggak jelas. Pulang kerja, cuci muka cuci kaki, baringan di kasur sambil nonton sailormoon ma digimon. Iseng baca-baca gudang blogku. Old post, old post, old post. Sampe nemuin tulisan yang menyatakan bahwa aku mw nunggu tu orang sampe usiaku 24 tahun. Kalo nggak salah inget, itu di post-kan tanggal 8 Agustus 2011. Berarti bentar lagi yaahh.  Yah sudahlah *nyanyi lagunya Bondan*, it's over. Mending diakhiri aja deh. Toh udah 2 tahun nggak dapet apa2.

Oke, mantap sudah akhiri saja penantian panjang ini. 2006, 2007, 2008, 2009, 2010, 2011, 2012, sekarang udah 2013. Kurang puas? Makan aja tuh tahun. Nggak usah deh jadi orang yang sok setia nungguin orang yang nggak tahu jluntrungannya. Cut cut cut! Cut from my life. Banyak banget cowok diluar sana. Nggak usah takut nggak kebagian. Jodoh emang harus dicari dan nggak mungkin Tuhan salah ngasih jodoh buat kita.

Jomblo 3 tahun nggak masalah, yang penting dapet jodoh yang tepat dan akurat. So, nggak usah ngegalau hal-hal yang nggak penting, kalo jodoh pasti ketemu. Hidup sudah semestinya untuk dinikmatin. Inget vads's quotes tanggal 30 kemaren? Enjoy with your own life. Inget baik-baik. Nggak perlu dipaksain cari cowok sana-sini. Ntar juga ketemu, yang penting ada usaha tapi nggak usah terlalu ngoyo. (oh shit,, omongan siapa nih?)

Ni tulisan kayaknya nonjok gw banget. Udahan ah, kata caesar-nya YKS, keep smile!!! *joged ala caesar* 
Read More..

A Half of May '13

Rian...
Still remain bout him?
I'm sure ya!

How can I forget him? I guess there is no excellent way to forget him. Bahkan setiap menit dan detik yang berlalu aku masih mengingatnya. Meski terkadang ketika aku sedang menyukai orang lain.

Beberapa hari yang lalu sempat tiba-tiba aku merasa kangen banget sama Rian. Entahlah. Aku juga tak tahu apa sebabnya. That's just my felt. Itu terjadi ketika aku melihat sebuah video di salah satu tumpukan file-file yang sudah membusuk (kurasa) di hardisk-ku.

What's happened?
Sebuah pertanda?
Sebuah pertanda bahwa psikopat itu akan datang lagi padaku? Haiisshh,, dan akhirnya psikopat itu datang lagi dan mulai mengarang indah lagi. Kurasa psikopat itu menderita amnesia tingkat dewa dan benar-benar sudah sakit. Sakit jiwa!

Mungkin aku memang pernah menceritakan semuanya tentang Rian ke makhluk busuk itu. Tapi dia tidak akan bisa membuatku percaya lagi bahwa dia mengenal sosok Rian. Seperti apa Rian, hanya aku yang tahu.  Kau tidak akan bisa membohongiku lagi. Apalagi mengarang cerita sedih tentang Rian. Yang ini lah, itulah, I don't care. Aku tidak akan percaya kalau bukan kedua mataku sendiri yang melihatnya.

Aku janji, aku akan menggunakan logikaku untuk melawan kau dasar kutu busuk. Kau tidak akan bisa lagi mengarang cerita tentang hidup Rian. Meski sudah 8 tahun berlalu, aku masih mengingat jelas karakter Rian bagaimana, caranya berbicara, dan cara dia memanggilku serta menulis namaku. Aku yang tahu Rian seperti apa. Bukan kau atau orang lain.

Kutu busuk sepertimu mungkin lebih baik enyah dari dunia ini.    
Read More..

Aku Rindu, Tatapan Itu (End Story)

Hei kau, sebuah tatapan yang kurindukan, sekarang aku ingin kau membaca semua ini. Mungkin hanya lewat tulisan aku bisa menceritakan semua padamu. Aku tahu kau tidak suka membaca tulisan-tulisanku yang begitu panjang. Tapi ini adalah beberapa cerita yang tidak ingin kusimpan sendiri di hatiku. Aku ingin berbagi denganmu, tapi bahkan kau tak bisa kutemui secara langsung.

Lagu yang (sempat) kau katakan padaku itu, sampai sekarang masih kuingat kau ketika lagu itu diputar. Ketika kau duduk di belakangku tanpa mengatakan apapun, ditengah keramaian kelas ketika break, aku tahu, kau menyanyikan itu untukku.

Masih ingat dimana pertama kali kita makan bareng? Terminal Condong Catur. Bukan tempat yang cukup buruk karna aku menyukai tempat itu dimalam hari. After all, banyak sekali pilihan makan disana. Kau menceritakan tentang mengapa ruas jari kita terpisah. Kau mengatakan bahwa itu diciptakan karna ruas jari-jari itu berpasangan dan suatu saat ruas jari itu akan menemukan pasangan untuk saling menggenggam. Yah, aku setuju dengan pendapatmu. Dan saat itu aku berpikir bahwa ruas-ruas jari yang ada digenggamanku saat itu, ingin kumiliki. Dan ingin kugenggam erat.

Duduk bersama, bercerita di depan kost itu menyenangkan. Kau bercerita banyak hal tentang dirimu dan aku mendengarkan. Kau bilang, "jika ada seseorang yang menyayangiku, maka aku akan lebih menyayanginya". Dan ujung cerita kau mengatakan, "aku nggak tahu suatu saat nanti kau akan jadi jodohku atau tidak, tapi aku ingin menjalaninya dan biarkan semuanya mengalir seperti air". Setelah kau mengatakannya, aku ingin sekali mengatakan bahwa aku menyukaimu, tapi tiba-tiba kau mengatakan bahwa kau tidak bisa menyukai orang baru.

Ini adalah pertama kalinya aku merasa aku tak dianggap. Oke, aku bukan siapa-siapa, mungkin aku saja yang terlalu Ge-eR saat itu, aku merasa kau adalah "teman dekat"ku. Tapi saat itu kau lebih memilih berkumpul dengan teman-temanmu, bukan memilih untuk menemuiku, meski hanya sebentar. Tapi setelah itu kau menunjukkan suatu hal, dimana aku merasa bahwa kau membutuhkanku dan kau menganggapku ada. Aku nyaman dengan itu.

Panggilan sayang? Aku tahu, dua orang yang saling memanggil sayang belum tentu memiliki hubungan spesial. Ini 2013, generasi metropolitan yang bahkan sesama jenis pun saling memanggil sayang. Contoh, gue dan sahabat gue *ah, lupakan*.

Dan aku menyukai panggilan sayang itu. Hingga pada akhirnya, aku terbiasa dengan panggilan itu dan merasa bahwa memanggil nama, terlalu kasar untukku *entah bagaimana denganmu*. Kau sempat pula meminta untuk membuat panggilan sayang yang lucu. Hanya untuk kami berdua. Tapi aku menolak. Kau tahu kenapa aku menolak? Aku dulu pernah membuat panggilan sayang dengan mantanku. Sampai sekarang aku tak bisa memanggil namanya, karna menurutku itu terlalu kasar dan aneh.

Dulu, temanku sering mengatakan, untuk melupakan mantanku aku harus membiasakan diri memanggil dia dengan namanya, bukan panggilan sayang kami. Tapi gagal, sampai sekarang, sampai aku hanya mengganggap orang itu sebagai kakakku, aku tak bisa menghilangkan panggilan itu. Yang aku takutkan adalah, ketika kita seperti sekarang ini aku tak bisa melupakan itu dan mengembalikan kebiasaan memanggil nama. Kau tahu, sekarang aku berusaha keras untuk tidak memanggilmu, karna aku tak ingin memanggil namamu.

Ketika kau katakan bahwa kau mulai menyayangiku, ingin sekali kujawab dengan "ya", "sama", tapi sama sekali tak bisa keluar dari mulutku dan yang keluar hanyalah air mataku. Tapi entah apa yang kutangisi. Semua yang membuatku ragu padamu, kau sudah tahu, dan itu yang membuatmu menjauh dariku, yang membuatmu "pergi" dariku.

Ketika kubilang aku mati rasa, itu benar, aku tak berbohong. Hatiku benar-benar mati. Hatiku membeku. Aku tak merasakan apapun. Dan ketika itu terjadi, aku butuh sesuatu untuk mencairkannya kembali. Aku butuh seseorang untuk menemaniku.

Ketika aku bercerita tentang rahasiaku, aku butuh waktu ribuan kali untuk memikirkannya. Butuh banyak keberanian untuk mengatakan pada seseorang. Bahkan memikirkan untuk bercerita saja air mataku sudah menetes. Dan ketika itu, kau pertanyakan kepercayaanku padamu? Aku kecewa. Apakah aku harus bilang bahwa aku percaya padamu, baru kau akan merasa bahwa kau dipercayai? Apa kau tidak mengerti, dengan aku menceritakan rahasiaku saja, itu artinya aku benar-benar mempercayaimu.

Aku mempercayaimu untuk menjagaku, untuk jadi pelindungku, untuk tetap disisiku ketika aku terjatuh,
Itulah sebabnya, kenapa kubilang aku tak mempercayaimu dan aku tak mempercayai satupun manusia di dunia ini. Kau pikir aku tak merasakan sakit ketika mengatakan itu padamu? Hatiku sakit begitu memikirkan kau bukan orang yang bisa kupercaya dan untuk apa aku menceritakan suatu hal pada orang yang tak kupercaya. Memangnya aku ABG? Yang semua kondisiku ingin diketahui oleh orang lain, siapapun itu.

Sebenarnya, aku masih bingung kenapa kau tiba-tiba pergi. Apakah karna kubilang aku kecewa padamu? Apakah karna kau sakit hati dengan semua perkataanku? Atau karna aku tak mau melakukan sesuatu yang kau inginkan? Atau karna aku tak bisa membuatmu bahagia? Tak bisa membuatmu nyaman?

Dan yang sampai saat ini aku heran, kenapa wanita itu tidak pernah keliatan ketika kita bareng? Dan kenapa dia harus datang ketika kita ada masalah? Tak bisakah kita selesaikan berdua? Tak bisakah kita bicarakan baik-baik, tanpa harus aku melihat ada wanita disampingmu setelah kau bilang ingin sendiri.

Yah, aku memang kasar. Aku memang tak tahu diri. Aku bilang sayang padamu, dan aku juga bilang aku menyayangi orang lain juga. Kau tahu, setelah ku katakan tidak padamu, aku juga melakukan hal yang sama pada orang itu. Aku ingin berdiri sendiri. Tapi tak kusangka setelah itu kulihat wanita lain disampingmu.

Tapi yang sudahlah, mungkin memang harus begitu ceritanya. Dan ini adalah tulisan terakhir tentangmu. Setelah ini, tak akan ada lagi tulisan-tulisan lain tentangmu, dipikiranku, dihatiku, atau pun di blogku yang penuh dengan sampah-sampah di pikiranku.

Aku tak ingin melupakanmu, aku hanya akan membuang rasa ini. Rasa yang kau beri, rasa yang kutolak, dan rasa yang ingin kau tinggalkan. Agar kita bisa berteman lagi, berteman dengan sewajarnya, seperti yang aku dan kau mau. 
Read More..