Jangan Sampai Mata Buta Karena Telat Deteksi Glaukoma

Jakarta, Jalan sering kesandung, jatuh dan suka nabrak adalah ciri-ciri terjadinya gangguan penglihatan. Kalau cuma mata minus atau plus bisa dibantu dengan kacamata, tapi kalau sudah terkena glaukoma taruhannya mata bisa buta.

Pakar menyarankan jangan sampai mata buta akibat glaukoma karena telat dideteksi. Mata memegang peranan penting dalam hidup manusia, sebesar 83 persen informasi yang didapatkan seseorang setiap harinya berasal dari mata.

Jika seseorang mengalami masalah pada penglihatannya, maka secara otomatis hal ini juga bisa membuat kualitas hidupnya menurun.

Di Indonesia glaukoma telah menjadi penyebab kebutaan nomor dua setelah katarak. Berbeda dengan katarak yang masih bisa dioperasi, glaukoma adalah 'si pencuri penglihatan' yang tidak bisa disembuhkan karena kerusakan yang terjadi pada saraf matanya.

"Glaukoma menyebabkan kebutaan permanen dan hanya bisa dicegah dengan cara deteksi dini. Kebanyakan pasien tidak menyadari bahwa dirinya menderita glaukoma, sehingga rata-rata baru ke rumah sakit setelah mengalami kebutaan di salah satu mata atau kedua matanya. Karena itu glaukoma disebut juga sebagai 'si pencuri penglihatan'," ujar Dr Tjahjono D Gondhowiardjo, SpM(K),PhD dalam acara seminat dan deteksi dini glaukoma di Kemenkes Jl HR Rasuna Said, Jakarta, Kamis (10/3/2010).

Glaukoma adalah salah satu kondisi kerusakan saraf mata yang disertai dengan berkurangnya lapangan pandang, hal ini terkait dengan beberapa faktor yang salah satunya akibat tekanan bola mata yang tinggi.

Tekanan bola mata yang normal adalah sekitar 10-21 mmHg, jika tekanan bola matanya melebihi batas itu maka berisiko terkena glaukoma yang bisa mengakibatkan kebutaan permanen.

"Kerusakan saraf yang terjadi membuat aliran cairan di mata terhambat sehingga menjadi bengkak, akibat aliran yang terganggu ini membuat tekanan bola mata menjadi tinggi," tambahnya.

Badan kesehatan dunia (WHO) menuturkan sebanyak 90 persen kasus glaukoma di negara berkembang tidak terdeteksi. Hal ini disebabkan deteksi untuk penyakit glaukoma cukup sulit dan membutuhkan peran aktif dari masyarakat serta dukungan dari pelayanan kesehatan dan pemerintah.

"Salah satu cara untuk mencegah glaukoma adalah dengan melakukan deteksi dini terutama bagi orang yang sudah berusia di atas 40 tahun. Biasanya orang yang glaukoma juga ada yang menunjukkan gejala seperti kesandung, jatuh, suka nabrak tapi hanya sedikit yang merasa sakit," ujar ketua Perdami (Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia).

Penyakit glaukoma, menurut Dr Virna dibagi menjadi dua tipe yaitu glaukoma akut (biasanya mudah terlihat) dan glaukoma kronik.

Glaukoma akut:
1. Lebih mudah terdeteksi dengan menggunakan lampu senter.
2. Tanda yang terlihat adalah lapisan kornea mata yang hitam akan berwarna keruh
3. Mata merah dan mengalami nyeri hebat yang rasanya mata seperti mau copot
4. Diikuti dengan mual dan muntah.

Penyebabnya:
1. Anatomi mata yang lebih kecil dari mata normal, diameter kornea lebih kecil dan hipermetropi (menggunakan kacamata lensa plus).
2. Pencetus lainnya yaitu emosi, obat-obatan, lensa yang menggendut (swolen lens) dan penerangan yang redup.

"Salah satu gejala untuk glaukoma akut juga bisa dilihat melalui cahaya, jika seseorang dari ruangan terang masuk ke ruang gelap dan mata terasa sakit, tapi sakitnya hilang ketika orang tersebut kembali ke ruangan yang terang. Ini bisa menjadi indikasi awal," ujarnya.

Glaukoma kronik:
1. Tidak menunjukkan gejala dan hanya bisa diketahui melalui deteksi dini.
2. Mata terlihat normal dan kerusakan saraf terjadi secara pelan-pelan sehingga tidak disadari.

Faktor risiko:
1. Ada anggota keluarga yang menderita glaukoma
2. Mengalami myopia (menggunakan lensa minus berat atau diatas minus 3)
3. Memiliki penyakit hipertensi, hipotensi, migren, gangguan vaskuler dan diabetes melitus.

Jika glaukoma bisa dideteksi lebih dini, perawatan yang diberikan bisa dengan menggunakan obat-obatan untuk menurunkan tekanan bola mata sehingga bisa mencegah kebutaan.

Tapi jika obat-obatan sudah tidak mempan, maka jalan satu-satunya adalah melalui tindakan laser atau operasi untuk membuat saluran baru agar cairan dalam bola mata bisa keluar.

"Pemeriksaan yang dilakukan untuk deteksi dini glaukoma adalah dengan alat tonometri untuk melihat tekanan bola mata dan alat ophtalmoskopi untuk melihat ada kerusakan di saraf mata atau tidak," ujar DR Dr Ike Sumantri Wiyogo, SpM, ketua Seminat Glaukoma Perdami.

Sedangkan untuk deteksi dini di puskesmas bisa menggunakan alat chiotz yang berguna untuk mengukur tekanan bola mata secara sederhana.

"Glaukoma merupakan penyakit yang tidak bisa disembuhkan, sama seperti hipertensi atau DM yang membuat pasiennya harus mengonsumsi obat terus menerus dan harus tetap mengontrol tekanan bola matanya agar tidak naik lagi. Karena itu deteksi dini penting dilakukan," ujar dokter yang juga menjadi kepala departemen mata FKUI/RSCM.

[sumber: detikNews]
Read More..

Empat Anugerah Manusia dalam Teori Behavioristik

Pada dasarnya manusia memiliki anugerah yang tak terkira harganya. Hanya saja kita sebagai manusia jarang mensyukuri anugerah tersebut. Dalam psikologi pun dikenal dengan anugerah yang diberikan kepada manusia. Aliran Psikologi Behavioristik meyakini empat anugerah unik manusia sehingga membuatnya berbeda dengan mahkluk yang lain. Empat anugerah manusia tersebut antara lain :

1. Self Awareness (kesadaran diri)
Kesadaran diri adalah kemampuan untuk mengambil jarak terhadap diri sendiri dan menelaah pemikiran, motif-motif, sejarah, naskah hidup, tindakan, maupun kebiasaan dan kecenderungan. Hal ini memungkinkan manusia untuk melepaskan kacamata diri. Kesadaran diri memungkinkan untuk melihat kacamata itu sendiri maupun melihat melaluinya. Ini memungkinkan manusia untuk menjadi sadar akan sejarah sosial dan psikis dari program-program yang ada dalam diri dan untuk memperluas celah antara rangsangan dan tanggapan.

2. Conscience (hati nurani)
Hati nurani menghubungkan manusia dengan kebijaksanaan jaman dan kebijaksanaan hati. Ini merupakan sistem pengarahan yang ada dalam jiwa manusia, yang memungkinkan manusia untuk memahami ketika manusia bertindak atau bahkan merenungkan sesuatu yang sejalan dengan prinsip. Ini juga memberi manusia pemahaman akan bakat-bakat khas dan misi manusia.

3. Independent Will (kebebasan kehendak)
Kehendak bebas adalah kemampuan manusia untuk bertindak. Ini memberi manusia kekuatan untuk mengatasi paradigma-paradigma diri, untuk berenang melawan arus, untuk menulis kembali naskah hidupnya, untuk bertindak atas dasar prinsip dan bukannya bereaksi atas dasar emosi dan lingkungan sekitar. Sementara pengaruh-pengaruh genetis dan lingkungan boleh jadi amat kuat, pengaruh-pengaruh itu tidak dapat mengendalikan manusia. manusia tidak menjadi korban. manusia bukan merupakan produk masa lalunya. Manusia merupakan produk dari pilihan pilihannya. Manusia dapat memberi tanggapan (response-able)—mampu memberi tanggapan, mampu memilih diseberang suasana hati dan kecondongan-kecondongannya. Manusia memiliki kekuatan kehendak untuk bertindak berdasarkan kesadaran diri, hati nurani, dan visi.

4. Creative Imagination (imajinasi kreatif)
Imajinasi kreatif adalah kemampuan untuk meneropong keadaan dimasa datang, untuk menciptakan sesuatu dibenak manusia, dan memecahkan soal secara sinergis. Ini adalah anugerah kemampuan yang memungkinkan manusia untuk melihat dari diri sendiri dan orang lain secara berbeda dan lebih baik daripada saat ini. Ini memungkinkan seseorang untuk menulis pernyataan misi pribadi, menetapkan tujuan, atau merencanakan suatu pertemuan. Ini juga membuat seseorang semakin mampu memvisualisasikan diri yang sedang menghayati pernyataah misi pribadi, bahkan dalam lingkungan yang paling menantang, dan untuk menerapkan prinsip-prinsip dalam berbagai situasi baru secara efektif.

Dengan mengembangkan dan menggunakan empat anugerah tersebut, manusia akan terberdayakan dan memiliki konsep diri yang kuat, sehingga mampu membuat pilihan sikap dan tindakan yang bijaksana atas situasi atau stimulus yang ia diterima. Sebaliknya, orang yang mengabaikan dan membiarkan empat anugerah yang ia miliki tidak berkembang, sehingga perilaku dan pilihan sikapnya tidak efektif, sehingga ia mudah untuk dikendalikan oleh lingkungan, tekanan sosial atau suasana hatinya.

[sumber: blog dunia psikologi]
Read More..

Aku Bersyukur Mengenal "Cerita Hidup"ku Saat Ini

Terkadang aku letih. Letih terhadap suatu hal yang sama sekali tak ku mengerti. Aku tak tahu apa yang sedang terjadi pada kehidupanku. Aku bersyukur, tapi terkadang aku mengeluh. Aku serasa ingin menyerah, ingin berhenti, dan tak ingin melanjutkannya. Saat ini, aku tak terlalu paham atas apa yang sedang menghiasi hari-hariku. Pikiranku sudah buntu, bingung, cemas, gelisah, takut, beradu menjadi satu. Aku tak ingin membayangkan yang seharusnya tidak terjadi suatu saat nanti. Waspada serta menjaga setiap langkah dan ucapan. Salah sedikit akan berakibat fatal. Mungkin seperti itu gambarannya.

Aku merasa serba salah ketika menghadapinya, tapi aku merasa aku tak pernah berbuat salah. Aku hanya melakukan apa yang sedang kupikirkan, apa yang kuinginkan, dan aku menolak apa yang tak nyaman bagiku. Apa aku salah? Aku hanya ingin merasakan posisi ter-enak untuk tubuhku di saat-saat tertentu, di saat aku benar-benar ingin beristirahat. Tapi aku selalu salah.

Aku tertarik belajar psikologi manusia sejak semester 4 lalu (2009), namun tak kudalami. Dan sekarang aku benar-benar ingin tahu tentang psikologi manusia. Beragam referensi kukumpulkan hanya untuk menjawab apa yang sedang terjadi pada kehidupanku. Beberapa jawaban kutemukan, tapi tidak, emm....belum untuk beberapa yang lain. Kepada siapa aku harus bertanya dan bercerita? Ku yakin jawabannya hanya 1 jika tak ada satu pun manusia yang bisa menjelaskan cerita hidupku sekarang. Allah.

Dan akhirnya, aku memutuskan untuk melanjutkan hidupku yang sekarang. Sepahit apa pun yang sedang kujalani, inilah jalan hidupku. Aku bersyukur ini terjadi padaku. Aku bersyukur Dia telah mengenalkan cerita hidup ini kepadaku. Aku berjanji, akan merubah cerita yang selalu membuatku merasa bersalah ini, menjadi sebuah cerita manis untuk dikenang selamanya.
Read More..

Kenari Kurangi Resiko Kanker Payudara

KapanLagi.com - Memakan kenari diduga memberi tubuh asam lemak esensial omega-3, anti-oksidan, dan phytosterol, zat yang mengurangi resiko kanker payudara, demikian hasil satu studi yang disajikan pada Pertemuan Tahunan Ke-100 2009 Asosiasi untuk Riset Kanker Amerika.

Phytosterol (yang juga disebut plant sterol) merupakan sekelompok alkohol steroid, phytochemical alamiah yang terdapat pada tanaman.

Phytosterol berbentuk bubuk putih dengan aroma khas yang tak menyengat tidak larut di dalam air dan larut di dalam alkohol. Zat tersebut memiliki banyak manfaat, misalnya sebagai bahan tambahan makanan guna menurunkan kadar kolesterol, serta pada obat dan kosmetika.

Elaine Hardman, pembantu profesor di bidang obat di "Marshall University School of Medicine", mengatakan, meskipun studinya dilakukan pada hewan laboratorium dan bukan manusia, orang mesti memperhatikan saran agar makan lebih banyak kenari.

"Kenari lebih baik daripada kue, buah segar, atau keripik kentang ketika anda memerlukan kudapan," kata Hardman.

Hardman dan rekannya mengkaji tikus yang diberi makan makanan yang mereka perkirakan sama dengan porsi manusia, dua ons kenari per hari. Satu kelompok terpisah tikus diberi makanan yang dipantau.

Pemeriksaan standar memperlihatkan konsumsi kenari secara mencolok menurunkan peristiwa tumor payudara, jumlah kelenjar tumor dan ukuran tumor.

"Tikus laboratorium ini secara khusus memiliki 100% peristiwa tumor dalam lima bulan; konsumsi kenari menghambat perkembangan tumor itu sampai setidaknya tiga pekan," kata Hardman.

Analisis molekuler memperlihatkan, peningkatan konsumsi asam lemak omega-3 memberi sumbangan pada penurunan peristiwa tumor, tapi beberapa bagian lain kenari juga memberi sumbangan.

"Dengan campur-tangan makanan, anda menyaksikan banyak mekanisme ketika berurusan dengan seluruh makanan," kata Hardman. "Jelas bahwa kenari memberi sumbangan bagi makanan sehat sehingga dapat mengurangi kanker payudara."

Read More..

Buka Semangat Baru

Rasanya minggu-minggu ini akan jadi minggu yang melelahkan buatku, mungkin yang lain juga. Tapi tetep jaga semangat kita biar gak redup. Yupz... Buka Semangat Baru by Ello, Berry, Ipang, Lala.

[ello]

hello teman semua
ayo kita sambut, hari baru telah tiba
apa yang kurasakan, ku ingin engkau tahu
dan berbagi bersama

*reff
buka kita buka hari yang baru
sebagai semangat langkah ke depan
jadi pribadi baru
buka kita buka jalan yang baru
tebarkan senyum wajah gembira
damai suasana baru
bukalah bukalah semangat baru
bukalah bukalah semangat baru
bukalah bukalah semangat baru

[berry 'saint loco']
coba diam walau hanya tuk sejenak,
dengarkan kata dari s'gala yang ku ucap,
ku jelang pagi ini nikmati damai di hati,
dalam waktu penuh arti karena aku dicintai,
ku ingat kemarin suasana tak bersemangat,
namun kini ku jalani dan semua rasanya tepat,
bersama kita coba wujudkan harapan,
membuka jalan dalam 'gapai setiap tujuan.

[ipang]
mentari bersinar... selalu
ini yang ku minta penuh semangat tertawa
bersamamu teman semua
kar'na ini saatnya kita nyanyi bersama

[ello & all]
buka kita buka hari yang baru
sebagai semangat langkah ke depan
jadi pribadi baru
buka kita buka jalan yang baru
tebarkan senyum wajah gembira
damai suasana baru

[lala]
dengarkan hatimu, pastikan pilihanmu
esok mentari kan datang, bawa sejuta harapan
kita jumpa di sana, berbagi bersama
dan kita tahu, pelangi yang satukan kita

Read More..

Bosen Tapi Malas

Waaoooww... setelah di list ternyata banyak juga tugas-tugasku, mulai dari tugas kuliah sampai organisasi. Tugas kuliah: bikin final project pemrograman web, proposal pengajuan judul skripsi untuk metopen, bikin algoritma baru di kriptografi, minggu depan responsi ANSI, dsb. Dan beberapa deadline untuk organisasi, seperti: sertifikat PPM '09 yang masih jadi tanggungan, kegiatan anggota baru di LPM Journal, PPJ 2010, dsb. Sepertinya semua itu malas kupikirkan. Hohohoooo....

Terkadang ketika lagi gak da kerjaan, aku selalu cari-cari kesibukan gak jelas ke sana kemari, tapi ketika sekarang sudah disibukkan dengan berbagai macam hal, jadi pusing sendiri. Yah,,,namanya juga hidup... bosan kalo gak da yang dikerjain, tapi males kalo dah ada yang dikerjain. Hahahaha....

Tapi hidup itu harus disyukuri apapun yang diberikan oleh-Nya dan harus dijalani dengan ikhlas. Agar semuanya berjalan lancar dan diridhoi Allah SWT... amin....


Read More..

Selamat Datang untuk Hidupku yang Baru

Rasanya minggu kemarin menjadi hari bersejarah bagiku. Yah, bagiku pribadi itu menjadi hari yang sangat sangat sangat bersejarah. Betapa tidak, pada Musyawarah Besar (Mubes) 2009/2010 yang dilaksanakan tanggal 26-27 Desember 2009 kemarin di Wisma Youth Center 2, aku terpilih menjadi Pimpinan Umum (PU) LPM Journal periode 2009/2010. Hmm... sesuatu yang membanggakan bagiku. Aku bener2 gak nyangka bakal kepilih. Sesuatu yang sangat gak kuduga. Temen-temenku masih mempercayaiku untuk tetap tinggal di LPM Journal. Bahkan memilihku menjadi PU mereka. Padahal sebelum ini aku sempat vakum selama beberapa bulan karna suatu hal. Aku bener-bener gak nyangka.

Saat dicalonkan aku bener-bener blank ketika ditanya visi dan misi ke depan. Gak da ide. Satu yang kupikirkan. Aku ingin membuat sebuah perubahan untuk LPM ini. Entah itu perubahan dimananya. Aku juga bingung. Hehehehe.... yang jelas aku ingin membenahi sistem kerja internal dulu. Di luar kami terlihat bagus, tapi di dalam ada sedikit yang berantakan.

Dan sekarang jabatan ini membuatku bingung. Hahhhh.... yang kupikirkan sekarang, apa yang ingin kulakukan di LPM.....????? Membuat struktur kepengurusanku dan proker. Setelah itu banyak sekali yang harus kulakukan. Agrhgggg......rasanya ingin melupakannya sejenak untuk mengistirahatkan pikiranku. Owhhggg....ternyata begini tow rasanya terpilih menduduki kursi penting di sebuah organisasi.

Tapi apapun itu, pasti akan kuhadapi. Akan kujalani. Semuanya pasti ada baik buruknya. Dan aku pasti bisa melakukannya. Melakukan yang terbaik untuk LPM Journal dan semuanya.

Read More..

Perjalanan yang "Menyenangkan"

Perjalanan yang cukup melelahkan untuk hari ini. Yeah... betapa tidak. Baturraden (Purwokerto), tujuan kami berlibur bulan ini ternyata gak semanis yang diharapkan. Bukan Baturradennya yang bermasalah, tapi cuaca yang bener2 gak mendukung perjalanan kami. Hujan. Bisa dibayangkan saat berlibur tapi hujan nyerobot turun dengan lenggangnya. Owh... menjadi perjalanan yang (mungkin) sia-sia. Mmmhhmm... mungkin juga tidak. Tapi kami (para lelaki) sempat menikmati sholat jum'at di sana. hahh..... ke Baturraden cuma buat numpang sholat jum'at......???? gokil kali yea...??!!

Tapi bukan cuma numpang sholat jum'at doank kog... kami juga sempat numpang makan di depan pintu masuk curuk 7. Owh,,, lagi-lagi "cuma numpang" di "depan" pintu masuk curuk 7. hyyyaaaa.... bayar tiker per orangnya 15.000 cuma buat numpang makan di DEPAN pintu masuk doank...!!! so gokil...!!

Hufffttt... mau gimana lagi, hujan. Kabut tebel banget. Masih untung dapet tempat buat makan yang teduh alias terhidar dari air-air yang jatuh dari atep bumi ne. Yeah... numpang di tempat istirahat petugas. Owh.... no...!!! Lagi-lagi numpang. Yeah... whatever lah... yang penting selamet... mesti bersyukur neh...

jadi pelajaran buat kami semua, lain kali kalo mau jalan-jalan, jangan pas mendung alias kira-kira mau ujan. Gak jadi liburan deh. Yahhh,,, dibela-belain pulang cuma buat kehujanan. Tapi gak apa lah, apa sih yang gak buat keluarga... hmm... yeah...(mungkin) bener seperti itu. ^^

Read More..

Hari yang Melelahkan

Aih.... hari ini.... bikin suntuk aja ney hari...
Semalem dah belajar mpe pagi... (paginya jam 1 doank c...), pagi-pagi dandan rapi buat ujian. Eh....ternyata, temenku salah kasih info ke gw... Dia bilang ujiannya jam 09.30, ternyata jam 08.30.. aghhh.... asem.... q dah ketinggalan setengah jam dan itu dah gak bisa masuk kelas...
hikz... salahq juga c gak punya jadwal ujian... -__-
Siangnya lagi mau tidur, ada tragedi yang cukup menjengkelkan buatku...
haihhh... ujung2nya marah deh ma tu orang,,
sebenernya gak marah c... aku kesel,,,,
Aku ngomong apa, dia janji apa, tapi tetep aja dilakuin...
huff...gak da yang salah di sini... gw juga gak mau nyari2 kesalahan orang, cz mungkin aku juga bersalah disitu. Aku cuma pengen kita berdua instropeksi diri dan belajar tuk jadi lebih baik...itu aja.
Tapi ternyata sulit...
Haaahhhh....menjengkelkan....!!!!

Read More..

Info Lowongan Kerja Jogja

info lowongan kerja bisa lihat di sini : http://jogjapromo.com/category/lowongan-kerja/
Semoga bermanfaat... ^^
Read More..

Jangan Pernah Menyakiti Diri Sendiri

Setiap orang pasti pernah merasakan takut kehilangan sesuatu atau seseorang yang sangat disayanginya, sehingga ia akan melakukan apapun untuk tetap mempertahankannya. Kebanyakkan orang yang tak kuat untuk menahan perasaan itu justru akan menyakiti dirinya sendiri. Padahal hal itu sangat konyol jika dilakukan. Untuk apa menyakiti diri sendiri? Padahal dari apa yang ia lakukan itu tidak akan berbuah apapun. Justru itu akan berimbas pada kondisi fisiknya. Pikiran sudah ruwet, ditambah lagi dengan kekonyolan yang ia lakukan malah akan memperparah keadaan.

Orang yang sudah tidak bisa berpikir jernih, jarang akan mendapatkan solusi yang tepat untuk menyelesaikan permasalahan yang sedang dihadapi. Ia akan selalu menemui jalan buntu dalam setiap masalahnya. Dan ketika itu terjadi, ia akan menyerah dengan beragam wajah sedih dan kecewanya. Putus asa, mungkin itulah istilah yang tepat untuk menggambarkannya. Dan aku pernah mengalaminya.

Beberapa bulan yang lalu, aku sempat merasakan apa itu sayang dan seperti apa itu cinta, sebelum semua itu membuatku kecewa dan berubah menjadi keputusasaan. Ya, ketika aku mempunyai seorang pacar yang pada awalnya aku biasa saja dalam menyikapinya, dan sampai pada akhirnya aku benar-benar sayang dan cinta pada orang itu. Namun, hubungan kami yang tadinya begitu lengket mulai agak merenggang karena suatu hal. Yang kurasakan mungkin karena aku terlalu over terhadapnya, sehingga dia (mungkin) agak risih padaku. Dan rasa takut kehilangannya pun mulai muncul secara perlahan hingga akhirnya meluap dan terlalu berlebihan. Suatu hal membuatku kecewa padanya dan merasa putus asa untuk mempertahankannya. Aku tak ingin menyerah, tapi rasanya semua itu sudah tak mungkin kuraih lagi. Aku jadi sering begadang tiap malam, dan yang terbesit dipikiranku hanya dia. Tak ada yang lain. Memikirkan seakan-akan dunia ini akan runtuh jika aku kehilangannya. Sampai pada akhirnya, obat tidur pun masuk ke dalam perutku untuk mengistirahatkan badanku. Aku sempat berpikir, mungkin dengan aku sakit dia tidak akan pergi dariku. Karena pada saat itu aku memang mempunyai riwayat maag dan dia selalu ada disaat penyakit itu kambuh.

Aku mulai jarang makan, sebenarnya bukan karena aku ingin menyakiti diriku sendiri, tapi karena memang aku sama sekali tidak ada nafsu makan. Hampir setiap hari aku mengkonsumsi obat maag untuk sedikit meredakan rasa sakit di lambungku. Dan aku juga menambah kegiatanku di kampus, sebenarnya tidak menambah, hanya menempatkan diri di posisi yang cukup penting di beberapa kegiatanku. Sengaja. Untuk melupakan apa yang sedang kurasakan. Sampai pada akhirnya semua rasa sakit dan beban pikiran yang kurasakan memuncak dan sepertinya rumah sakit menjadi alternatif paling bijak untuk menampung semua rasa sakitku. Tentu saja, karena semua orang mengira bahwa fisikku yang sedang terancam dengan diagnosa dari dokter yang katanya sudah positif, aku kena tipus. Seminggu aku merasakan udara rumah sakit di tanah kelahiranku. Dan aku memaksa kedua orang tuaku untuk secepatnya kembali ke tanah perantauan karna memang pada saat itu ujian tengah semester sudah menantiku dengan sabar.

Sebenarnya saat keluar dari rumah sakit aku sudah berjanji pada diriku untuk menjaga badan ini. Itu sudah kulakukan. Tapi ternyata Tuhan berkehendak lain. Masalah yang hampir sudah kulupakan itu kembali muncul dengan bangganya. Sekali lagi hatiku serasa tersayat benda tajam. Dan itu terasa sangat sakit sekali. Semangat yang telah susah payah kubanggun kembali, runtuh seketika. Rasa tak ingin kehilangan itu muncul kembali. Tak ada yang salah di sini dan aku juga tak ingin menyalahkan siapapun. Hanya aku saja yang mungkin terlalu keras dan selalu mencoba untuk bermain api lagi. Padahal aku tahu, semua yang kulakukan dan semua kemauanku tak akan pernah lagi jadi kemauannya. Ditambah lagi dengan semua masalah pada rutinitasku, pikiranku semakin menjadi ruwet.

Tepat sebulan aku keluar dari rumah sakit, dan ternyata saat itu pula aku harus kembali menghirup udara rumah sakit dengan penyakit yang sama, namun beda level (bahasa kerennya sih gitu). Levelnya sudah tinggi, bukan lagi tipus biasa, ini luar biasa, sudah menjadi kronis (katanya....). Tapi diagnosa selanjutnya mengatakan bahwa sudah bukan tipus lagi yang kuderita, tapi infeksi usus dan ada virus yang menyerang syarafku.
Keluar dari rumah sakit, aku menjalani terapi untuk pemulihan usus dan syarafku, serta mulai mengkonsumsi obat-obatan alami, aku sudah tak ingin merasakan obat-obatan kimia itu lagi. Lambungku menolak dan serasa ingin muntah saat obatan-obatan itu masuk ke sana. Makanan yang kukonsumsi pun hanya bubur, itupun bubur yang sangat lembut dan berair.

Setelah sembuh, aku benar-benar merasakan betapa nikmat dan berharganya sebuah kesehatan bagi diri sendiri. Aku tak ingin merasakannya lagi. Saat itu juga aku mulai membuang pikiranku untuk menyakiti diri sendiri. Karna itu justu akan benar-benar membuat diriku sakit, dan tentu saja itu akan membuat orang lain susah. Aku sadar aku sudah merepotkan banyak orang.

Kembali ke tanah rantau, kubuang semua obatan-obatan yang ada di kotak obatku bersamaan dengan kubuangnya semua rasa takut kehilangan itu. Ku-refresh pikiranku dengan pemikiran baru yang (mungkin) lebih dewasa dan bijaksana. Kumulai dengan lembaran cerita yang baru.

Dari semua yang sudah kualami, aku mulai merubah cara pandang dan cara pikirku terhadap semua masalah. Entah itu masalah pada diriku sendiri ataupun masalah yang menyangkut diriku dengan orang lain, termasuk masalah cinta, keluarga, sahabat, dan pekerjaan. Dari itu juga, aku selalu mencoba untuk tenang dan sabar dalam menyikapi masalah yang ada. Karna tidak semua masalah bisa diselesaikan dengan emosi. Emosi yang berlebihan sempat membuatku terkurung selama berhari-hari di rumah sakit. Dan aku tak mau mengulang lagi untuk yang ketiga kalinya.

Di saat kita menginginkan suatu hal, luruskan niat. Jangan takut untuk terjatuh. Karna setiap yang kita lakukan pasti ada konsekuensinya. Hidup ini penuh dengan pilihan. Jangan ragu untuk mengambil keputusan. Percayalah pada kata hati kita. Jangan risaukan omongan orang lain. Pikirkan, tanya pada hati kita masing-masing, lalu ambil kesimpulan. Kesimpulan itulah yang akan menjadi keputusan akhir kita. Keputusan sendiri adalah jalan terbaik untuk kita terus maju. Jangan lupa berdoa kepada Tuhan untuk menjadikan keputusanmu sebagai keputusanNya pula. Karna setiap keputusanNya adalah keputusanmu dan belum tentu keputusanmu akan menjadi keputusanNya.

Dan ketika kita terjatuh, jangan pernah berpikiran untuk menyakiti diri sendiri. Menyakiti diri sendiri bukanlah sebuah keputusan bijak ketika kita mulai putus asa. Masih banyak hal yang bisa dilakukan selama masih ada keyakinan sendiri untuk maju dan mendapatkan apa yang kita mau. Ada yang pernah berbagi ilmu padaku bahwa orang sakit, 20% disembuhkan oleh obat, selebihnya sembuh karna ia mau sembuh, karna ia yakin bahwa ia pasti sembuh. Bukan karna ada orang lain yang menyembuhkan atau mengabulkan, tapi karna keyakinannya sendiri bahwa ia bisa bangkit dan terus berusaha untuk mendapatkan semua keinginannya. Orang lain hanya membantu, tak lebih dari itu.

Jadi, mulailah belajar untuk selalu bersikap tenang dan tidak perlu terlalu berlebihan dalam menyikapi persoalan hidup. Semua pasti ada jalan keluarnya. Ketika ingin berbagi, berbagilah. Banyak orang di sekitar kita, banyak orang yang akan membantu mewujudkan keinginan kita. Aku ataupun kamu tidaklah sendiri. [v_elz]

Read More..

ASRI'nya Alun-Alun Kota Wonosobo

Banyak yang berubah dari kota tempat tinggalku. Wonosobo sekarang berangsur-angsur menjadi tempat yang asyik untuk dikunjungi, terutama alun-alun kotanya. Alun-alun yang dulu nampak kusam dan tak terawat sekarang sudah mulai ramai dikunjungi warga kabutapen kecil ini. Renovasi alun-alun yang dilakukan beberapa bulan lalu kini telah membuahkan hasil yang bagus. Alun-alun yang terawat dan rumput yang sudah tidak lagi menjulang tinggi seperti semak-semak, serta tatanan tempat yang rapi dengan berbagai hiasan di dalamnya, membuat tempat ini menjadi lebih asri dan sedap untuk dipandang. Banyak pula fasilitas yang telah disediakan pemerintah untuk melengkapi tempat ini, seperti lapangan basket, voli, sepak bola, dan hotspot area.

Belum puas dengan keindahan dari alun-alun, saat ini pemerintah kota sedang membangun video tronik di bunderan pertigaan BRI. Tak lain adalah tempat dimana patung garuda bertengger dengan gagah sebelumnya. Patung garuda yang sebelumnya sempat melekat di hati masyarakat kota sebagai maskot dari alun-alun, kini telah "terbang" dan entah akan "ditenggerkan" dimana lagi.

Bagi para pengunjung dan pemakai alun-alun kota Wonosobo, tak perlu khawatir akan kelaparan di sana. Banyak pedagang kaki lima yang menyediakan berbagai makanan, baik makanan khas Wonosobo maupun makanan impor dengan harga yang cukup miring. Sehingga pengunjung tidak perlu keluar dari area alun-alun untuk mencari sedikit pengganjal untuk perutnya.

Read More..

Sebuah Sajak Khalil Gibran

Kenapa kita menutup mata ketika kita tidur?
Ketika kita menangis?
Ketika kita membayangkan?
Itu karena hal terindah di dunia tidak terlihat

Ketika kita menemukan seseorang yang keunikannya sejalan dengan kita,
Kita bergabung dengannya dan jatuh ke dalam suatu keanehan serupa yang dinamakan cinta.

Ada hal-hal yang tidak ingin kita lepaskan,
seseorang yang tidak ingin kita tinggalkan,
tapi melepaskan bukan akhir dari dunia,
melainkan suatu awal kehidupan baru,
kebahagiaan ada untuk mereka yang tersakiti,
mereka yang telah dan tengah mencari dan
mereka yang telah mencoba.
karena merekalah yang bisa menghargai betapa
pentingnya orang yang telah menyentuh kehidupan
mereka.

Cinta yang sebenarnya adalah ketika kamu
menitikan air mata dan masih peduli terhadapnya,
adalah ketika dia tidak memperdulikanmu dan
kamu masih menunggunya dengan setia.
adalah ketika dia mulai mencintai orang lain dan
kamu masih bisa tersenyum dan berkata
” aku turut berbahagia untukmu ”

Apabila cinta tidak bertemu bebaskan dirimu,
biarkan hatimu kembali ke alam bebas lagi.
kau mungkin menyadari, bahwa kamu menemukan cinta dan kehilangannya,
tapi ketika cinta itu mati kamu tidak perlu mati bersama cinta itu.

Orang yang bahagia bukanlah mereka yang selalu mendapatkan keinginannya, melainkan mereka
yang tetap bangkit ketika mereka jatuh, entah bagaimana dalam perjalanan kehidupan.
kamu belajar lebih banyak tentang dirimu sendiri dan menyadari bahwa penyesalan tidak
seharusnya ada, cintamu akan tetap di hatinya sebagai penghargaan abadi atas pilihan2 hidup
yang telah kau buat.

mencintai juga bukanlah bagaimana kamu
melupakan dia bila ia berbuat kesalahan,
melainkan bagaimana kamu memaafkan.
bukanlah bagaimana kamu mendengarkan,
melainkan bagaimana kamu mengerti.
bukanlah apa yang kamu lihat,
melainkan apa yang kamu rasa,
bukanlah bagaimana kamu melepaskan,
melainkan bagaimana kamu bertahan.

Mungkin akan tiba saatnya di mana kamu harus berhenti mencintai seseorang,
bukan karena orang itu berhenti mencintai kita,
melainkan karena kita menyadari bahwa orang iu akan lebih berbahagia apabila kita melepaskannya.

kadangkala, orang yang paling mencintaimu adalah orang yang tak pernah menyatakan cinta kepadamu, karena takut kau berpaling dan memberi jarak, dan bila suatu saat pergi, kau akan
menyadari bahwa dia adalah cinta yang tak kau sadari.

- Khalil Gibran -
Read More..

Akan Indah Pada Waktunya....

(backsound : utopia - benci)

Beberapa hari ini ada banyak hal yang terjadi, dan itu semua hampir membuatku gila. Sempat berpikir bahwa aku menyesal telah mengetahuinya dan telah terperangkap dalam cerita itu. Aku marah, benci, jengkel, eneg, jijik, kecewa, semuanya bercampur aduk. Sekarang aku sudah tak ingin percaya pada siapapun, dia dan mereka. Aku hanya akan percaya pada diriku sendiri dan pada-Nya. Hanya Dia yang bisa kumintai tolong.

Aku tak percaya bahwa cerita hidupku akan jadi seperti ini dan aku tak pernah menduganya. Lagipula siapa juga yang mau menduga-duga apa yang akan terjadi pada hidupku kelak. Aku hanya bisa menjalaninya dan mencari solusi terbaik untuk diriku dan semua orang yang bersangkutan (tapi kalo mau egois, q cuma mau cari solusi yang terbaik buat diri sendiri). Aku nggak bisa melarikan diri dari masalah ini, terlanjur basah, basahin aja sekalian, biar ramai.

Tapi, semuanya semakin menjadi kompleks ketika ditelusuri. hufftt.... apa aku salah jalan?? Sepertinya banyak sekali yang harus ku ikhlaskan dan ku korbankan. Hidup memang tak pernah lepas dari sebuah pengorbanan...

Yah...semuanya memang harus dihadapi. Hadapi dengan senyuman (walau itu senyum palsu)... bahasanya gak ikhlas banget. Aku akan terus menyemangati diriku sendiri. Masalah akan terus membuatku semakin dewasa, aku nggak boleh menyesalinya. Semua pasti ada jalan keluarnya dan akan indah pada waktunya...

(ganti backsound : d'masiv - jangan menyerah)
Read More..

Gay, Genetis, Pilihan atau Pola Hidup?

KapanLagi.com - Rasanya sudah tidak aneh lagi jika sekarang kita agak lebih mudah menjumpai pasangan gay berjalan berpasangan atau bergandengan bahkan berpelukan sebagai sepasang kekasih bahkan di tempat seperti di Mall atau di berbagai cafe atau tempat nongkrong lain. Uniknya, pasangan gay ini lebih nampak jika merupakan pasangan antar pria, sedangkan tidak begitu nampak di kalangan antar wanita. Kemungkinan hal ini muncul karena budaya kita yang agak lebih membebaskan sesama wanita untuk berdekatan secara fisik seperti berpelukan atau bergandengan tangan daripada antar pria.

Hampir bisa dipastikan jika seorang pria menggandeng tangan seorang pria lain, maka yang ada di pikiran kita, kedua pria tadi adalah gay, apalagi jika s
ampai berpelukan sambil berpandangan mesra sudah jelas di pikiran kita bahwa kedua orang tadi adalah sepasang kekasih gay.

Mungkin jika tergelitik, kita akan mulai berpikir apa yang menyebabkan seorang pria bisa tertarik kepada pria lain? Apakah karena pengaruh pergaulan, pengaruh sosial, pilihan pribadi atau apakah memang seseorang menjadi gay karena faktor genetik?


Sebagian besar dari kita mungkin akan terkejut ketik
a ternyata, dari salah satu penelitian yang dilakukan hampir semuanya mengacu bahwa gen ternyata berperan sangat penting dalam orientasi seksual seseorang. Alan R. Sanders, salah satu profesor dari Northwestern University, Amerika yang pernah melakukan penelitian selama 14 tahun lamanya, dan melibatkan lebih dari seribu pasangan gay menemukan bahwa kemungkinan besar gay menular melalui gen.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa selama berada dalam kandungan, ketika bayi terpapar testosteron (hormon pria), lebih banyak, maka jari manis akan tumbuh lebih cepat. Dari dasar penelitian inilah, maka salah satu peneliti lain (yang juga tidak pernah disebutkan namanya, dan dibahas dalam nymags.com) memiliki hipotesis. Ia ber
pendapat bahwa panjang relatif jari manis dapat digunakan sebagai dasar untuk menentukan apakah seseorang memiliki kecenderungan menjadi gay atau tidak.

Dalam teori tadi, semakin banyak kita terpapar testosteron ketika dalam kandungan, maka kecenderungan sifat hormon tadi akan mempengaruhi, dan dengan kata lain, pada kaum gay pria, hal ini terjadi karena kekurangan paparan hormon ini, sedangkan pada kaum gay wanita (lesbian), sifat ini didapat karena terlalu banyak terpapar hormon testosteron tadi.


Untuk Pria
Jika jari manis pria relatif lebih panjang daripada jari telunjuknya, maka menurut teori paparan hormon di atas, maka pria tadi tidak akan memiliki kecenderungan gay, dan sebaliknya, jika jari manis panjangnya relatif sama dengan jari telunjuk, maka kemungkinan besar pria tadi adalah memiliki kecenderungan untuk menjadi seorang yang memilih pasangan sesama jenis.


Untuk Wanita

Sedangkan untuk wanita, teori tadi juga dapat diaplikasikan. Karena secara teori, seorang wanita memiliki tingkatan hormon testerone (hormon pria) yang sama dengan esterogen (hormon wanita), maka wanita non lesbian cenderung memiliki panjang relatif jari manis yang sama panjang dengan telunjuk. Sebaliknya, jika jari manis relatif lebih panjang daripada jari telunjuk, maka dapat ditarik kesimpulan (walaupun tidak selalu benar), bahwa wanita tadi memiliki kecenderungan menyukai sesama jenis juga.

Coba cek jari Anda apakah benar teori tadi? Ataukah Anda memiliki kepercayaan tersendiri bagaimana seseorang menjadi lebih memilih sesama jenis? Semuanya terserah Anda! :)
Read More..

Pornografi Dapat Rusak Jaringan Otak

KapanLagi.com - Paparan materi pornografi secara terus-menerus dapat menyebabkan kecanduan (adiksi) yang pada akhirnya mengakibatkan jaringan otak mengecil dan fungsinya terganggu.

Dalam seminar mengenai dampak pornografi terhadap kerusakan otak di Jakarta, ahli bedah syaraf dari Rumah Sakit San Antonio, Amerika Serikat, Donald L. Hilton Jr, MD mengatakan bahwa adiksi mengakibatkan otak bagian tengah depan yang disebut Ventral Tegmental Area (VTA) secara fisik mengecil.

Penyusutan jaringan otak yang memproduksi dopamine (bahan kimia pemicu rasa senang) itu, menurut dia, menyebabkan kekacauan kerja neurotransmiter yakni zat kimia otak yang berfungsi sebagai pengirim pesan.

"Pornografi menimbulkan perubahan konstan pada neorotransmiter dan melemahkan fungsi kontrol. Ini yang membuat orang-orang yang sudah kecanduan tidak bisa lagi mengontrol perilakunya," kata Hilton serta menambahkan adiksi pornografi juga menimbulkan gangguan memori.

Kondisi tersebut, ia menjelaskan, tidak terjadi secara cepat dalam waktu singkat namun melalui beberapa tahap yakni kecanduan yang ditandai dengan tindakan impulsif, ekskalasi kecanduan, desensitisasi dan akhirnya penurunan perilaku.

"Pornografi dapat merusak sel-sel otak, akibatnya perilaku dan kemampuan intelegensia akan mengalami gangguan," tambah Kepala Pusat Pemeliharaan, Peningkatan dan Penanggulangan Intelegensia Kesehatan H. Jofizal Jannis. Ia menjelaskan, penurunan intelegensia secara langsung dan tidak langsung akan menurunkan produktivitas dan menurunkan indeks pembangunan sumber daya manusia.

Menurut Hilton, kerusakan otak akibat kecanduan pornografi adalah yang paling berat, lebih berat dari kecanduan kokain. Namun demikian, kata dia, kini ada harapan kerusakan otak itu bisa dipulihkan hingga mendekati normal dengan berbagai metode penyembuhan.

Terapi yang dapat digunakan untuk memulihkan kerusakan otak akibat kecanduan, menurut dia, antara lain pemberian motivasi pribadi untuk memacu semangat penderita guna melepaskan diri dari kecanduan, dan penciptaan lingkungan yang aman bagi pecandu dengan menurunkan secara drastis aksesnya terhadap pornografi.

Selain itu, ia menambahkan, pembentukan kelompok pendukung dengan konselor dan terapis serta terapi peningkatan spiritualitas dampaknya juga sangat bermakna dalam upaya pemulihan. "Penelitian menunjukkan spiritualitas agama apapun, akan mempercepat proses pemulihan," katanya.

Read More..

Rahasia Kecil Dibalik Ciuman

KapanLagi.com - Hampir semua orang dapat dipastikan mengenal dan mengetahui apa itu ciuman dan bagaimana berciuman, tapi apakah Anda tahu bahwa ciuman itu baik? atau malah buruk? Di bawah ini ada berbagai hal unik dan lucu soal ciuman yang mungkin Anda belum pernah tahu (sebelum membaca artikel ini tentunya!)

  1. Berciuman menggerakkan 29 otot wajah, dengan kata lain, dengan berciuman, anda akan lebih muda, karena mencegah kerutan di wajah!
  2. Pasangan yang berciuman saling menukarkan zat seperti lemak, mineral, dan protein pada saat berciuman. Hal ini akan mendorong pembuatan antibodi, yang akan digunakan untuk melawan berbagai macam penyakit. Jadi berciuman itu ekstra sehat!
  3. 66 persen pasangan menutup mata saat berciuman, sedangkan sisanya sangat menikmati bagaimana emosi menjalari wajah pasangan mereka.
  4. Menurut statistik Amerika, seorang wanita akan mencium setidaknya 80 orang laki laki sebelum akhirnya menikah
  5. Ciuman romantis akan membakar 2-3 kalori, sementara French Kiss akan membuang 5 kalori, dengan kata lain, semakin sering anda berciuman, semakin banyak kalori anda terbakar.
  6. Sensitifitas bibir 200 kali lebih tinggi daripada jari anda!
  7. Para pria yang mencium istrinya sebelum berangkat kerja, akan memiliki usia 5 tahun lebih lama, sedangkan pria yang hanya menutup pintu ternyata lebih cenderung terlibat masalah kecelakaan di jalan.
  8. Berciuman penuh gairah selama 90 detik akan mengangkat tekanan darah dan meningkatkan detak jantung. Hal ini juga akan meningkatkan level hormon dalam darah, jadi akan menambah usia 1 menit! Mau panjang umur? Sering-sering berciuman ya!
  9. French Kiss adalah tipe ciuman yang disebut sebagai 'jembatan jiwa', dalam ciuman tipe ini, bukan hanya bibir yang bergerak, tapi lidah juga lho!
  10. Pada saat orang eskimo saling bertemu, mereka tidak hanya sekedar menggesekkan hidung. Pada saat hidung bertemu, bibir juga terbuka. Pada saat ini mereka akan menarik napas dalam-dalam dan menghembuskannya kuat-kuat. Dengan cara ini mereka akan menikmati aroma tubuh masing-masing pasangan.
  11. PDA (Public Display of Affection), termasuk berciuman, biasanya kurang diterima di Jepang, Taiwan, Cina dan Korea (juga di negara kita kan). Di Jepang, sebelum berciuman, mereka harus menjaga jarak, saling membungkuk, barulah kemudian berciuman di bibir selama sedetik!
  12. Tubuh mereka yang berciuman akan memproduksi suatu zat yang memiliki kekuatan 200 kali lipat morfin. Oleh karena inilah, mereka yang berciuman seringkali merasa kebahagiaan dan kegembiraan yang luar biasa.
  13. Berciuman bikin anda rileks dan mengurangi stress! Anda stress? Cium dong rekan kerja Anda! :)
  14. Sepanjang hidupnya, manusia rata-rata menghabiskan waktu selama dua minggu untuk berciuman
  15. Ciuman selama satu menit akan menghabiskan 26 kalori dalam tubuh anda!
  16. 50% orang di dunia ini, pertama kali merasakan ciuman penuh cinta di bawah 14 tahun!
Read More..

Bell's Palsy Menyerangku....

Dua bulan terakhir ini sepertinya jadi ujian dan peringatan buatku. Kenapa? Karena dalam 2 bulan ini, 3 kali aku pindah kost ke rumah sakit. Numpang hidup di sana. Selalu berkutat dengan jarum suntik dan obat-obatan. Mending kalau obatnya cuma 2 atau 3 kaplet, terakhir aku masuk rumah sakit (24/06) obat yang kumakan sebanyak 7 kaplet dan itu gedhe-gedhe semua. Fiuhh… nyaris nggak ketelan. Padahal tipusku dah negatif dan hasil labolatorium pun menyatakan bahwa kondisiku normal semua, hanya saja leukositku yang mendadak naik mencapai 20.000 ekor, eh salah, 20.000 keping.Yah… itu terjadi sekitar 2 minggu yang lalu ketika aku masuk rumah sakit untuk yang ketiga kalinya dan semoga itu menjadi yang terakhir bagiku.

Rabu (24/06) pukul 13.30 WIB (setahuku), tiba-tiba kepalaku kram dan rasanya seperti ditarik ke kanan/kiri. Untung orang tuaku segera bertindak cepat dan membawaku ke rumah sakit. Aku tak tahu apa yang sedang terjadi padaku. Yang kurasakan saat itu, badanku gemetaran, tangan kananku mencekam erat telapak tangan ayahku, tangan kiriku memegang pipiku yang tak bisa digerakkan ke kiri, wajahku seperti tertarik ke kanan dan tidak bisa digerakkan, bola mataku berbelok tajam melihat ke atas dan terasa sulit sekali memejamkannya, pandanganku kabur dan semua yang lihat menjadi dua, mulutku tak bisa bersuara, hanya bisa bergumam tak jelas. Seluruh badanku mengeluarkan keringat, air mataku pun tak keluar dengan lancar, hanya sekedar menetes saja. Begitu agak membaik, kram di wajahku berganti, kali ini ke kiri dan tidak bisa digerakkan ke kanan. Aku ingin berteriak, aku merasa aku sudah berteriak sangat keras, tapi entah apa yang keluar dari mulutku. Aku mendengar ibuku membacakan ayat kursi untukku, beliau menangis. Ayahku terlihat khawatir mengenggam tanganku. Aku sedih melihatnya. Jarum infus yang sudah menancap di tangan kananku pun tak terasa sakit atau pegal sedikitpun. Ruangan IGD saat itu benar-benar terasa sangat menyesakkan buatku. Dokter-dokter jaga yang menanganiku juga kebingungan mengatasi ini semua. Mereka hanya bertanya hal-hal yang tidak bisa kujawab dan melihatku iba.

Selang beberapa waktu, aku dipindahkan ke kamar inap. Kamar itu terasa begitu panas buatku. Aku hanya bisa menahan rasa sakit di wajahku. Badanku memberontak tak karuan. Hanya bisa menangis dan berteriak di dalam hati. Hanya bisa menggenggam erat tangan kedua orang tuaku. Dan hanya bisa pasrah dan ikhlas atas semua yang terjadi padaku. Ibuku terus-terusan membacakan ayat kursi dan menuntunku untuk melafalkannya. Tapi lidahku tak bisa digerakkan. Obat yang harus kumakan pun tak tertelan olehku, malah kukeluarkan setelah kukunyah sekali. Air yang dimasukkan ke mulutku juga keluar melalui sisi-sisi mulutku, tak bisa tertelan. Butuh beberapa waktu untuk memaksa gigiku mengunyah obat itu dan menelannya. Perawat bilang, obat itu akan segera bereaksi dan aku akan tenang pada jam 5. Tapi semua itu tidak benar.

Jarum jam yang berada tepat di depanku menunjukkan arah ke angka 6. Adzan Maghrib berkumandang. Serta merta ibuku menuntunku untuk sholat Maghrib. Beliau menuntunkan doa-doa sholat kepadaku. Aku berusaha mengikutinya. Tak bisa mengeluarkan suara, aku mengikutinya dalam hati. Aku mengikuti setiap kata yang beliau ucapkan padaku. Aku berusaha bersuara dan terus berusaha. Akhirnya mulutku bisa bersuara, aku mengikuti setiap rangkaian doa yang ibu ucapkan dengan terbata-bata, dengan suara lirih. Belum selesai beliau menuntunku sholat, ototku terasa kendor semua, aku merasa sangat nyaman dengan keadaanku seperti itu. Dan aku tertidur. Mataku akhirnya terpejam, mulutku dapat menutup, dan wajahku kembali normal. Badanku terasa lemas. Penderitaanku yang kurang lebih berlangsung selama 4,5 jam penuh itu terasa sangat lama buatku. Sekitar jam setengah tujuh aku terbangun. Aku merasa sudah tidur lama….sekali. Begitu bangun, badanku pegal semua. Seluruh badanku sakit seperti habis dipukuli orang satu kampung. Bergerak sedikit saja, tulang-tulangku serasa mau patah semua. Owh…tidak…ternyata penderitaanku masih berlanjut.

Lucunya, setelah semua itu berakhir perutku merasakan lapar yang teramat sangat. Dan semua orang menertawakanku ketika aku minta makan pada ibuku. Beruntung saat itu ada teman orang tuaku yang menemani ibuku karna ayahku sedang pulang ketika aku mulai tenang. Mereka pergi mencarikanku makanan dan kembali dengan membawakan 2 bungkus bubur sumsum untukku. Dan 2 bungkus bubur itu kutelan cepat-cepat. Haahh… cacing di perutku sepertinya sangat kelaparan.
Aku mengangkat tubuhku dan mencoba untuk duduk sambil “selonjor”, kemudian mengamati seluruh bagian tubuhku yang terlihat olehku. Bisa ditebak apa warnanya, putih. Sempat-sempatnya aku bercanda dengan ibu dan teman-temannya. “Bu, aku jadi tambah putihnya, tambah cantik.”
Owh….tidak……………………………..!!!!!!!!!!!

Selesai makan, aku mencoba membaringkan tubuhku yang terasa remuk redam itu. Mencoba untuk tidur dan melupakan semuanya yang telah terjadi padaku siang tadi. Orang tuaku tidur di bawah beralaskan kursi yang bisa “dipotong-potong” itu. Mereka terlihat sangat nyeyak dan menikmati kelelahannya. Tapi aku?? Owh…no…!! Sama sekali tidak bisa tidur dan hanya berkutat dengan hapeku yang manis sekali menemaniku malam itu. Untung semalaman aku tidak memikirkan hal-hal “aneh” yang biasanya sering muncul seperti di tipi-tipi itu. Haahhhh….mengerikan, setidaknya buatku. Selamanan cacing di perutku menari dan bernyanyi-nyanyi, membuatku merasa tak enak dan tak nyaman. Benar-benar malam yang sangattttttttttttttttt….panjang.

Matahari kian beranjak dari belahan bumi bagian timur dan ia terus merangkak tuk menyinari bumi-Nya. Langit dan awan benar-benar menjadi pasangan yang sangat serasi pagi itu. Tapi… ada yang membuatku kesal pagi itu. Kalian tahu apa yang membuatku kesal???? Sampai jam 8 sarapan belum juga datang!!! Owh tidak…. Peliharanku sudah hampir mati kelaparan dan kecapekan bernyanyi dan menari semalaman.

Yah,,, 7 hari sudah aku tidur di hotel berbintang 5 (anggap saja begitu, daripada harus menyebutkan rumah sakit… loh???). Makan, minum obat, nonton tipi, tidur, seperti itulah gambaran kehidupanku di sana. Tapi kenapa badanku jadi kurus begini?????

Selasa (30/06), aku keluar dari rumah sakit. Seperti yang sudah kutulis di awal, hasil labolatorium semuanya normal, hanya leukositku saja yang tinggi karna memang ada infeksi di ususku. Dan 1 diagnosa dari dokter syaraf yang menanganiku, yaitu Bell’s Palsy. Apa itu? Itulah yang selalu kutanyakan dan menjadi pe-er buatku. Sedikit informasi dari buku kesehatan milik orang tuaku, Bell’s Palsy adalah suatu penyakit yang menyebabkan kelumpuhan syaraf wajah ke-7 untuk sementara. Tanda-tandanya ya seperti yang sudah kualami dan kutuliskan tadi. Betapa kagetnya diriku membacanya. Dan satu pertanyaan yang selalu terngiang di benakku saat itu. Kenapa itu bisa menyerangku???

Infeksi usus yang kuderita ternyata tidak main-main. Selama 5 hari perutku benar-benar tak enak, perih, dan mual. Tak bisa menerima makanan yang keras. Saat itu hanya bubur yang bisa kutelan, itu pun bubur yang sangat cair, jika perlu masih dikasih kuah ke buburku. Dan obat-obatan itu membuatku merasa tak enak sekali. Hari ketiga pasca keluar dari RS, orang tuaku membawaku ke tukang pijet refleksi/ syaraf. Enak sekali badanku dipijat. Hari keempat dan kelima, aku memuntahkan makanan yang sudah kutelan. Dan perutku benar-benar lega, teh hangat yang kuminum setelah itu benar-benar membuat perutku merasa sangat nyaman.

Tiga kali pijat refleksi membuat badanku segar lagi... ibuku juga mengiyakan perbedaan sebelum dan sesudah aku menjalani pengobatan alternatif itu. Yah...wajahku segar kembali dan gerak gerikku dah kembali seperti semula. Aku disarankan untuk meminum perasan daun pepaya dan perasan kencur dicampur dengan madu. Owh...tidak... perasan daun pepaya itu hanya sedikit yang tertelan olehku, rasanya tak enak, pahit. Padahal itu untuk membersihkan racun di ginjalku atas apa yang telah kumakan sebelumnya. Hanya perasan kencur saja yang tertelah olehku. Yah... setidaknya ada sesuatu yang bisa “menambal” infeksi di ususku. Hanya butuh 3 hari tuk menambal infeksinya, setelah itu aku benar-benar merasakan nikmatnya melahap makanan... subhanallah.....

Jum’at (10/07), aku kembali ke Jogja… yah,,,sekalian nganter kakakku yang hendak balik ke Bogor dengan kereta. Yah…mau gimana lagi, sekitar Jakarta lagi macet-macetnya pasca pilpres 8 Juli lalu. Tapi ujung-ujungnya, tetep aja naik bus dari terminal Giwangan karna tiket kereta habis, sedangkan dia harus secepatnya kembali ke habitat keduanya itu.

Minggu (12/07), hari itu merupakan hari yang sangat melelahkan sekaligus menyenangkan bagiku, tapi juga sedikit membuatku menyesal karna suatu hal. Pukul 20.30 WIB, aku pergi ke warnet. Entahlah,,, malam itu rasanya ada yang sengaja menarikku tuk singgah ke warnet. Tentu hal pertama yang kubuka setelah komputer stand by adalah emailku, yang kedua facebook, dan ketiga mesin pencari yang sudah menjadi langganan jutaan manusia tuk meraup segala informasi dari sana, apa lagi kalau bukan google. Serta merta kumasukkan key word Bell’s Palsy, lalu kutekan tombol enter tuk mulai mencarinya. Beberapa informasi tersaji dengan cepat di depan mataku.

Apa itu Bell’s Palsy……?

Mungkin nama penyakit ini tidak sering diketahui oleh kebanyakan orang. Sir Charles Bell, demikian nama seorang ahli bedah Skotlandia yang pertama kali menemukan penyakit ini pada abad 19. Penyakit ini menimbulkan derajat keluhan klinis yang beragam. Kendati demikian wajah yang tidak simetris, kelopak mata yang tidak dapat menutup sempurna, gangguan pengecapan serta sensasi mati rasa (baal/kebas) pada salah satu sisi wajah merupakan keluhan yang sering terjadi. Pada beberapa kasus disertai adanya hiperakusis (sensasi pendengaran yang berlebihan), telinga berdenging, nyeri kepala dan perasaan melayang. Keluhan tersebut terjadi mendadak dan mencapai puncaknya dalam 2 hari. Keluhan yang terjadi diawali oleh nyeri pada telinga yang seringkali dianggap sebagai infeksi.
Berbeda dengan serangan stroke, pada Bell’s Palsy tidak disertai dengan kelemahan anggota gerak. Hal ini disebabkan oleh letak kerusakan saraf yang berbeda. Pada stroke disebabkan oleh rusaknya bagian otak yang mengatur pergerakan salah satu sisi tubuh, termasuk wajah. Sedangkan pada Bell’s Palsy, kerusakan terjadi langsung pada saraf yang mengurus persarafan wajah. Saraf fasialis, demikian nama serabut saraf yang mengurus bagian wajah dan merupakan bagian dari 12 pasang saraf otak. Saraf ini berasal dari bagian batang otak yang disebut pons. Dalam perjalanannya menuju kelenjar parotis, saraf fasialis ini harus melalui suatu lubang sempit dalam tulang tengkorak yang disebut kanalis Falopia. Setelah mencapai kelenjar parotis, saraf fasialis ini akan bercabang menjadi ribuan serabut saraf yang lebih kecil yang mempersarafi daerah wajah, leher, kelenjar liur, kelenjar air mata, 60% bagian depan lidah dan sebagian telinga.

Bell’s Palsy dapat terjadi pada pria atau wanita segala usia dan disebabkan oleh kerusakan saraf fasialis yang disebabkan oleh radang, penekanan atau pembengkakan. Penyebab kerusakan ini tidak diketahui dengan pasti, kendati demikian para ahli meyakini infeksi virus -Herpes Simpleks- sebagai penyebabnya. Sehingga terjadi proses radang dan pembengkakan saraf. Pada kasus yang ringan, kerusakan yang terjadi hanya pada selubung saraf saja sehingga proses penyembuhannya lebih cepat, sedangkan pada kasus yang lebih berat dapat terjadi jeratan pada kanalis falopia yang dapat menyebabkan kerusakan permanen serabut saraf.

Bell’s palsy mengenai laki-laki dan wanita dengan perbandingan yang sama. Akan tetapi, wanita muda yang berumur 10-19 tahun lebih rentan terkena daripada laki-laki pada kelompok umur yang sama. Penyakit ini dapat mengenai semua umur, namun lebih sering terjadi pada umur 15-50 tahun. Pada kehamilan trisemester ketiga dan 2 minggu pasca persalinan kemungkinan timbulnya Bell’s palsy lebih tinggi daripada wanita tidak hamil, bahkan bisa mencapai 10 kali lipat.

Gejala??

Bell's palsy terjadi secara tiba-tiba. Beberapa jam sebelum terjadinya kelemahan pada otot wajah, penderita bisa merasakan nyeri di belakang telinga. Kelemahan otot yang terjadi bisa ringan sampai berat, tetapi selalu pada satu sisi wajah.

Sisi wajah yang mengalami kelumpuhan menjadi datar dan tanpa ekspresi, tetapi penderita merasa seolah-olah wajahnya terpuntir. Sebagian besar penderita mengalami mati rasa atau merasakan ada beban di wajahnya, meskipun sebetulnya sensasi di wajah adalah normal.
Jika bagian atas wajah juga terkena, maka penderita akan mengalami kesulitan dalam menutup matanya di sisi yang terkena.Kadang penyakit ini mempengaruhi pembentukan ludah, air mata atau rasa di lidah.

Hmm… sepertinya aku juga merasakan hal itu, nyeri di telinga, dan kupikir itu hanya infeksi atau karna telingaku kotor. Tapi ketika kubersihan telingaku dengan cotton buds, sama sekali tak ada kotoran, bahkan bersih. Dan aku tak mempermasalahkan itu semua.
Dan siang itu, semua yang telah kuceritakan di awal tadi terjadi terjadi padaku.

Pengobatan??

Sekitar 80-85% kasus, dapat sembuh spontan dalam 3 bulan. Akan tetapi beberapa penelitian mengatakan obat antivirus dan antiinflamasi efektif mempercepat proses penyembuhan apalagi jika pemberiannya sedini mungkin. Sedangkan nyeri dapat diatasi dengan analgetik seperti parasetamol dan ibuprofen, untuk pertumbuhan serabut saraf yang rusak dapat digunakan terapi vitamin dengan menggunakan vitamin B6 dan B12. Evaluasi terhadap derajat kerusakan saraf dapat dilakukan setelah melewati fase akut dengan menggunakan pemeriksaan elektromiografi (EMG) pada minggu kedua dengan memeriksa refleks kedip (blink reflex). Dengan demikian pemeriksaan ini dapat digunakan untuk memprediksi prognosis penyakit.

Botolinum toxin type A atau yang lebih dikenal dengan botox merupakan alternatif terapi yang dapat digunakan dan berfungsi untuk relaksasi otot-otot wajah. Alternatif terapi lainnya berupa akupuntur, stimulasi galvanik dan biofeedback.

Selain terapi utama, hal penting yang menjadi perhatian dalam tatalaksana penyakit ini adalah mata. Kelopak mata yang tidak dapat menutup sempurna akan dapat menimbulkan masalah baru, iritasi serta infeksi mata akan rentan terjadi jika tidak dilakukan perhatian khusus pada masalah ini. Hal yang dapat dilakukan berupa pemberian air mata buatan, mengedipkan mata secara manual, penggunaan pemberat kelopak mata hingga tindakan operatif.

Pada kelumpuhan yang berat, pemijatan pada otot yang lemah dan perangasangan sarafnya bisa membantu mencegah terjadinya kekakuan otot wajah. Jika kelumpuhan menetap sampai 6-12 bulan atau lebih, bisa dilakukan pembedahan untuk mencangkokkan saraf yang sehat (biasanya diambil dari lidah) ke dalam otot wajah yang lumpuh.

-Latihan wajah-

Komponen lain yang tidak kalah pentingnya dalam optimalisasi terapi adalah latihan wajah. Latihan ini dilakukan minimal 2-3 kali sehari, akan tetapi kualitas latihan lebih utama daripada kuantitasnya. Sehingga latihan wajah ini harus dilakukan sebaik mungkin. Pada fase akut dapat dimulai dengan kompres hangat dan pemijatan pada wajah, hal ini berguna mengingkatkan aliran darah pada otot-otot wajah. Kemudian latihan dilanjutkan dengan gerakan-gerakan wajah tertentu yang dapat merangsang otak untuk tetap memberi sinyal untuk menggerakan otot-otot wajah. Sebaiknya latihan ini dilakukan di depan cermin. Gerakan yang dapat dilakukan berupa:
  • Tersenyum
  • Mencucurkan mulut, kemudian bersiul
  • Mengatupkan bibir
  • Mengerutkan hidung
  • Mengerutkan dahi
  • Gunakan telunjuk dan ibu jari untuk menarik sudut mulut secara manual
  • Mengangkat alis secara manual dengan keempat jari
  • Menutup mata

Prognosis

Jika kelumpuhannya parsial (sebagian), maka penyembuhan total terjadi dalam waktu 1-2 bulan. Prognosis pada kelumpuhan total adalah bervariasi, tetapi sebagian besar mengalami penyembuhan sempurna. Untuk menentukan kemungkinan terjadinya penyembuhan total, bisa dilakukan pemeriksaan untuk menguji saraf wajah dengan menggunakan rangsangan listrik. Kadang saraf wajah membaik, tetapi membentuk hubungan yang abnormal yang menyebabkan timbulnya gerakan yang tidak dikehendaki pada beberapa otot wajah atau keluarnya air mata secara spontan. Secara umum penyakit ini dapat disembuhkan, kendati tergantung dari derajat kerusakan sarafnya.

Entah karna terbawa emosi atau perasaan (loh??), ketika aku membaca artikel di sebuah web, air mataku langsung mencucur seketika. Dan tak bisa berhenti. Aku tak bisa berpikir apapun, spontan aku berpikir negatif tentang penyakit itu. Dan aku tahu, seperti inilah aku ketika menghadapi sebuah masalah. Aku selalu berpikir negatif ketika melihat dengan mata dan perasaanku. Tapi sehari dua hari, ketika logika dan semangatku mulai tumbuh kembali, semua pikiran negatif lenyap tak berbekas. Dan mulai kucari informasi sebanyak-banyaknya tentang penyakit ini.

Awalnya aku tidak mengerti kenapa aku bisa terkena penyakit “syaraf”? Yah, siapa sangka sih dari tipus bisa nyerang ke syaraf?? Aku juga nggak ngerti. Tapi setelah kubaca dan kucermati, mungkin memang benar dan besar kemungkinannya memang aku bisa terkena penyakit itu. Kalian tahu bahwa hasil labolatoriumku semuanya normal termasuk hemoglobinku, kecuali leukositku yang meningkat drastis. Itu tandanya ada infeksi di bagian dalam tubuhku. Di mana lagi kalau bukan di usus karna selama aku di rawat emang perutku yang bermasalah, dan lagi belum lama aku punya riwayat tipus, 2 kali lagi… Sedangkan Bell’s Palsy dipicu oleh infeksi virus Herpes yang ada di dalam tubuh. Tapi sampai sekarang aku masih belum tahu tentang virus Herpes (yang ada di tubuh kita) ada di bagian mana saja… atau bagaimana lah… aku tak mengerti… yah, akan kucari tahu nanti…

Selain itu juga karna suhu di Wonosobo saat itu memang sangat dingin. Entah karna aku sedang sakit atau memang sangat dingin. Tapi aku merasakan dinginnya Wonosobo saat itu. Sepertinya juga belum dijelaskan di atas tadi kalau Bell’s Palsy juga dipicu oleh suhu yang dingin dan angin. Yang kutangkap dari beberapa sumber adalah bahwa Bell’s Palsy dapat dipicu oleh angin yang menimpa wajah pada satu sisi saja. Justru kalau angin dan suhunya merata itu malah tidak berbahaya. Angin yang masuk pada salah satu sisi tersebut membuat lembab di salah satu syaraf dan terjadi kelumpuhan pada syaraf tersebut. Akibatnya ya seperti yang telah kuceritakan di awal tadi…

Buat temen-temen semua yang dah baca ceritaku, jagalah kesehatan temen-temen semua. Buat para cewek, gak usah takut gendut karna biasanya cewek yang paling susah disuruh makan karna takut tubuhnya melar ke samping. Kesehatan itu mahal……..banget harganya, aku dah ngrasain itu… .^_^.
Trus, bagi yang (mungkin) dah pernah punya riwayat Bell’s Palsy, aku yakin kalian pasti juga dah tahu bagaimana cara pencegahan dan pengobatannya selain mengkonsumsi obat-obatan (kimia). Jika bersedia, aku ingin sedikit bertukar pikiran tentang penyakit ini. Karna awalnya ketika pertama kali membaca tulisan di salah satu halaman web, jujur aku sangat syok dan takut akan semua ini. Aku takut merasakan sakit itu lagi…. Hikz hikz… ini sungguh sangat tidak menyenangkan…

Mungkin hanya ini yang bisa kutulis di sini… terlalu banyak mungkin… tapi tak apa…
Silahkan dibaca jika kalian memang ingin membacanya, tapi silahkan tutup halaman ini jika kalian bosan membacanya. Aku sangat menghargai itu semua…

Untuk temen-temenku semua yang sangat mengkhawatirkan keadaanku (mungkin), setidaknya sekarang aku dah tahu bagaimana pencegahan dan pengobatannya. Jadi, kalian tidak perlu khawatir lagi padaku. Mm… walaupun aku sendiri kadang kurang yakin dengan apa yang kulakukan, tapi aku yakin aku pasti sembuh. Dan aku yakin bahwa kalimat ini benar adanya, “Bahwa 20% penyakit sembuh karna obat-obatan, selebihnya sembuh karna keyakinan untuk sembuh dalam diri pasien”.

Sumber :
www.indonesiaindonesia.com
Read More..

Aku Tak Ingin Membacanya... Tapi Telah Terbaca Olehku....

Aku tak ingin membacanya...
Tapi aku telah membacanya...
Dan kini aku pun tahu...apa itu...

sesuatu yang membuatku menangis di tempat,
sesuatu yang membuatku merasa takut,
sesuatu yang membuatku merasa tak berdaya,
badanku jadi terasa lemas,
sedikit putus asa, haahhhh.... itu terlalu lebay.
tapi itu yang kurasakan sekarang,,,,
yah... seperti itu...

Aku tak meyangka bahwa aku telah mengalaminya,
aku pernah merasakannya,
rasa sakit itu dan begitu sangat amat tidak enak mengalaminya,
aku tak ingin itu terjadi lagi padaku...
sepertinya aku bakal gak sanggup merasakannya untuk yang kedua kalinya...
karna itu benar-benar membuatku trauma...
sangat menyakitkan...
dan begitu menguras tenagaku...

Awalnya aku gak tau apa itu sebenarnya,
mengapa aku bisa mengalaminya,
dan mengapa itu terjadi padaku????

sekarang...
aku telah mengetahuinya...
dan aku sedikit menyesal telah mnegetahuinya...
harusnya aku gak perlu ke tempat ini dan "membuka"nya,,
yah...mungkin seharusnya begitu...

Ini sungguh terasa menyakitkan!!!
melebihi semua sakit yang pernah kurasakan,,,
apapun...

Tapi aku tahu,
aku tak boleh menyerah dengan semua itu,
pasti akan ku lawan...
pasti!!

Tapi aku takut...
Tapi aku juga harus kuat... :)
yah.... harus kuat...
karna aku tak ingin merasakannya lagi...

dan kurasa aku gak sendiri...
semoga ini benar...

Read More..

Hidup Hemat?? Why Not??

Gajian di awal bulan, tapi belum akhir bulan, uang kita sudah amat menipis. Pernah atau malah sering mengalaminya? Mungkin ada yang harus diubah dari cara kita mengelola pengeluaran uang kita. Menurut Ligwina Hananto, perencana keuangan dari Quantum Magna Financial, pengelolaan uang adalah bagian dari gaya hidup kita. Lalu bagaimana kita menjadikannya bagian dari gaya hidup kita?

Fokus Pada Pengeluaran

Kita harus berhenti memikirkan berapa gaji yang masuk ke rekening kita. Pengelolaan uang ini malah berkonsentrasi pada pengeluaran kita, bukan penghasilan itu. Biasanya, semakin besar penghasilan kita, kecenderungan untuk bergaya hidup lebih mewah pun menjadi lebih besar. Karenanya, kita harus mengelola pengeluaran itu dengan baik.

Wajib Menabung

Berapapun penghasilan yang kita dapatkan, kita harus bisa menyisihkan paling tidak 10% dari penghasilan itu. Ini demi masa depan. Nggak usah merasa kesusahan, ada cara yang paling mudah. Kita cuma harus membuat dua rekening yang terpisah. Rekening A untuk menerima gaji, dan rekening B khusus untuk tabungan kita. Saat kita menerima gaji, pastikan keesokan harinya, kita sudah mentransfer 10% gaji kita ke rekening khusus tabungan itu.

Hati-Hati Cicilan Utang

Berutang atau kredit bukanlah hal terlarang dalam perencanaan keuangan, namun kehati-hatian amat diperlukan dalam memilih cara untuk berutang. Pastikan kita terbebas dari belitan utang kartu kredit. Kita bisa menggunakan kartu kredit sesuka hati, namun ingat untuk selalu melunasi tagihannya saat jatuh tempo, jangan pernah melewatinya. Dan lagi, kita harus memperhatikan penggunaan barang yang akan dicicil. Membeli laptop yang dicicil setahun dengan penggunaan beberapa tahun tentunya masuk akal, tapi berhutang untuk liburan selama seminggu dan dicicil selama tiga bulan, itu tidak masuk akal!

Jangan Abaikan Pengeluaran Rutin

Pengeluaran rutin ini adalah pengeluaran yang tak boleh diabaikan. Seperti apapun gaya hidup kita, kita pasti memiliki jatah pengeluaran tertentu. Nah, pengeluaran rutin ini harus benar-benar diperkirakan sejak awal.

Rem Pengeluaran Pribadi

Sebenarnya inilah pengeluaran yang paling ampuh membobol pertahanan kita karena pengeluaran ini adalah pengeluaran untuk hal-hal yang serba menyenangkan dalam hidup kita. Seharusnya, tanpa pengeluaran pribadi ini, hidup kita pun tetap baik-baik saja. Karena itu, pengeluaran inilah yang harus direm.

Memilih untuk hidup hemat memang terasa sebagai pilihan hidup yang sulit, namun kita bisa melakukannya secara bertahap. Sebagai awalnya, periksa satu per satu daftar pengeluaran tersebut. Lalu tentukan mana pengeluaran yang sebenarnya perlu dan sebenarnya tidak perlu. Dengan begitu, kita bisa mengurangi pengeluaran yang tidak perlu dan menghemat uang.
Hidup hemat?? why not???

[kapanlagi.com]
Read More..

Netralitas? Kekeluargaan?

Netralitas?
Kekeluargaan?
Apa itu?
Cuma omong kosong!
Nggak ada gunanya ngomongin netralitas kalo yang nggembor2in itu pun nggak bisa bersikap netral...
Nggak ada gunanya pula ngomongin kekeluargaan kalo yang nggembor2in itu pun nggak tau apa arti dari kekeluargaan itu sendiri...
Prinsip netralitas dah ternoda dan kekeluargaanpun dah nggak ada gunanya...
Nggak penting semua!
Read More..

Spirit's Lyrics

eits............
aku punya beberapa potong lirik tuk sedikit memotivasi kita untuk terus melangkah maju dan terus menatap ke depan. Simak ya...

Tapakilah jejak diri, wujudkanlah mimpi...
dan yakinlah kan kau raih...
Lakukanlah dari hati, beri yg terbaik...
pasti kan kau raih...
Hanya waktu yang dapat menjawab...
mampukah dia merubah...
(Waktu - Bondan Prakoso n Fade2Black)

Tinggalkanlah gengsi, hidup berawal dari mimpi
Gantungkan yang tinggi agar semua terjadi
Asalkan semua peduli tuk ironi tragedi
Senang bahagia hingga kelak kau mati
(Hidup Berawal Dari Mimpi - Bondan Prakoso n Fade2Black)

Tempat yang nyaman
Kala ku terjaga
Dalam tidurku yang lelap
Janganlah sedih, janganlah resah
Janganlah terlalu cepat berprasangka
Janganlah gundah, janganlah resah
Lihat segalanya lebih dekat
Dan kau bisa menilai lebih bijaksana
(Lihatlah Lebih Dekat - Sherina)

Dia telah berdiri
Coba berlari
Tak pernah dia jelang
Hidup yang inginkan
Kilau hari-hari
Dan birunya langit
Terhapus rasa indah
Terpejam oleh lelah
Dalam lelahnya mata
Nikmat dunia menjelma
Sejenak dia berharap
Malam tanpa batas
Bunda s'lalu tanamkan
Jangan pernah menyerah
Jalani dan panjatkan
Kelak syukur kau ucapkan pada diri Nya
Kumohonkan
Mudahkan hidupnya hiasi dengan belai Mu
Sucikan tangan-tangan yang memegang erat harta
Terangi harinya dengan lembut mentari Mu
Buka genggaman yang telah menjadi hak mereka
(Lihat, Dengar, Rasakan - Sheila On 7)

Aku masih bisa terus berjalan
Menikmati hidup meskipun sulit menjadi mudah
Jadikan cobaan itu anugrah
Yang bisa merubah ruangan gelap menjadi indah
Dan terus langkahkan pijak ke depan
Berikan warna hidup kita menjadi indah
(Ruang Hidup - ST12)

Dengerin juga lagunya.... asyik lho... bikin kita jadi semangat n bisa nglupain semua yang bikin semangat kita kendor. Semangat tu kayak baterai lho...harus di "cas" biar gak habis!!
hehehe...
Read More..

The Winner Never Give Up

Bila terbentur gunung, saya tidak berhenti.
Saya akan terus berjuang untuk menaikinya.
Andaikata gagal, saya tidak akan menyerah.
Saya akan mencari jalan pintas untuk mengelilingi gunung itu.
Jika saya gagal, saya tetap tidak menyerah.
Saya akan membuat terowongan bawah tanah untuk bisa menembus gunung itu.
Andaikata saya gagal lagi, saya akan berlutut di bawah kaki gunung itu dan saya akan berdoa kepadaNya agar gunung itu berubah menjadi tambah emas.
(Robert Schuller)

Ada 3 tipe manusia dalam menghadapi tantangan:
  • Quitters => Menghindari tantangan, menolak kesempatan, meninggalkan banyak tawaran.
  • Campers => Mengerjakan sesuatu secukupnya saja, enggan melakukan upaya lebih, gampang puas.
  • Climbers => Selalu semangat untuk mencapai yang terbaik, selalu memikirkan berbagai kemungkinan, berusaha dan berani mencoba hal-hal baru.
Nah,,,, termasuk yang mana kamu???

Berani menjadi Climbers????
  • Never give up => sukses itu nggak instan
  • Breaking the limits => tinggalkan sifat-sifat buruk atau negatif
  • Memiliki sikap positif dalam menghadapi kegagalan
  • Fokus kembali pada impian
  • Menjaga semangat
  • Everything is possible, if you believing God
Pokoknya tetap semangat!!
Read More..

Making Change

Wow...aku suka mata kuliahku yang satu ini... "Kepribadian Antarpersonal",, uhgg... daripada disuruh bikin program aku lebih suka dengan semua ini... hahahaha....

Judulnya "Making Change"....
Perubahan memang sulit dan butuh proses. Proses yang terkadang juga membuat kita jengkel, bosan, dan jenuh untuk melakukannya. Namun, hasil dari sebuah perubahan yang sempurna itu akan terasa menyenangkan jika kita melakukannya dengan hati yang tulus. Meskipun nggak ada yang sempurna di dunia ini. Perubahan itu perlu! Dan setiap orang pasti akan berubah.

Tak perlu tergesa-gesa dalam melakukan perubahan, pelan-pelan tapi pasti. Dimulai dari diri sendiri, sampai merubah cara bergaul dan berkomunikasi dengan orang lain. Ada beberapa hal kecil yang ingin ku ubah mulai saat ini. Body, mind, and soul.

Body :
  • Penampilan => harus rapi setiap hari, dilarang memakai kaos ke kampus (kuliah).
  • Perilaku => lebih sopan dan ramah kepada semua orang, nggak boleh pilih-pilih teman.
  • Bugar => tidak tidur terlalu malam ( tidak > 23.00), mengurangi jam malam (begadang).
  • Sikap tubuh => sulitnya duduk, berdiri, dan berjalan dengan tegak, tanpa membungkuk sedikitpun, akan segera dirubah walau terasa sakit dan menjengkelkan.

Mind:
  • Merubah pikiran, cara pandang, dan cara mengatasi masalah, kemudian berusaha membalik pikiran dengan berkata bahwa “SEMANGAT akan mengubah MASALAH menjadi TANTANGAN”.
  • Melakukan terobosan akan dilakukan ketika celah itu terlihat walau sekecil apapun.

Soul:

  • Memberi makanan untuk jiwa dengan cara apapun yang bisa dilakukan dan terlihat saat itu.
  • Selalu tersenyum kepada orang lain dan melapangkan dada serta memperluas pintu maaf untuk semua orang. Karna memaafkan merupakan sebuah kemenangan diri dan menyembuhkan luka hati kita sendiri.

Bersiap melakukan perubahan???
Aku siap!!!
“Lakukan perubahan, nikmati prosesnya, dan rasakan perubahannya.”
Semangat!!!

Read More..

Ciptakan Mimpimu!!

Setiap orang pasti punya impian. Impian yang (mungkin) sejak kecil ia damba-dambakan. Ketika masih kecil selalu menanti tuk menjadi dewasa agar bisa melakukan sesuatu tuk menggapai mimpi dan cita-citanya. Hihihi… jadi ingat masa kecil. Hahaha…. Tau nggak sih, waktu SD aku pengen banget jadi astronot. Beranjak ke SMP aku pengen banget jadi kameramen, reporter, pembaca berita, novelis, kartunis, wuah…banyak!!! Hahahaha… Lalu masuk ke SMA, aku punya cita-cita jadi novelis (seneng nulis novel), atlet basket, designer grafis, reporter, fotografer, seniman (pernah punya niat masuk ISI, dan pas daftar SPMU ketrima di Desain Komunikasi Visual,,,tapi ogah,hehehe…males!). Dan sekarang Cuma satu cita-citaku, yang lainnya cuma jadi hobi… hehehe…. Aku pengen jadi reporter dan pembaca berita di salah satu stasiun TV di Indonesia. Apa c… paling nggak gantiin posisi Isyana Bagoes Oka di persinggahannya itu… hehehehe….

Yah, InsyaAllah kalo emang niat dan ditekuni, mulai dari awal dan akan terus berjalan menuju kilauan cahaya yang udah menantiku di depan sana…whehehehe…. Amin!!!

Ayo ciptakan mimpimu juga!!!
S : Spesific
M : Measurable (ukuran sukses)
A : Achieveble (berada di jalurnya)
R : Realistic
T : Time

Tuliskan! Ceritakan! Dream Book! Bayangkan!
Libatkan otak kiri dan kanan!


Read More..

Hikmah Dibalik Sebuah Penderitaan Orang Lain (??)

Seminggu yang lalu (080309), salah seorang yang saya sayangi opname di salah satu RS swasta di Yogyakarta karena positif terkena Tipus dan Deman Berdarah. Dua hari sebelumnya Beliau demam tinggi, namun masih rawat jalan di kontrakannya. Selama 6 hari saya menemani dan merawatnya, serta terus memantau keadaannya. Ketika di RS, banyak sekali teman-teman dan rekan kerjanya yang datang menjenguk dan terus menyemangati dan memotivasinya agar cepat sembuh. Empat hari Beliau di RS, tak habis pula teman-teman yang menjenguknya. Bahkan teman-teman yang (mungkin) hampir Beliau lupakan dan sudah lama tak ada kabar, terlihat di sana dan bersimpatik kepadanya.

Yang saya ambil dan pelajari dari sini adalah selemah apapun dan sesakit apapun keadaan kita, tapi teman-teman kita nggak akan peduli dengan semua itu. Mereka tetap ada di sekitar kita, mendukung kita, menyemangati kita, membuat kita tersenyum, dan membuat kita merasakan hangatnya sebuah keluarga yang terbentuk dari sebuah pertemanan dan persahabatan. Mereka tetap setia pada kita meskipun kita sedang jatuh dan terus menyemangati kita agar kita bangkit dan tidak menyerah dengan apa (sakit) yang sedang kita alami. Karena itu, jangan pernah melupakan orang yang pernah membuat kita tersenyum dahulu, sekarang, dan nanti. Jangan pernah melupakan orang yang terus membantu dan mendukung kita dari kita yang “bukan siapa-siapa” hingga menjadi seorang yang disegani oleh banyak orang. Hikmah yang lainnya adalah bahwa kesehatan itu mahal harganya, jika kita sehat semuanya bisa kita lakukan, tapi jika kita sakit, apa yang bisa kita lakukan? Merepotkan orang lain tentunya ^_^ . Melayani orang yang kita sayang akan terasa sangat menyenangkan jika kita melakukannya dengan hati yang tulus tanpa mengharap imbalan apapun (meskipun badan remuk dan pegel-pegel harus tidur di kursi selama 4 hari).

Bila kau dapat mengerti
Sahabat adalah setia dalam suka dan duka
Kau 'kan dapat berbagi rasa untuknya
Begitulah seharusnya jalani kehidupan
Setia...setia...dan tanpa terpaksa
(Petualangan Sherina - Sherina)


Read More..

SekUm Sema Amikom Opname di RSCC

Hari ini ada satu orang lagi yang terbujur lemah di Rumah Sakit gara2 digigit nyamuk...
yapz... siapa lagi kalo bukan Sekretaris Umum SeMa Amikom Yogyakarta,, Surya Triatmaja...
hmmm.... baru seminggu Ketua Senatnya keluar dari RS gara2 hal yang sama, masa c penyakit ne nular menurut urutan jabatan di Sema???
hahaha...
Kemaren ketua senatnya, sekarang sekumnya....
cape deh....
masa seminggu aja belum cukup c tuk bolak balik ke rumah sakit...??
cape'!!
capek parkirnya... mahal!!
hahaha....

makanya, buat temen2 semua... jangan sampai deh kena DB, nggak enak lho...
musti diinpus, disuntik, disuntik ambil darah....
uhgg... tiap hari lagi!
huh...yang ngliat aja sampai kasian...
nggak banget deh...
jaga rumah jangan sampai kotor,,jangan sampai ada kotoran yang bikin sarang nyamuk...
pokoknya jaga kebersihan deh...

Buat Dimaz,,, cepet sembuh ya!!!
Senat nggak da yang ngurus tuh nggak da kalian berdua...
masa sakit bisa kompakkan???
nggak lucu kan???
Read More..