Lost My Mind

Seseorang mengatakan satu hal padaku semalam. "Jangan membuat orang lain jatuh cinta padamu jika kamu tak menyukainya". Kalimat itu sontak membuatku lemas dan mati langkah, handphone pun rasanya tak kuat kupegang. Bukan lebay, tapi itu benar yang kurasakan semalam. Antara ingin menangis tapi disampingku ada ibuku tidur dengan pulas. Jadi apa aku harus menangis?

Apa yang membuatku ingin menangis? Pertama, karna kata-katanya benar, kedua karna aku tak tahu lagi apa yang harus kulakukan. Kenapa aku bisa mengatakan ini? Karna sebelumnya, ibuku sudah kembali menanyakan "Sudah dapat pacar belum? targetnya 2 tahun kan? Ini tinggal 10 bulan lagi". Yah, flashback kesepakatan dengan ibuku saat ultahku di tahun 2012. Aku bilang padanya 2 tahun lagi aku pasti sudah punya calon. Dan ternyata ibuku mengingatnya. Rasanya nggak enak. Sebenernya aku nyantai, aku hanya ingin menjalani hidupku seperti air yang selalu tahu kemana dia harus bermuara.  

Kembali lagi kebahasan semula. Mengenai alasan pertama, bahwa kalimat itu benar adalah tentu aku akan menjadi orang yang sangat jahat sekali jika aku membuat orang lain jatuh cinta sedangkan aku tidak menyukainya. Analoginya, ketika aku sudah terpojok, berdiri diantara jurang dan daratan, sedangkan ada satu hal yang membuatku tak bisa kembali ke daratan, dan hanya ada satu orang disana yang bisa menolongku supaya tak jatuh ke jurang. Sebagai balas budi aku mencoba untuk mencintainya. Tapi aku gagal, sedangkan aku sudah berhasil membuatnya jatuh cinta padaku. Bukankah itu menyakitkan baginya? Aku pasti akan dianggap memainkan perasaannya.

Alasan kedua, saat ini memang benar aku tak tahu apa yang harus aku lakukan. Aku tak punya ide apapun. Kenapa? Karna kalau aku hanya main-main dan hanya ingin mencoba kembali dengan berbekal pemikiran "yang penting segera move on dengan siapapun orangnya, siapapun yang ada di depanku", aaaahhhggg, that's a shit think. Itu konyol. Aku nggak mau seperti itu.

Jadi apa yang harus aku lakukan? Selain mati rasa, rasanya aku jadi mati langkah. God, tolong beri aku ide, apa yang harus aku lakukan agar aku dan orang lain tidak terluka. Karna Kau jelas tahu, apa yang aku butuhkan tak selalu sama dengan apa yang aku inginkan. Mati gaya, God, please.
Read More..

Fix You

Lagu ini mewakili apa yang aku rasakan sekarang. Sebenernya nggak juga sih, tapi iya, hanya saja,, aahhh... rasanya bosan, ketika ini terjadi lagi "When you get what you want, but not what you need". One of a shit things yang sering aku rasain. Oke, aku emang dapet apa yang aku mau, tapi aku nggak dapet apa yang aku butuhin. Dan pada akhirnya aku merasa itu nggak penting, karna itu hanya untuk kesenanganku sesaat.

Meski aku sudah berusaha untuk memperbaiki dan mencoba kembali melakukan yang terbaik untuk "membangun" diriku kembali, mencoba belajar dari kesalahan yang pernah terjadi, tapi rasa takut untuk mencoba kembali, takut untuk mencintai, takut untuk kehilangan, dan takut untuk menangis, beradu menjadi satu. Dimana itu membuatku lebih lama beranjak, dari yang sudah orang lain lakukan. Dan sekarang aku benar-benar rindu, rindu berimajinasi tentang apa yang benar-benar aku butuhkan.

Well, sebenernya aku tahu apa yang aku butuhkan, hanya saja aku takut mengatakannya dan aku takut untuk mengejarnya. Aku takut gagal. Tapi aku selalu mencoba, mencoba untuk menyakinkan diriku sendiri, bahwa aku bisa, aku tak seburuk apa yang aku pikirkan.

Satu yang perlu kalian tahu, bahwa bicara dan menulis itu sangatlah mudah :)

Dan inilah, Fix You yang dipopulerkan oleh ColdPlay, lagu lama, tapi sangat menyentuh. Mungkin hanya buatku.
When you try your best, but you don't succeed
When you get what you want, but not what you need
When you feel so tired, but you can't sleep
Stuck in reverse

And the tears come streaming down your face
When you lose something you can't replace
When you love someone, but it goes to waste
Could it be worse?

Lights will guide you home
And ignite your bones
And I will try to fix you

And high up above or down below
When you're too in love to let it go
But if you never try you'll never know
Just what you're worth

Lights will guide you home
And ignite your bones
And I will try to fix you

Tears stream down your face
When you lose something you cannot replace
Tears stream down your face
And I...

Tears stream down your face
I promise you I will learn from my mistakes
Tears stream down your face
And I...

Lights will guide you home
And ignite your bones
And I will try to fix you


Yeah, sempat meneteskan air mata ketika mendengar lagu ini. Just a little bit. Hanya karna menjiwai sebuah peran yang sampai saat ini, aku yakin, aku masih sanggup untuk menjalaninya.
Read More..

Simple Answer

Sebelum ini aku sempat memposting bahwa aku pacaran dengan seseorang di kantor. Ya, mungkin. Tapi aku bener-bener sanksi, apakah aku benar-benar pacaran dengannya atau tidak. Tak ada sama sekali kesepakatan. Mungkin hanya aku yang beranggapan bahwa aku sempat menjadi pacarnya.

Sudah dua kali aku ditanya oleh dua temanku sejak memutuskan untuk pergi dari orang itu, "terakhir pacaran kapan?" Kujawab 3 tahun lalu. Entahlah, itu jawaban spontan. Dan aku tak tahu kenapa aku bisa menjawab 3 tahun. Mungkin karna aku benar-benar tak yakin atas hubunganku dengan orang yang terakhir. Mungkin karna kami hanya main-main.

Aku jadi sedikit muak dengan diriku sendiri. Aku benar-benar ingin menyudahi hidup seperti ini. Bantu aku, Tuhan...
Read More..

Itu Bukanlah Sebuah Doa

Aku pernah mengatakan suatu hal ketika kita masih bersama. Sebagai seseorang yang berhubungan cukup dekat denganmu, sedikit banyak aku tahu bagaimana kehidupanmu. Mesti itu hanya satu dari bagian terkecil cerita hidupmu. Tapi aku tahu.

Aku masih ingat, entah kapan aku pernah mengatakan satu hal padamu di sela-sela istirahatku yang terhitung maju selama 15 menit. Waktu itu suasana agak sepi, iya tentu, itu sudah mendekati jam 2 dini hari. Aku mengatakan, "aku mau lihat jalan hidupmu seperti apa, apa yang bisa membuatmu sadar dan berhenti untuk bermain-main, apa yang bisa benar-benar membuatmu bersedih?".

Aku mengatakan itu benar-benar spontan dan tak pernah sedikitpun terbesit dipikiranku sebelumnya, bahwa aku akan menanyakan hal konyol itu. Aahh,, tapi biarlah, aku memang ingin mengetahuinya. Mungkin dalam benakmu, kau berpikir bahwa aku mendoakanmu supaya kau terpuruk. Tapi itu tidak benar.

Satu bulan sejak aku menanyakan itu, aku tak tahu apakah perkataanku sudah (sedikit) terkabul atau belum, terakhir aku dengar kabarmu dari seorang kawan bahwa kamu putus dengan kekasihmu. Dan nampaknya kamu sedikit menjadi lebih pendiam, tidak seperti dirimu yang dulu. Begitukah keadaanmu sekarang? Atau kamu sedang bersandiwara?

Aku tak tahu apakah berita itu benar atau hanya seutas sandiwara yang biasa kau mainkan. Hanya saja jika itu benar, mungkin aku hanya akan melihatmu dari kejauhan dan berdoa agar kamu baik saja dan berubah menjadi lebih baik setelah kejadian ini. Aku turut berduka, iya, atas kesedihan dan kekecewaan yang tergambar di matamu. Namun, aku tak sampai hati pada diriku sendiri untuk menjejakkan kakiku kembali hanya untuk bertanya, "kamu baik-baik saja?". Pertanyaan itu, aku yakin sudah sering kau dengarkan. Aku hanya akan tersenyum dan menyapamu ketika sedikit waktu mempertemukan kita, akan tetap melangkahkan kakiku ke depan dan tak akan pernah mencoba untuk melihat punggungmu kembali.

Aku pernah menyukaimu dan sempat sedikit berharap bahwa aku akan menjadi satu-satu wanita di hidupmu pada saat itu. Tapi tak pernah sedikitpun terbesit dipikiranku, bahwa kamu akan menjadi pendamping hidupku suatu saat nanti. Dan sekarang, langkahku adalah kedepan, aku akan mencoba tersenyum lebih pada orang yang berada di depanku.
Read More..

Love My Hobbies

Aku kembali lagi ke job lamaku. Desain. Yah, terdengar menyenangkan. Dan itu memang menyenangkan. Ini benar-benar membuatku merasa sangat kreatif, meskipun sebenarnya tidak "sekreatif" yang kau pikirkan. Hanya saja aku bisa menuangkan apa yang ada dipikiranku untuk membuat sebuah objek desain. Tentu dengan pikiran, jika aku menjadi seorang "penikmat", desain seperti apa yang ingin kulihat.

Tentu ini bukan hal yang mudah. Sebagai seorang yang sudah lama tak menggunakan CorelDraw dan tak terlalu mempunyai daya imajinasi yang tinggi, ini sulit, tapi menyenangkan. Aku kembali meraba tools yang ada di program tersebut dan mengasah imajinasiku kembali. Kadang aku sering berpikir, dulu ketika SMP imajinasiku begitu banyak. Aku bisa merangkai banyak kata sehingga bisa tercipta sebuah novel dan merangkai banyak garis sehingga menjadi sebuah gambar apik yang tak terlalu buruk untuk dipandang. Tapi sekarang, aahh.. nampaknya memang sudah tak se-WOW dulu.

Tapi it's ok lah, menulis dan desain buatku sama. Sama-sama merangkai.  Sama-sama butuh imajinasi, kreativitas, dan sama-sama butuh teknik dasar yang cukup agar bisa menjadi visualisasi yang (mendekati) sempurna.

Aku menyukai dua kegiatan itu. Meski itu bukan pekerjaan utamaku. Aku itu menyenangkan. Otak kanan dan otak kiri, semua bekerja. Dan aku bisa melupakan waktu ketika aku sudah benar-benar menjiwai peran itu. Tentu melupakan sesuatu yang memang seharusnya dilupakan juga, haha... pikiran orang yang suka menyelam sambil minum air.
Read More..

Tahun Baru dan Resolusi

Januari 2014, yeah that's right. This is a new year. Nggak ada yang spesial sih, biasa aja. Tahun baru gw di kantor, liat kembang api dari balik kaca hitam yang mantul bayangan PC dan avaya, jadi kembang api-nya nggak keliatan kalau gw nggak nempelin wajah gw ke kaca. Tapi okelah, cukup keliatan kembang apinya, walau gw mesti bersusah payah nempelin wajah gw ke kaca.

Biasanya tahun baru pengennya pergi kemana gitu sama temen-temen, tapi tahun baru kali ini gw pilih duduk di kantor sambil mantengin avaya. Mungkin karna faktor temen-temen gw sekarang cuma available di kantor doank kali ya jadi gw betah nongkrong di kantor. Yah whatever lah, yang jelas, kalo tahun baru gw jalan keluar nongkrong dan lain sebagainya, itu akan mempercepat tanggal tua gw. Sedangkan saat ini gw sedang dalam misi menekan pengeluaran gw seminim-minimnya, tapi bukan berarti gw pelit sama diri gw sendiri yaahh.

Oke, happy new year buat semuanya. Bicara tentang tahun baru, semua orang membicarakan tentang resolusi. Inget kawand, resolusi itu nggak selalu harus di tahun baru, tapi setiap hari harus ada resolusi, minimal buat diri lo sendiri. Resolusi yang bagus menurut gw adalah resolusi yang bisa bikin hidup lo jadi lebih "jelas" sejelas-jelasnya. Kalau lo bikin resolusi cuma setahun sekali, butuh berapa tahun supaya hidup lo jadi lebih "jelas"?

Ngomong-ngomong tentang resolusi, gw jadi inget tentang kamera. Gimana caranya bikin gambar yang bagus dan jelas. Lo beli hape, kenapa lo selalu nyari kamera yang pixelnya lebih besar? Berharap hasil yang didapatkan lebih bagus? Jangan ngarep ketinggian guys. Belum tentu pixel yang lebih besar, selalu bikin gambar jadi lebih bagus. Menurut lo, hanya dengan pixel hidup lo jadi lebih jelas seperti hape yang lo cari buat ajang narsis supaya foto lo kalau diedit crop sana sini, cek brightness 'n contras dan lain sebagainya, gambar lo tetep kece gitu? Masih ada faktor sensor dan lensa supaya gambar jadi lebih bagus dan jelas guys.

Oke, kita analogikan ke hidup kita ya. Ibaratkan aja gambar adalah hidup kita, pixel sebagai pengalaman, sensor sebagai kesempatan, dan lensa sebagai tujuan. Yah, lo cukup pinter donk buat nebak apa yang bakal gw tulis di sini?

Hidup kita nggak melulu tentang pengalaman bro, supaya hidup kita jadi lebih perfect, lo butuh kesempatan dan tujuan. Pengalaman ada ketika ada kesempatan dan tujuan ada ketika lo punya pengalaman. Saat itulah hidup lo jadi lebih perfect ketika lo bisa mengkombinasikan tiga faktor itu.

Dan lo tw? Gw sebenernya bingung tentang apa yang lagi gw tulis. Gw nggak ngerti sama sekali tentang apa yang gw tulis. Ini sebenarnya ngomongin resolusi tahun baru apa kamera sih? Yang jelas, tiap beberapa bulan, kamera aja selalu di upgrade guys spesifikasinya, masa lo upgrade spek lo cuma setahun sekali sih? Itu aja untung-untungan lo bakal bisa make it happen apa yang udah lo ucap dan tulis. Action bro, mulai sekarang. Upgrade spek lo tiap hari. Biar hidup lo lebih "jelas" dan perfect. Supaya tahun baru lo nggak sia-sia.

Dan sebenernya tulisan ini tuh nyindir diri gw sendiri guys, yakin.
Read More..

Gimme A Word

Aku benar-benar nggak tau kepada siapa aku harus berbagi ketika aku benar-benar merasa sedih. Kepada Sang Pencipta itu pasti, maksudku adalah aku ingin berbagi dengan seseorang, seseorang yang berbentuk, seseorang yang nyata, seseorang yang (mungkin) bisa meminjamkan salah satu sisi bahunya untuk ku bersandar ketika aku benar-benar membutuhkan tempat untuk bersandar. Setidaknya untuk menenangkanku ketika aku merasa sedih sendirian. Ketika aku merasa sedih pada beberapa hal yang kualami.

Ketika aku merasa sedih dan tak ada seorangpun yang bisa kuajak bicara, aku hanya bisa menangis. Sendiri. Menangis memang bisa membuatku lebih tenang, tapi terkadang aku butuh seseorang untuk mendengarkanku, cukup mendengarkan saja.

Tapi aku bingung pada diriku sendiri. Kembali lagi pada kepercayaan. Rasa percaya yang sekarang benar-benar sangat sulit kubangun kembali kepada semua orang. Sulit. Tolong, beri aku satu kata, satu kata yang bisa membuatku memulai kembali untuk membangun sebuah kepercayaan pada seseorang. Cukup satu kata agar aku percaya.

Hidup dengan rasa curiga pada orang lain dan waspada yang berlebihan benar-benar membuatku muak. Sampai kapan aku harus seperti ini? Ini bukan mauku, tapi kenapa selalu dibuat begitu?

Tolong, beri aku satu kata, buat aku percaya, buat aku yakin bahwa semua yang kalian katakan itu benar. Aku capek. Aku juga cuma manusia, yang tak bisa jauh dari manusia lain. 
Read More..

111113 - Usia 24

Happy birthday akuuu
Happy birthday akuuu
Happy birthday akuuu
Happy birthday akuuu


Selamat ulang tahun buat aku. Buat 24 tahunku hidup di dunia ini. Buat segala yang aku miliki sekarang. Dan sekali lagi, happy birthday for me.

Pertama, Allah SWT, subhanallah sekali. Seberapapun besar dosaku, "maksiat" yang pernah kulakukan, yang nggak bisa kuukur menggunakan alat apapun, seperti timbangan, termometer, meteran kayu, dan lain sebagainya, Allah masih mau berada di sampingku. Allah masih melindungiku. Semuanya, Allah masih menganggapku ada. Terimakasih God, terimakasih telah selalu ada di hatiku. Terimakasih telah memberiku beberapa pikiran logis akhir-akhir ini. Terimakasih.


Kedua, tentu buat orang tuaku. Selalu dan utama. Tiap hari juga selalu doa buat orang tuaku. Yang udah baik banget besarin aku sampai segedhe ini. Yang sampai sekarang masih selalu aku repotin. Dan yang nggak akan pernah bisa kuhitung seberapa besar kebaikan mereka buat aku. Itu nggak akan pernah selesai jika aku menerapkan ilmu matematika di sini. Karna kebaikan mereka tak terbatas, selayaknya kamu menghitung berapa banyak sudut yang dimiliki oleh sebuah lingkaran.

Ketiga, kakak dan adikku. Tambahan satu keluarga lagi, yaitu kakak iparku. Cieee,, sekarang aku dah punya kakak cewek looohhh.  Mereka juga subhanallah sekali buat aku.

Keempat, buat aku. Kereeenn banget aku bisa bertahan hidup sampai sekarang. Kalau bukan karna Allah, itu mustahil. Semua ke"galau"an ku selepas aku beranjak dewasa dan sudah mulai memikirkan apa itu "hidup", jika bukan karna kehendak dan kuasa Allah, aku pasti nggak akan bisa melewatinya. Thanks God, You are my everything.

Kelima, Lina. Ini sahabatku. Nggak ada orang lain di Jogja yang bisa kuuber-uber selain dia. Entah saat seneng, sedih, marah, kecewa, semuanya. Dan tahun ini, kado yang dia kasih super aneh semua, ada go commando (celana dalam dan BH), sepasang sendok dan garpu dengan doraemon sebagai wadahnya, dan white rubik. Oke, menurutnya semua barang itu ada filosofinya. Go commando, artinya dia dah tau banget aku luar dan dalam. Sepasang sendok dan garpu, artinya sahabat yang tak terpisahkan (Amin), untuk doraemon, itu karna dia suka banget doraemon (ini alasan paling nggak nyambung). Dan white rubik, hidup itu penuh lika-liku, kamu harus menempuh perjalanan yang panjang dan perjalanan panjang itu adalah doamu, kamu akan merasa jenuh, merasa sulit, merasa bosan dalam setiap langkahmu, itu adalah proses, dan ketika kamu telah mendapatkan akhir dari perjalananmu, kamu akan merasa sangat sempurna dengan pengalaman yang sudah didapatkan. Ketika itu terjadi, akan ada permulaan-permulaan baru lagi, dengan hidup yang baru dan langkah yang baru pula. Menurutnya aku bisa mainin permainan itu disaat senggangku sambil menunggu jodoh yang tak kunjung datang (filosofi macam apa ini???).

Keenam, Rian. Heh, stop ya. Udah cukup, sampai di sini saja. Usiaku udah 24 tahun dan kamu 30 tahun (seharusnya). Aku harus move on dari semua pikiran tentangmu. Harus. Karna aku nggak akan mungkin memikirkan kamu seumur hidupku. Kamu punya hidup sendiri, begitupun denganku. Apa yang sudah kamu beri, itu adalah kenangan buatku. Dan itu akan membantuku untuk melangkah lebih baik ke depan. Terimakasih untuk 8 tahun ini.

Ketujuh, mantanku sekantor yang aku sayang. Kamu baik banget sama aku, tapi sayangnya aku merasa kamu bukan pilihan yang tepat untukku. Lagian percuma kan beib, aku dapat ragamu tapi aku nggak dapat hatimu 100%. Itu kan sakit banget beib. Kuharap kita berdua bisa menemukan pilihan yang tepat untuk masih-masih yaa. Heh, kita belum saling tukar-tukaran kado yaah.

Kedelapan, buat team Khoiri yang paling oke banget. Salut deh buat kalian. Biasanya GM cuma makan-makan doang, eh sekarang naik-naik ke puncak gunung, tapi belum keburu sampai puncak, kaki udah pada gemeteran. Hahaha.. jadi cuma bisa sampai pos 1 Gunung Purba saja. Tapi nggak apa lah. Yang penting kebersamaannya. Seneng banget aku di ultahku ini ada kalian yang nemenin aku. Semoga doaku yang kalian amini di pos 1 Gunung Purba itu, segera tercapai. Amiiiinnnn...

Kesembilan, buat semua sahabatku, Usi, Kiki Riski, Vian, Kyana, Idoz, Sadita, kuharap benar-benar tak ada reminder di hari ultahku ini di hape atau kalender kalian. Makasih banget atas doa dan support-nya. I love u all.

Kesepuluh, buat temen-temen kantorku yang tiap hari ketemu sampai bosen. Tetap semangat buat kalian semua. Kalian adalah keluargaku saat ini yang paling sering berada di sampingku. Kalian yang terbaik.

Dan kesebelas, buat temen-temen facebook dan twitter yang udah ngucapin, makasih banget doanya kawan.

Sekali lagi, happy birthday aku, selamat menjalani usia 24.
Read More..

SosMed itu Lebay

"bukan nggak bisa move on dari orangnya, tapi sulit move on dari kenangannya. 
contoh, nggak ada lagi yang bakal nyetem'in gitar gw lagi. fiiuuhh.."

Gara-gara status ini di facebook, sahabatku bilang, "lu kenapa? lu masih suka sama dy? lu kangen ma dy?" dan aku cuma bisa senyam senyum nggak jelas dan yang terucap di mulutku cuma "mbuuuhh,".
Eh malah dipanjangin ma dy, "lu nyesel putus ma dy? lu pengen balikan ma dy?" reflek kujawab, "nggak,".

Apa coba maksud pembicaraan itu? Hahaha...

Oke, begini ceritanya, sabtu kemaren aku bosen banget, ngeliat gitar di depan mataku rasanya pengen banget mainin tu alat. Aku emang nggak bisa maen gitar, kan lagi belajar. Akhirnya kuambil aja deh tu gitar, kukeluarin dy dari sarungnya. Pas neken beberapa kunci, jreng, eehh.. suaranya kemana-mana. Aduuhhh,, nggak enak banget didenger suaranya. Biasanya kalau kayak gitu, aku langsung sms si X, "yank, suara gitarnya nggak enak". Datang deh dy keesokan harinya. Sekarang, aku mau sms siapa? hahaha...

Kangen sama dy? Nggak tau ya,, mungkin iya. Masih suka sama dy, mungkin iya. Tapi emang kalo ditanya tentang nyesel atau nggaknya, tentu kujawab nggak nyesel. Ya emang nggak nyesel, ngapain coba nyesel segala, itukan pilihanku, keputusanku, ya itu lah yang terbaik buatku. Aku tau apa yang kumau kok. Masih pakai logika juga kok.

Ya, aku rasa wajar sih kalau habis kehilangan seseorang jadi rada2 galau nggak jelas gitu wajar. Seminggu dua minggu pasti udah biasa lagi. Biasa nggak smsan, biasa nggak ada yang merhatiin, biasa nggak ada yang ngapelin, serba biasa pokoknya. Hahaha... Badanku cepet kok kalo disuruh adaptasi. Jadi ya sewajarnya aja. Kecuali kalau status di sosial media, itu mah beda, harus lebay. Hahaha..
Read More..

I Love You But I Love MySelf More

Well, okay, ini tulisan tentang pacarku,, emm.. maybe sudah mantan. Ah aku juga tak tau apa statusku dengannya sejak pertama kali mengenalnya. Tak ada kesepakatan.

Pernah aku mengatakan padanya, "jika ingin mencari yang lain, carilah orang yang tidak kukenal, jangan temanku". Oke, aku rasa kalimat itu sudah sangat cukup jelas.

Aku tidak ingin percaya siapapun, ini sudah pernah kukatakan ditulisanku sebelumnya. Apa yang kulihat dan kurasakan, itulah yang kupercaya. Prinsip ini, apakah termasuk salah satu tanda meng"aku"kan aku? Kurasa tidak, salah, seharusnya tidak.

Banyak rangkaian kata terdengar di telingaku setiap hari, dari si A, si B, si C, dan sebagainya. Terlebih lagi setelah aku cuti 9 hari kemarin. Oke, telingaku panas, hatiku menciut, itu pasti. But, stay calm and no action. Aku hanya mendengarkan. Sampai seorang sahabatnya memberiku beberapa saran dan masukkan. Memberiku beberapa pandangan, yang sebenarnya itu memang sudah ada dipikiranku, dan dia sangat berjasa untuk menguatkan pikiran itu.

Semalam temanku mengatakan sesuatu tentang dia, sesuatu yang mungkin aku (tidak) menyukainya. Sudah kubilang, tolong jangan temanku. Aku memang sempat berpikir bahwa mereka mempunyai hubungan yang lebih. Tapi aku mencoba untuk tetap netral pada keadaan. Karna aku tak tau apakah pikiranku benar atau itu hanya perasaanku saja.

"Who am I?" Akhirnya pertanyaan itu muncul dipikiranku. Siapa aku baginya? Ahh,, shit with that question. Sebenarnya pertanyaan ini sangat ambigu. Buatku pertanyaan ini mengandung dua arti, apakah aku mulai menyayanginya? atau sukaku padanya (memang) tidak tulus?

Pertanyaan itu sedikit mengena bagiku, dan aku teringat pertanyaan sahabatnya, "kamu cinta sama dia kan?". Oke, aku mulai berpikir. Akhir-akhir ini aku sering memikirkannya, sering merasa sedih ketika tahu bahwa dia punya wanita lain di hidupnya. Aku sedih dan ini menyakitiku. Aku sadar, inilah fase dimana aku mulai menyayanginya.

Semalam, tanpa sengaja setelah temanku mengatakan sesuatu tentang dia, aku punya alasan untuk memulai keributan dengannya. Membuat sebuah alasan untuk menjauh dari hidupnya, tanpa dia harus tau seperti apa perasaanku yang sebenarnya. Yang dia cukup tau, adalah alasan awal kami memulai hubungan ini, just for fun, let it flow.

Cukup itu. Karna jika aku meneruskan hubungan ini, hanya aku yang akan selalu merasa sakit. Bodoh jika aku meneruskannya. Sudah jelas, susah payah aku membangun hatiku kembali dari keadaan mati rasa, aku tak ingin menghancurkannya lagi. Aku menyayangi diriku lebih dari siapapun. Jika tak ada orang yang benar-benar ingin melindunginya, aku sendirilah yang akan melindunginya, sampai saat tepat yang sudah dijanjikan oleh Tuhan datang padaku.

I choose my friend and I let go of my lover, I love you darl' but I love my self more,,
Read More..

The One That Got Away + Use Somebody

Summer after high school when we first met
We make up in your Mustang to Radiohead
And on my 18th Birthday
We got that chain tattoos

Used to steal your parents' liquor
And climb to the roof
Talk about our future
like we had a clue
Never plan that one day
I'd be loosing you

And in another life
You would be my girl
We keep for our promises
Be us against the world

And in other life
I would make you stay
So I don't have to say
You were the one that got away

I've been roaming around
Always looking down at all I see
Painted faces, fill the places I cant reach

You know that I could use somebody
You know that I could use somebody

Someone like you
Someone like you

And in another life
You would be my girl
We keep for our promises
Be us against the world

And in other life
I would make you stay
So I don't have to say
You were the one that got away

And in another life
(Someone like you)
You would be my girl
We keep for our promises
(Someone like you)
Be us against the world

And in other life
(Someone like you)
I would make you stay
So I don't have to say
(Someone like you)
You were the one that got away



dedicated to Andryan Firmansyah ||  covered by Alex Goot feat Chad
Read More..

Selalu, di Bulan November

Jam dinding itu masih terus berputar
Berdetak detik demi detik
Tak terasa waktu terus berjalan
Mengiringiku hingga sang fajar menyapa kembali

Delapan tahun hampir berlalu
November kembali bersimpuh
Seakan terdiam di depan layar bioskop
Ingatan itu kembali dimainkan oleh sang lakon

Jelas terekam kenangan itu
Kenangan di bangku SMA berasama sosok itu
Pahit dan manis sebuah cerita
Yang tercipta selayaknya sebuah takdir

Ini bukanlah takdirmu
Ini takdirku
Takdirku untuk selalu mengingatmu
Takdirku untuk selalu menunggumu

Selalu ada tulisan tentangmu
Selalu ada doa yang lebih untukmu
Karna aku benar-benar mengingatmu
Selalu, di bulan November

Apa yang akan kau beri?
Di tahun kedelapan ini?
Aku menantinya
Hadiah darimu
Read More..

Berserah

Lagu ini bagus dan universal banget. Liriknya nyentuh banget dan jadi motivasi banget. Banget banget deh pokoknya, jempolan banget. Check this out!

****

Kapankah pelangi datang setelah redanya hujan
Begitupun gelap malam, takkan tetap, takkan diam
Akan pergi digantikan pagi

Ada tangis lalu ada tawa, ada manis di balik kecewa
Begitulah biasanya, habis luka datang suka
Terimalah dengan hati yang rela

Berserah pasrahkan semua (pasrahkan semua) pada Yang Kuasa
Beri yang terbaik sepenuh jiwa
Berserah bukan berarti menyerah tapi tak henti percaya
Bahwa kita (bahwa kita) memang pantas bahagia

Bahagia pasti bersama kita
Bila jalani hidup dengan cinta
Memberi dengan rela, terima dengan suka
Setia sabar dan percaya

Berserah pasrahkan semua pada Yang Kuasa
Beri yang terbaik sepenuh jiwa

Berserah pasrahkan semua pada Yang Kuasa
Beri yang terbaik sepenuh jiwa
Berserah bukan berarti menyerah tapi tak henti percaya
Bahwa kita (bahwa kita) memang pantas bahagia

Kapankah pelangi datang setelah redanya hujan

****

- Berserah by Gamaliel - Audrey -
Read More..

Aku Ingin Hidup

Pagi ini sahabatku menuliskan ini untukku,
"Jangan menunggu Rian. Lihatlah yang ada di depanmu. Entah itu siapa dan apa. Kenangan itu memiliki kekuatan. Dan kenangan hanyalah kenangan. Jika kamu tetap menunggu, kamu tidak akan pernah bisa mencintai seseorang dengan sepenuh hati. Dan jika itu terjadi. Maka kamu akan kesepian, meskipun ada seseorang di sampingmu yang memelukmu hangat."

Tetapi saran itu sudah tidak berlaku lagi buatku (tentu untuk sahabatku , juga, aku yakin). Aku sudah terlanjur kesepian. Aku sudah terlalu lama merasakan sepinya hidup ini meski aku berada di tengah keramaian kota. Dan sekarang bahkan kesepian itu tak terasa lagi, hatiku sudah cukup mati untuk ukuran sebuah "kesepian". Pernah kukatakan bahwa aku merasa seperti zombi, ragaku ada tapi jiwaku entah kemana.

Aku sudah dan sedang berusaha untuk move on dari kesepian ini. Tetapi sampai sekarang hasilnya masih nol. Mungkin diantara kalian ada yang sudah mengetahui bahwa saat ini aku punya seorang kekasih. Ya, aku menyukainya. Tapi hatiku masih terlalu berat untuk menyayanginya. Hatiku menolak untuk berusaha menyayanginya. Pikiranku lebih menyayangiku melebihi gerak tubuhku sendiri. Pikiranku melindungiku agar tak jatuh kembali dan merasakan sakit yang sama kembali.

Sahabatku mengatakan bahwa aku memutuskan menjalani hubungan ini hanya untuk pelarian. Yah, mungkin benar. Mungkin benar ini adalah pelarianku atas lumpuhnya sebuah harapan dan asaku. Kupikir meskipun ini hanya sebuah pelarian, pelarian ini bisa sedikit mengobati mati rasaku, tapi ternyata tidak. Tidak sama sekali. Tidak berefek apapun. Aku tak merasakan apapun.

Bahkan teman-teman yang kucoba untuk mempercayai mereka, telah mengingkari, menikamku dari belakang, membodohiku, dan memperburuk keadaanku. Memperburuk keadaanku untuk mempercayai orang-orang disekitarku. Yah, mati rasaku bertambah dengan krisis kepercayaan pada orang-orang disekitarku.

Aku tak peduli lagi.  Aku tak peduli lagi apa yang kurasakan. Aku ingin hidup. Aku hanya ingin hidup. Tapi bukan hidup seperti ini yang kuinginkan. Sampai kapan aku harus menunggu? Menunggu untuk menemukan satu hal  yang bisa melepasku hidup seperti ini.
Read More..

Kosong

:: This song description for "I am" now  ::

Sejauh mata hati menerawang
Sejauh mata memandang
Menembus cakrawala
Membawa anganku terbang
Melayang...

Kutatap seraut wajah tercermin
Tak kudapati bayangku
Terhapus ruang waktu
Terhapus masa lalu
Terhapus lembaran kisahku

Beribu bintang yang berkerlip riang
Tak satu pun tersenyum padaku
Kosong terasa di dalam relung hati
Dan jiwaku terasa...
Kosong

by Astrid - Kosong 
Read More..

Kesempatan Kedua

Kemarin di suatu sore, aku bertemu dengan seorang kawan lama. Dia sahabatku. Tempatku berkeluh kesah. Tempatku tertawa, menangis, bercanda, bertukar pikiran, beradu logika, dan (kadang) bertengkar. Egois satu sama lain, itu manusiawi. Lama sekali aku tak jumpa dengan gadis ini. Rasanya seperti bertemu sahabat lama yang sudah bertahun-tahun tak jumpa. Padahal baru beberapa bulan kebelakang aku (hampir) tak melihatnya. Yah, "kesibukan" kami yang sekarang bukan notabene anak kulihan lagi. 

Dulu kami memang satu tim untuk sebuah "artikel pendek" yang selalu dikerjar dateline. Juga satu tim dalam urusan organisasi kampus. Sekarang, dia yang mengurung diri di kamarnya dan ber-ilustrasi dengan segala imajinasi dalam setiap khayalannya. Dan aku yang menghabiskan waktu untuk menjadi seorang konsultan di bidang telekomunikasi. Oke, ini hidup kami sekarang. Dia mengirimkan tulisan-tulisannya ke penerbit, dan aku cukup "bahagia" mem-posting tulisanku di blog pribadiku. Seperti yang sedang kau baca sekarang.

Aku bertemu dengannya di warung makan langganan kami ketika kuliah. Warung Tini. Penyetan "mewah" dengan harga mahasiswa. Sebenarnya aku menyuruhnya datang untuk menemaniku makan. Oke, kini kami berbeda profesi, tetapi masalah cinta kami tetap sama. Terpaku pada satu orang yang tak jelas seperti apa kabar dan keadaannya.

Kami sudah berusaha melupakan mereka. Berusaha sangat keras melupakan mereka. Dan kami melupakan suatu hal yang sudah sangat jelas kami ketahui, "jangan berusaha untuk melupakan "suatu hal", karna kau tak akan pernah bisa melupakannya setiap kau mencoba melupakannya". Itu paten. Dan itulah otak manusia.

Kami hanya membayangkan dan mencoba bertanya pada diri kami sendiri atau bertanya satu sama lain, "jika seandainya suatu saat 'mereka' datang kembali, apa yang akan kamu lakukan?". Jawabannya satu, "menerimanya kembali". Lantas, pertanyaannya adalah, "'mereka' datang kembali dengan status 'mereka' yang masih single atau sudah punya pasangan hidup?" Cukup berat bukan? Kami hanya bisa tertawa di atas rasa "kasian" terhadap diri kami sendiri.

Mungkin saat ini kami sudah mempunyai "pasangan" masing-masing. Kami sedang (mencoba) menjalani hidup kami yang baru. Hidup bersama dengan orang yang (mungkin) kami sukai. Entah dengan hati yang (cukup) lapang untuk menjalaninya atau hanya setengah hati kami. Pikiran kami masih sama seperti dua tahun lalu. Bagaimana jika "mereka" datang kembali disaat kami (sedang) menjalani hidup kami yang baru?
Masalah bukan ketika "aku" menghancurkan sebuah persahabatan demi seorang "aku" yang "mereka" suka, tetapi masalah adalah ketika (kelak) orang yang "aku" cintai datang kembali dikehidupanku ketika "aku" memiliki kehidupan baru yang "hampir" kujalani dengan sepenuh hati.

Kenapa kami mengatakan ini?

Karna (mungkin) kesalahan ada pada kami. Kami yang menyulut api dari hubungan ini. Kami mengejar ketika mereka bahagia dengan hidup mereka dan kami pergi ketika mereka mengejar untuk mendapatkan hidup kami setelah "membuang" hidup bahagia mereka. Dan inilah sebuah penyesalan. Ketika mereka harus pergi dan kami berusaha mencarinya, demi mendapat sebuah "kesempatan kedua".

Pernah, kami sepakat untuk move on. Move on dari cerita tentang "mereka". Tetapi itu gagal. Mimpi dan kejadian-kejadian ganjil selalu datang pada kami. Memberikan insyarat atau mungkin (hanya) sekedar bunga tidur yang kami tanggapi terlalu serius. Tapi kami, adalah dua orang dari segelitir orang yang percaya pada Tuhan, mimpi, dan kejadian-kejadian yang (mungkin) "sengaja" dibuat oleh Tuhan untuk memberikan isyarat pada kami. Karna satu yang kami percaya, kebetulan itu tidak ada. Semua atas kehendak Tuhan.

Kesimpulannya, sampai kapan kami bisa bertahan menjalani hidup seperti ini? Berjuang menghapus mati rasa ini, berjuang untuk rasa bersalah di masa lalu, berjuang demi harapan mendapat sebuah kesempatan kedua, atau berjuang untuk mendapatkan masa depan terbaik bagi kami. Ini bukan hal yang mudah kami jalani. Dan kami berusaha menjadi "kuat" untuk diri kami sendiri.

- dedicated to Rian and Idam -
Read More..

I Just Wanna Love MySelf

Ini curhatanku. Ingat, hanya curhatanku. Jika kalian menbaca ini, segera lupakan. Karna ini (sekali lagi) hanya curhatanku. Dan tidak ada hubungannya dengan hidup kalian *bussyyeettt dah (LOL)

Yang tahu cerita hidupku dari SMA sampai sekarang pasti tahu siapa orang yang (sempat) sangat aku sayang selama ini, (mungkin) sampai sekarang. Rian. Yah, orang itu benar-benar nggak bisa hilang dari pikiranku, sampai sekarang.

Beberapa minggu lalu, aku sempat memimpikannya. Dalam mimpiku, dia menelponku, bicara panjang lebar dengan segala gaya slengekan'nya. Intinya dia menyuruhku untuk berhenti memikirkannya dan mencari yang lain. Sehari kemudian, orang yang sangat diharapkan oleh orang tuaku untuk menjadi pendamping hidupku juga mengatakan hal yang sama, "cari yang lain". Oh Tuhan, what's happened?? or what's happening?? What's Your plan? Yeah, itu yang kutanyakan saat itu, tentu. Menangis? Iya. Just a little (maybe).

Okay, masih ingat kapan terakhir kali Rian menghubungiku? 2 November 2006. "Sayang, nanti pas ultahmu kita pergi bareng ya. Kamu mau kado apa?" Pasti bisa ditebak kan apa jawabanku? "Cukup kamu datang ke tempatku, aku udah senang. Cukup ada kamu."

After it? Aku hanya menunggu, menunggu datangnya keajaiban bahwa benar-benar akan datang seorang yang (sangat) kutunggu. Akhirnya, usia 17-ku dirayakan oleh sahabat-sahabat baikku. Aku menunggu dan itu sudah cukup. Berusaha untuk melupakannya dan aku yakin bisa.

3 tahun yang lalu, (mungkin) adalah hal terberat yang pernah kualami. Biasalah ya mahasiswa alay yang diputusin sama cowoknya. Hahaha... Setelah itu benar mati rasa. Tak bisa percaya pada satupun orang di dunia ini. Sebenarnya ada alasan lain yang tak bisa diceritakan disini tentang mengapa aku mati rasa dan tak bisa percaya pada seorangpun. Dan cerita ini sangat merubah cara pandangku pada setiap orang.

Sebelum tulisan ini, udah kuceritakan bukan bahwa aku juga sempat suka pada beberapa orang tapi tak ada hasil *kasian banget gw*. Now, ada lagi seorang yang aku suka. Aku suka dia di pandangan pertama *kenapa sih pandangan pertama begitu menggoda*. Dan aku nggak bisa deskripsiin kenapa aku bisa suka sama dia. Jadi, plis, jangan tanya alasannya, jangan tanya mengapa, karna aku tak tahu jawabnya.

Well, dia udah punya pacar. Biasa lah ya, ikut nimbrung di ibu-ibu arisan gosip sana sini, mmm... salah, lebih tepatnya nguping. Yeah, just nguping. Well done. Aku nyerah seketika pas denger dia dah punya pacar. Sori, gw bukan perusak rumah tangga orang. Oke, lupa sejenak tentang dia. Tapi suliiiitttt,,, tiap hari guweh ngeliat dia gitu loohh. Mana bisa lupa, dan semakin lama, aku semakin menyukainya *shy. Tuhan please,,, tutup mataku rapat-rapat pada orang yang sudah punya pendamping *batinku*.

Finally, I still like him *gileee lu dro!*

Suatu malam setelah long break, aku ketemu dia, secara nggak sengaja. Dia minta nomer hp'ku dan dengan sigap (tentu) aku kasih lah ya,, please deh, kesempatan itu cuma datang sekali *sori bro, guweh belajar dari pengalaman*. Okay, aku denger sana sini tentang dia, baik buruknya dia, dan yang paling tak kusangka, seorang temanku "menawarkan" dia padaku. "Sama ini, mau nggak?" Speechless, itu pasti *mauuu beuuudd >> batinku*.

Pertanyaannya, "kenapa sahabatnya 'menawarkan' dia padaku? Sedangkan dia sangat tahu sekali bahwa temannya sudah punya pacar."

Akhirnya kita deket dan semakin deket. Oke, abaikan soal kedekatan ini, karna sekarang kita sangat dekat. Dan nggak perlu dibahas lagi.

Now, kita bicara tentang "aku". Tentang aku yang (sampai saat ini - masih) mati rasa dan sedikit sekali kepercayaan yang bisa kuberikan pada seseorang. Saat ini, aku sedang mencoba percaya di atas ketidakpercayaanku padanya. Abaikan omongan orang lain, yang penting aku nyaman dengannya, apapun kata orang lain, mereka bukan "aku" yang menjalaninya secara langsung. Aku hanya mengikuti kata hatiku. Tentu saran dan "kebaikan" orang lain sangat aku terima, tapi bukan berarti aku harus melakukannya, bukan? I drive my action. That's me.

Aku mencoba percaya, aku berusaha percaya padanya, aku belajar percaya padanya. Aku yakin, ini nggak akan sia-sia. Setidaknya jika aku gagal, itu adalah satu pelajaran lagi buatku.

Tentang mati rasa yang kualami, saat ini masih. Setengah hati pada hubungan ini? I don't want it. Aku sadar, aku sayang dia, sekarang sangat menyeyanginya. Dan inilah lack'ku. Aku masih "takut" untuk "sakit" kembali. Aku "takut" untuk "percaya". Trauma? I don't know. Takut ditinggalkan? Maybe. Aku hanya me-maintenance diriku sendiri agar nanti jika dia "pergi" entah dengan alasan apapun, aku tak terlalu (red. perlu) merasa "sakit".

Egois kah? Tak dewasa kah? I just wanna love my self.

Lalu, apa hubungannya aku menceritakan tentang hari dimana Rian terakhir menghubungiku? Aku takut itu akan terjadi lagi, dan sepertinya akan benar-benar terjadi di usia 24-ku. Jujur, aku tak ingin merasakan perasaan yang sama seperti itu lagi.

Masih ingat kan? Ini hanya curhatanku. Setelah ini, lupakanlah. Dan aku berjanji untuk tetap tersenyum, untuk kalian yang selalu menyemangatiku dan untuk dia yang (saat ini) sangat aku sayang. Love you all, guys. And do love you beib.
Read More..

Just Shut Up, Boy!

Cerita ini cukup rumit, dan aku sangat berterimakasih sekali kepada masa laluku yang tak kalah rumit dari masalah ini. Sehingga kini aku menjalaninya dengan sangat santai. Meski rasanya hatiku bergejolak hebat dan emosiku memuncak. *sebelah mananya yang santaiii*

Aku pernah bilang bahwa aku sangat benci pada orang yang sok tahu tetang siapa aku, bagaimana aku, men-judge ini itu, sedangkan dia hanya melihat cover-nya saja.

Aku juga pernah bilang, bahwa aku tak mengerti benar seperti apa diriku. Yang aku tahu adalah mereka membicarakan sesuatu yang tidak kulakukan. Itulah yang kumaksud dengan salah menilaiku.

Kepercayaanku pada manusia benar-benar pudar setelah kejadian 3 tahun lalu. Kalaupun aku mempercayai manusia, itu adalah pemberian dari Tuhanku. Kau percaya pada mimpi? Aku percaya, tapi mimpi yang benar-benar bisa dipertanggungjawabkan.  Percaya pada kebetulan? Tidak, tidak ada kebetulan di dunia ini.

Sepertinya aku mengerti mengapa Tuhan memberiku mati rasa yang teramat sangat. Agar aku tak terlalu sakit menjalani kehidupan yang nampak kejam ini. Agar aku bisa selalu menggunakan logikaku, dan tak selalu terbawa pada perasaan dan emosiku yang mudah tersulut.

Api mulai membesar. Aku ikut andil dalam menyiram bensin kedalamnya. Sekarang semuanya sudah berkobar. Luluh lantah menghujam pemikiran-pemikiran yang begitu kerdil. Pemikiran yang tak sedewasa usia yang kian berkurang.

Ini hidupku, aku yang menjalaninya, aku tak peduli pada masa lalu karna tiap orang punya masa lalu. Aku akan lebih memilih mantan preman daripada mantan ustad. Aku akan lebih mempercayai kata hatiku daripada aku harus mendengar omongan dari luar. Itu prinsipku.


I drive my way, bukan kamu, dia, ataupun mereka. Ini pilihanku. Dan berhentilah membual sesuatu yang yang tak jelas ujungnya. Just shut up boy! You're nothing,, 
Read More..

Keep Smile

Semalem (sepagi kali yeee) ngegalau nggak jelas. Pulang kerja, cuci muka cuci kaki, baringan di kasur sambil nonton sailormoon ma digimon. Iseng baca-baca gudang blogku. Old post, old post, old post. Sampe nemuin tulisan yang menyatakan bahwa aku mw nunggu tu orang sampe usiaku 24 tahun. Kalo nggak salah inget, itu di post-kan tanggal 8 Agustus 2011. Berarti bentar lagi yaahh.  Yah sudahlah *nyanyi lagunya Bondan*, it's over. Mending diakhiri aja deh. Toh udah 2 tahun nggak dapet apa2.

Oke, mantap sudah akhiri saja penantian panjang ini. 2006, 2007, 2008, 2009, 2010, 2011, 2012, sekarang udah 2013. Kurang puas? Makan aja tuh tahun. Nggak usah deh jadi orang yang sok setia nungguin orang yang nggak tahu jluntrungannya. Cut cut cut! Cut from my life. Banyak banget cowok diluar sana. Nggak usah takut nggak kebagian. Jodoh emang harus dicari dan nggak mungkin Tuhan salah ngasih jodoh buat kita.

Jomblo 3 tahun nggak masalah, yang penting dapet jodoh yang tepat dan akurat. So, nggak usah ngegalau hal-hal yang nggak penting, kalo jodoh pasti ketemu. Hidup sudah semestinya untuk dinikmatin. Inget vads's quotes tanggal 30 kemaren? Enjoy with your own life. Inget baik-baik. Nggak perlu dipaksain cari cowok sana-sini. Ntar juga ketemu, yang penting ada usaha tapi nggak usah terlalu ngoyo. (oh shit,, omongan siapa nih?)

Ni tulisan kayaknya nonjok gw banget. Udahan ah, kata caesar-nya YKS, keep smile!!! *joged ala caesar* 
Read More..

Western Sky

The sun sets to the west sky and you,
who have become sadness now
I call you out once more
because I feel like I won’t be able to again

Even if I cry out,
your name always breaks in the air and comes back
Now you leave me behind,
and I don’t have the strength to bear anymore

The day you left the loving me,
the day even the sky cried because of sadness
As if you knew that I would leave in the rain

On rainy days, I always long for you
Waiting for the day I will meet you again
Why does the raining sky make me so sad?
When I want to forget you with my shedding tears

I want to go, I want to see you, I really wanted to find you
But you are still in the same place

On rainy days, I always long for you
Waiting for the day I will meet you again
Why does the raining sky make me so sad?
When I want to forget you with my shedding tears

But I love you


-- song by Ulala Session --
Read More..